meta content='100'http-equiv='refresh'/> ZIKIR & FIKIR

Sabtu, 13 Juli 2013

Gizi Bagi Iman


 Gizi Bagi Iman

Sebagaimana jasad raga kita Iman juga butuh gizi dan perlindungan agar ia tumbuh bersemi,sehat,kuat dan tahan uji.Iman yang bersemayam di dalam qolbu manusia akan terinfeksi berbagai virus penyakit yang menghinggapi qolbu sehingga secara bersamaan antara iman dan qolbu saling mempengaruhi yang dampaknya akan terlihat secara zahir berupa amal perbuatan jasmani.
Rasulullah saw dalam salah satu hadistnya menyebutkan bahwa di dalam diri seorang hamba terdapat segumpal daging yang apabila daging tersebut baik (sehat)maka baiklah amalnya,namun apabila segumpal daging tersebut buruk (tidak sehat) maka buruk pula amalnya. Itulah qolbu ! Jadi,antara Iman,Qolbu,dan amal saling berkaitan pula.

Saudaraku muslim yang dimuliakan Allah,siapakah yang dapat melindungi, memupuk dan merawat qolbu dan iman kalau bukan kita yang punya jasad tempat bersemayamnya kedua unsur vital tersebut, yang menjadi penentu bagi kebahagiaan di dunia dan kemaslahatan hidup di akhirat.Permasalahnnya adalah bagaimana melindungi,memupuk dan merawat qolbu dan iman agar terjaga,tumbuh subur,serta sehat,apalagi qolbu dan iman keberadaannya bersifat ghaib.

Mungkin beberapa hal di bawah ini dapat menjadi pertimbangan bagi saudaraku muslim yang awam seperti saya dalam upaya melindungi,memupuk,dan merawat qolbu dan iman.
Pertama : Lindungi qolbu dengan menjauhi maksiat.
Kedua    : Kikis penyakit qolbu dengan banyak-banyak istighfar.
Ketiga    : Tenangkan qolbu dengan mendawamkan zikir.
Keempat :Jinakkan qolbu dengan rutinitas membaca Alquran.
Kelima   : Bangkitkan gairah qolbu dengan kecintaan duduk dalam majelis ilmu.

Saudaraku muslim, kemajuan iptek saat ini di satu sisi memang tidak dapat kita pungkiri sangat banyak memberikan kemudahan bagi kehidupan umat manusia,tetapi di sisi lain iptek teramat banyak menebarkan maksiat,bagaikan hujan anak panah yang bertubi-tubi menyerang qolbu orang yang beriman maupun yang tidak beriman. Namun demikian meskipun terlalu berat untuk menjauhi maksiat,adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menjauhinya jika ingin menyelamatkan qolbu atau hati kita ini dari kerusakan.
Ketahuilah saudaraku,sebahagian orang menganggap maksiat itu adalah perbuatan dosa besar saja seperti berzina,membunuh,mencuri,berjudi,merampok,memperkosa dan lain sebagainya yang jumlahnya terbatas,padahal bicara bohong adalah maksiat,berlebihan dalam memandang adalah maksiat,memakan makanan yang tak jelas halalnya adalah maksiat,bergaul dengan orang-orang jahil juga maksiat,dan tentunya banyak lagi bahkan sulit dihitung dengan angka maksiat-maksiat yang terus menerus menyerang qolbu kita sehingga jika tidak kita lindungi maka qolbu kita akan sakit dan semakin kronis yang akan menghantarkan kita menjadi manusia durjana yang tak mampu menemukan Shiraat Mustaqiim , jalan kembali kepada Allah yang dekat tidak berantara dan jauh tidak berjarak.

Saudaraku muslim rahimakumullah,Imam Al-ghozali mengumpamakan qolbu manusia seperti cermin yang apabila tidak pernah dihapus atau dibersihkan,sebuah cermin akan menjadi kusam berdebu sehingga tidak dapat menangkap cahaya,dan tidak pula dapat memantulkannya.Begitu pula qolbu kita jika tidak selalu dibersihkan dengan istighfar,maka ia akan menjadi gelap kusam tak dapat menerima nur hidayah dari Allah dan tidak pula mampu membagikannya kepada sesama muslim.
Banyaklah kita beristighfar mohon ampun kepada ilahi robbi yang maha pengampun sebanyak apapun dosa yang telah kita perbuat.

Saudaraku muslim yang dirahmati Allah,qolbu atau hati manusia cenderung dipenuhi dengan kecemasan dan ketakutan dalam konteks keduniaan.Kita selalu cemas menghadapi kehidupan ini, yang miskin takut tidak dapat menafkahi keluarga,takut tidak mampu menanggulangi biaya pendidikan anak-anak,takut dihina dan dicaci jiran tetangga karena hidup miskin. Mereka yang kaya cemas mengalami kebangkrutan,takut jatuh dari jabatannya,takut menjadi miskin,takut dilecehkan oleh orang lain.Kondisi qolbu yang cemas seperti ini akan menjadikan hidup kita tidak syakinah,melainkan selalu gelisah dan keluh kesah sehingga tidak ada kebahagiaan,dan akan membawa kita kepada kehidupan yang mengejar uang,mengejar harta tanpa kenal waktu,tanpa kenal agama.Agar kita tidak terjerumus pada kondisi qolbu yang liar dan kehidupan memburu harta seperti itu maka rutinkan berzikir mengingat Allah,luangkan waktu di sela kesibukan untuk Sholat mengingat Allah.

Saudaraku,kenikmatan dunia ini tidak berarti sama sekali jika dibandingkan dengan kenikmatan yang akan kita terima di syurga nya Allah swt , waktu bagi kita juga dalam menikmati keindahan dunia ini sangat singkat,hanya berkisar 60 tahun sampai 70 tahun saja,sedangkan kenikmatan di syurga itu kekal abadi selama-lamanya,sehingga menurut hemat saya tak perlulah kita sampai bringasan dalam mereguk kenikmatan dunia ini sampai-sampai kita menghalalkan yang haram,lupa daratan,lupa diri dan lupa bahwa ada masanya kita ini akan mati dan dimintai pertanggungjawaban akan umur,akan anak,akan isteri,akan harta dan kewajiban-kewajiban kita lainnya yang telah ditetapkan oleh Allah swt.
Jangan biarkan kehidupan bringas dan liar menguasai qolbu dan diri kita,jinakkan dengan mengamalkan secara istiqomah membaca Alquran.

Saudaraku muslim tercinta,sebahagian kita kaum muslimin qolbunya tidak bergairah dalam beragama,ia berprinsip agama itu hanya sebuah tuntunan untuk hidup dalam berbuat baik,jika kita sudah bisa berbuat baik sesama manusia,berbuat baik kepada keluarga dan jiran tetangga sudah cukup.Tak perlu repot-repot sholat berjamaah ke masjid, tak perlu menghadiri hajatan tetangga, tak perlu aktif dalam mengurusi jenazah,mengurusi anak yatim,fakir miskin, tak perlu mengikuti pengajian,silaturahmi,dan tetekbengek agama yang lainnya. Qolbu yang seperti ini adalah qolbu yang tanpa gairah agama. Jika semua kaum muslimin berprinsip seperti ini maka sudah lama sekali Islam itu tinggal kenangan saja.Gairahkan kehidupan beragama dalam diri kita dengan mencintai majelis ilmu,karena  majelis ilmu akan membuka cakrawala berfikir islami,melatih diri untuk menghargai pendapat orang lain , membahas aktifitas keagamaan lainnya dalam rangka mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat juga.

Akhirnya saudaraku muslim yang dirahmati Allah,ingatlah : Awal bencana bagi seorang hamba Allah adalah kerasnya hati,awal kerasnya hati adalah membiasakan diri dalam lupa kepada Allah,membiasakan diri tidak mengerjakan sholat,membiasakan diri tidak puasa Ramadhan,tidak berzakat,tidak bersedekah,membiasakan diri asyik dengan tipu daya dunia,membiasakan diri dengan maksiat baik besar mau pun kecil.

**Rantauprapat,18 Juni 2013. 







Jumat, 12 Juli 2013

Sayyidul Istighfar



Kepada Saudaraku

Saudaraku , jikapun dosa telah terlanjur bertumpuk menimbun qolbu,karena maksiat telah menjadi kelaziman dalam jejak kehidupanmu,berusahalah mencari celah di antara kegelapan hati yang memungkinkan bisa kau tembus sekedar mencari setitik cahaya dari atas sana,agar mata hatimu bisa memandang bahwa masih ada ruang lain yang terang benderang di luar kegelapan ini,atau berupayalah menelusuri selubang jarum fentilasi untuk hatimu bisa bernafas bahwa masih ada kelapangan,di ujung sana di luar kesempitan yang menyesakkan ini.

Jangan biarkan kegelapan itu terus-menerus mengurungmu saudaraku meskipun mungkin kegelapan itu saat ini membuat dirimu nyaman tanpa cahaya atau bahkan mungkin saat ini cahaya itu begitu menjengkelkanmu.Jangan biarkan ruang di hatimu pengap karena kau wahai saudaraku membutuhkan udara seperti ikan membutuhkan air.Gelap dan pengap sesungguhnya adalah kondisi yang tak nyaman,tetapi oleh musuh nyata kita yang bernama syaithan gelap dan pengap itu dihiasinya dengan illusi dan kenikmatan semu sehingga gelap menjadi penuh warna dan pengap menjadi segar dan penuh pesona.

Mungkin jalan telah jauh tertempuh,dan masa telah menelantarkanmu di ruang gelap dan pengap ini, mungkin segalanya telah berubah karena rambu-rambu yang dulu terpancang di sudut-sudut qolbumu turut menjadi kelam dan hitam,sehingga kau wahai saudaraku tak tau jalan pulang,padahal jalan pulang itu begitu tegas dan nyata berdebar dengan ritme yang teratur menyeru Dia yang lidah tak kuasa menyebutnya karena Dia tanpa huruf dan lafal,Dia yang maha halus akan tetapi melingkupi seluruh alam,Dia jalan pulang itu yang mampu menghadirkan ramai dalam kesepian,dan sebaliknya sepi dalam keramaian. Pada debar itu pulalah sumber cahaya yang telah kau tutup tebal dan kental dengan maksiat demi maksiat.

Jika engkau saudaraku membaca tulisanku ini maka ingatlah apa yang diajarkan oleh guru kita dulu ketika di kampung yang telah sama-sama jauh kita tinggalkan,yaitu Sayyidul Istighfar : Allahumma anta robbi , laa ilaha illa anta kholaqtani wa ana 'abduka , wa ana 'ala ahdika wawa'dika mastatho'tu, a'uuzubika min syarri maa shona'tu abuu'ulaka bini'matika alayya,wa abuu'u bi zanbi,faghfirli, fa innahu laa yaghfiruzzunuuba illaa anta.
" Wahai Allah Engkaulah Tuhan yang memelihara aku,tidak ada Tuhan sesembahan yang lain selain Engkau,yang telah menjadikan aku,dan aku adalah hamba-Mu,dan atas apa yang telah Engkau janjikan sedapat mungkin aku lakukan. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari pada bahaya apa yang kelak aku lakukan. Aku mengakui benar-benar akan nikmat-Mu yang telah Engkau berikan,dan aku mengakui dosa-dosaku,maka ampunilah aku.Sesungguhnya tiada yang berhak mengampuni dosa kecuali Engkau ".

Cobalah gerakkan lisanmu melafazkan kalimat demi kalimat dengan fasih dari frase yang singkat ini sebagaimana guru kita yang mulia mengajarkan dengan fasih sayyidul istighfar ini. Masihkah saudaraku ingat guru kita mengajarkan kalimah ini dengan setengah berbisik kepada kita berdua,seakan-akan kalimah ini berupa rahasia antara kita bertiga : Berkata Guru kita yang mulia, "Cobalah kamu ucapkan istighfar seperti ini yang isinya lebih komplit dan khasiatnya lebih besar yang biasa pula diucapkan oleh Nabi Sallallhu alaihi wasallam,inilah sayyidul istighfar...." Sekali lagi kuingatkan kepadamu saudaraku,guru kita mengajarkannya kepada kita dengan setengah berbisik,ya...setengah berbisik.

***** Saudara muslim pembaca yang budiman ,yang kondisi iman dan amalnya dalam keadaan gelap dan pengap seperti sahabat sekampung saya tersebut di atas, coba baca sayyidul istighfar ini dengan khusuk' tiga sampai lima kali saja. Insya Allah saudaraku segera keluar dari kegelapan tersebut.








Minggu, 07 Juli 2013

Apresiasi Puisi Religi Zainab Alkausar


                         
  Aku dan Pinta

Hingga ujung kalam-Nya nanti
aku tak hendak menyisipkan lara dalam setiap perjumpaan
Yang kutahu hanya satu
Bilik-bilik hati yang terasa hening ini
kunikmati dengan segenap doa

Bahkan ketika yang ditakdirkan dalam masa itu tiba
Yang terpinta dalam sepanjang sajadah itu
Hanyalah ku dan Mu

Juga tak lupa bahwa jiwa yang sebenarnya
selalu menyimpan kesah ini
Adalah raga yang tak sanggup berdiri
tanpa kasih juga hendak-Nya

Pun jika kelak,mata menutup selamanya
Adalah pinta untuk mati
dalam istiqomah dan husnul khotimah

-Hidup mulia atau mati sahid
Rantauprapat,26 Oktober 2012
Zainab Alkausar

Demikian Zainab Alkausar mengkomunikasikan isi hatinya kepada pembaca bahwa betapa pun penderitaan hidup yang dialami oleh beliau ( penyair ) , beliau tak pernah mau untuk menunjukkannya kepada sang khalik dalam setiap kesempatan , apakah ketika beliau berdoa,maupun mungkin ketika beliau sholat.Penyair kelihatannya seorang yang menerapkan sikap qona'ah dalam mengharungi kehidupan ini,beliau menikmati saja suasana hati yang dimilikinya sebagai sebuah kebahagiaan tersendiri,ya kebahagiaan hidup berada dekat dengan sang pemberi kebahagiaan,ketenangan,dan keteduhan.
Aku tak hendak menyisipkan lara dalam tiap perjumpaan  
Yang kutahu hanya satu
Bilik-bilik hati yang terasa hening ini
kunikmati dengan segenap doa
( Aku tak mau berkeluh kesah kepada-Mu wahai Allah,karena bagiku segala apa yang Kau beri ke dalam hati ini adalah anugrah yang kunikmati dengan penuh rasa syukur kepada-Mu)

Bahkan dalam setiap doanya , ketika Allah mentakdirkan untuk memanggilnya , Zainab Alkausar tidak menginginkan apa-apa selain hanya Allah dan dirinya saja,karena beliau sadar keluh kesah meskipun di dalam hati adalah bukti bahwa sesungguhnya beliau adalah makhluk yang dha'if yang tak sanggup berbuat apa-apa tanpa kasih sayang dan pertolongan dari Allah semata.
Juga tak lupa bahwa jiwa yang sebenarnya
selalu menyimpan kesah ini
Adalah raga yang tak sanggup berdiri
tanpa kasih juga hendak-Nya
( Kuakui,keluh kesah atas penderitaan hidup yang Kau takdirkan kepadaku selalu mendera hati ini,dan itu adalah bukti bahwa aku ini adalah hamba-Mu yang lemah , jika tanpa kasih sayang dan pertolongan-Mu wahai Allah )
Di akhir puisinya Zainab Alkausar kembali mengungkapkan satu harapan bahwa jika pun Allah memanggilnya nanti Zainab berharap dipanggil dalam istiqomah di jalan Allah,dan husnul khotimah, sebagai akhir kehidupannya yang baik dalam pandangan Allah.
Pun jika kelak,mata menutup selamanya
Adalah pinta untuk mati
dalam istiqomah dan husnul khotimah

Sederhana memang puisi religi berjudul Aku dan Pinta ini,namun kata yang dipilih oleh Zainab untuk mewakili perasaannya begitu lancar mengalir dan menurut saya mampu membuai pembacanya larut dalam suasana hening seperti heningnya bilik-bilik hati Zainab dalam kebahagiaan yang bukan karena materi keduniaan,melainkan karena merasa Allah selalu ada di sana , bersemayam di bilik-bilik hati Zainab.

Siapakah Zainab Alkausar ? Saya juga belum mengenal beliau.Nama itu begitu asing dalam fikiran saya,namun begitu saya disuguhkan oleh sahabat saya Th Pohan seonggok puisi untuk saya beri review atau semacam komentar atau apalah kata Th Pohan,karena katanya puisi-puisi itu akan diterbitkan,maka saya sedikit terperangah membaca puisi-puisi Zainab yang bernada religius.Ada toh anak Rantauprapat yang mampu menulis puisi seapik ini ? fikir saya. Maaf lo bagi penulis puisi yang lain yang satu onggok akan diterbitkan itu,yang lain juga bagus puisinya kok.
Bagi Saudaraku peminat sastra,jika dalam waktu dekat seonggok puisi itu sudah terbit dengan judul :Sajak Langit Panai,silakan simak puisi mereka ; Th Pohan,Agung S,de Puspa,Zainab Alkausar,Ibn Ven,Herlina Hsb,Qaireen Izz,Ahmad Fajar Septian,Faisal,dan Dita Fadhilah Azri.
Sungguh kiranya Allah senantiasa membimbing hati kita semua dalam suasana religius yang berarti Allah masih bersemayam di sana yang salah satunya tercermin dari puisi-puisi yang kita tulis.

Rantauprapat,8 Juli 2013
 

Minggu, 09 Juni 2013

Ramadhan 'kan Tiba



Bulan Ramadhan segera menghampiri umat seluruh alam.
Bulan penuh rahmat itu akan segera melingkupi langit dan bumi seperti sebuah payung raksasa yang menaungi alam semesta ketika panas terik membakar , menjanjikan kesejukan dan ketenangan segala yang dilingkupinya.
Betapa tidak;karena pada bulan itu Ashma Allahurrahman ,Allahurrahim,Allahussalam akan berkumandang terus-menerus di hati kaum muslimin yang beriman seperti layaknya detak jam yang berhenti menyuarakan “tik,tik,tik”dari sahur ke sahur. Subhanallah,maha suci Allah yang mensucikan hati umat ini dari segala keraguan terhadap Ramadhan yang membawa hikmah dan barokah dan segala kebaikan bagi alam semesta juga.


Di penghujung bulan Sya’ban nanti mulailah umat ini mengumandangkan puji-pujian kepada khaliknya: Subhanalmalikil ma’bud,subhanalmalikil maujud,subhanal malikilhayyillazi layanamu wala yamutu,wala yafutu Abadan.Subbuhunquddusun robbuna,warobbul malaikatu warruh. Subhanallah,walhamdulillah,walailahaillallah,wallahu akbar,walahaula wala kuwwata illa billahil aliyyil azim ; Maha suci Tuhanku yang menguasai dan yang disembah,maha suci Tuhanku dan maujud,maha suci Tuhanku yang menguasai,yang dia tidak tidur,yang tidak mati,dan yang tidak pernah sirna selama-lamanya. Maha suci,maha kuddus Tuhan kami , Tuhan para malaikat dan ruh. sebagai tanda syukur yang mendalam atas doa-doa mereka sepanjang Rajab dan Sya’ban yang telah dikabulkan oleh Allah,yaitu doa mereka dengan penuh harap : Allahumma bariklana fi Rojaba wa Sya’ban,waballighu Ramadhan.Wahai Allah beri keberkahan kepada kami pada bulan Rajab dan Sya’ban,dan sampaikan umur kami ke bulan Ramadhan tahun ini.


Demikian langit Ramadhan akan dipenuhi dengan seruan,pujian,dan doa-doa dan menyusup langsung sampai ke arasynya Allah Subhanahu wata’ala,sebagai harapan besar dari hamba-Nya yang merasa rendah hina,dan bergelimang dosa.Sebagai rintihan jiwa yang tak ada lagi tempat mengadu selain kepada Pemilik Arasy,karena siapa lagi  ghofuruzzambi selain Dia,siapa lagi yang dapat na’uzubika minannar selain Dia.

Jika perintah-Nya sudah dilaksanakan dengan istiqomah,jika rahmat,rahman dan rahim-Nya sudah diakui dirasakan,jika hati sudah memuji dengan tulus,jika keyakinan setiap doa akan dikabulkan,ketenangan hati yang bagaimana lagi yang tidak dirasakan oleh insan beriman ketika merintih dan memelas dengan air mata yang mengalir.Tak ada ketenangan hati dan perasaan senikmat ketenangan hati dan perasaan ketika munajat ke hadirat ilahi dengan yakin dan dengan air mata.


Ramadhan ‘kan tiba,persiapkan diri dengan sukacita,persiapkan jiwa dengan kejujuran dan keikhlasan,kita sambut kehadirannya dengan keyakinan penuh bahwa bulan ini adalah bulan rahmah,bulan maghfirah,dan bulan di mana kita berusaha meraih tiket untuk masuk ke dalam syurga melalui pintu Rayyan sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Muhammad Sallallhu alaihi wasallam,yang diwayatkan oleh  Bukhari dan Muslim : Dari Sahal bin Sa’ad r.a.dari Nabi saw.,beliau bersabda:”Sesungguhnya di dalam syurga ada pintu yang bernama Ar-Rayyan,di mana nanti pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu,dan tidak seorangpun yang dapat masuk melalui pintu itu selain mereka,di mana penjaga pintu mengucapkan : Mana orang-orang yang puasa ?,kemudian merekapun berdiri,tidak ada seorang pun yang boleh masuk selain mereka.Apabila mereka telah masuk maka ditutuplah pintu itu”.[ sumber hadist: Riyadhusshalihin-Imam Nawawi ]

*Rantauprapat,9 Juni 2013


Kamis, 06 Juni 2013

Dunia Tidak Lebih Mulia Daripada Bangkai Kambing




Saudaraku,kehidupan dan peradaban umat manusia dari mulai  Nabi Adam sampai dengan saat ini oleh Allah dirancang dan diatur dalam satu kali ciptaan "Kun ! Fayakuun !"maka berlangsunglah kehidupan di jagad raya ini seperti apa yang direncanakan oleh "Penciptanya" sejak awal dan yang luar biasanya dalam penciptaan itu dari detik ke detik mahakarya jagad raya ini tak pernah berhenti sebagai sebuah sistem yang rumit menurut nalar kita. Bukankah satu detik pun matahari dan tata surya jagad ini tak pernah macet ? Bukankah sirkulasi oksigen juga tak pernah ngadat barang sedetik ? Pernahkah segala gerak dan detak kehidupan berhenti serentak entah sedetik atau bahkan setengah detik ? Begitulah kesempurnaan "project" ciptaan Sang Mahasempurna diluncurkan , tanpa cacat dan tanpa kekurangan sedikitpun.Sekali lagi sedikit pun !

Saudaraku,apa yang saudaraku rasakan,apa yang saudara miliki,apa yang saudara rencanakan,apa yang saudara benci dan suka , atau singkatnya segala sesuatu tentang saudaraku saat ini pada detik ini,semua itu sudah terprogram dalam "chipmaster project"-Nya jauh sebelum peluncuran perdana, dan itu berlaku mutlak hanya atas kehendak Programernya.
Kita hanya menjalani kehidupan ini dengan keyakinan penuh bahwa sang Khalik tak pernah berniat buruk terhadap mahakarya-Nya ini,Allah tak pernah senang,atau bangga atas kekuasaan-Nya jika kita berada dalam kondisi yang menyakitkan misalnya.Apa yang Allah banggakan adalah jika melihat kita tunduk tadhorru' dengan qolbu yang tetap zikir,raga yang istiqomah melaksanakan amal yang dicontohkan kekasihnya Rasulullah Muhammad ibnu Abdullah. Dan apa yang dibangga-banggakan oleh Allah di hadapan para malaikatnya adalah ketika kita duduk dalam suatu majelis zikir dan fikir,majelis ilmu yang membawa hati kita untuk senantiasa zikrullah,sementara jiwa kita risau memikirkan upaya mengajak diri dan umat ini untuk taat kepada Allah.

Bekerja dan berupaya untuk kehidupan duniawi adalah hal pokok untuk mencapai kemaslahatan hidup,namun jangan pernah berprisip bahwa 'dunia' ini adalah segalanya sehingga untuk mereguk sebanyak-banyaknya kelezatan dunia ini saudaraku lupa atau tak sempat,atau menafikan 'amalansholiha yang bakal menghantarkan kita tidak saja kepada kelezatan hidup sesudah kematian akan tetapi juga pada kelezatan selama hidup di dunia ini.   
Taukah wahai saudaraku,dunia yang oleh sebahagian orang dipandang sebagai sesuatu yang amat dikagumi dan sangat didambakan untuk direguk kenikmatan dan keindahannya ini dengan menghalalkan segala cara,yang daya tariknya telah dipoles dan diperdahsyat oleh syaitan sehingga mampu melalaikan ini,ternyata hanyalah "Mataa'ulkhuruur" tipu daya yang menyesatkan tentunya bagi orang-orang yang lalai.

Dalam suatu kesempatan saya membaca sebuah hadist Rasuslullah SAW yang terjemahan bebasnya seperti berikut : Suatu hari Rasuullah SAW bersama beberapa orang sahabat berjalan kaki melintasi sebuah pasar , di tepi jalan Rasulullah SAW melihat bangkai seekor kambing yang dikerubungi lalat,lalu beliau memegang dan mengangkat bangkai kambing itu dan berkata : "Wahai sahabat-sahabatku,andaikata dijual maukah kamu membeli bangkai kambing ini ?" Para sahabat menjawab : Tidak ya Rasulullah,untuk apa kami membeli bangkai kotor dan bau itu !" Kemudian Rasulullah berkata kepada para sahabat : "Sesungguhnya dalam pandangan Allah dunia ini lebih hina daripada bangkai kambing ini".
Sesaat setelah membaca hadist tersebut ada rasa malu dalam hati saya terhadap Allah. Betapa dunia tempat saya hidup dan menikmati segala fasilitasnya ini,tempat yang saya takut untuk meninggalkannya ini dalam pandangan Allah tidak lebih mulia daripada bangkai seekor kambing.

06 Juni 2013





Minggu, 02 Juni 2013

SERUAN AZAN


Pembaca Muslimin yang dimuliakan Allah, mari kita renungkan sejenak :
Ketika azan dikumandangkan oleh muazzin dari menara rumah Allah yang ada di lingkungan rumah kita , menuju panggilan tersebut dan coba bandingkan dengan jumlah masyarakat muslim yang ada di lingkungan itu, padahal ketika kepada orang-orang yang ogah sholat berjamaah ke mesjid tersebut ditanya
Taukah anda ya akhi bagaimana keutamaannya jika kita sholat berjamaah di mesjid ? Mereka dengan tegas menjawab : ” Tau dong ! Derajatnya lebih tinggi dua puluh tujuh derajat dibanding dengan sholat sendiri di rumah , kan ? Setiap langkahnya dihitung ; satu langkah menghapus satu dosanya dan langkah berikutnya menaikkan derajatnya”.
Maknanya adalah bahwa kebanyakan orang muslim saudara kita tau keutamaan sholat berjamaah akan tetapi ogah untuk meraihnya.

Pembaca Muslimin yang dimuliakan Allah,ketika mu’azzin menyerukan azan umat muslim yang mendengarnya menanggapinya dengan berbeda-beda,

  • Sebahagian menanggapinya : “Sudah tiba waktunya saya menghadap Allah melalui sholat berjamaah di masjid “, lalu dia bergegas berwudhu’ dan pergi menuju masjid terdekat , Alhamdulillah.
  • Sebahagian lagi menanggapinya : “Wah sudah masuk waktu sholat”, lalu ia bergegas mengambil wudhu’ dan langsung mengerjakan sholat di mana dia berada saat itu , Allahu Akbar.
  • Sebahagian lagi menaggapinya : “Bah,sudah zuhur rupanya , nantilah saya sholat , masih panjang kok waktunya “, lalu dia meneruskan kegiatannya , Masyaa Allah.
  • Sebahagian pula menanggapi seperti berikut : “Wah , azan zuhur , sudah jam setengah dua rupanya “, lalu dia nggak ada niat sama sekali untuk mengerjakan sholat , Astaghfirullah.
  • Akan tetapi yang lebih astaghfirullah lagi , ketika dia mendengar seruan azan dia menanggpinya : “ Suara apa itu ?,oh azan rupanya ! , lalu dia cuek saja seperti mendengar mesin mobil dihidupkan atau apalah , Nauzubillahi minzalik !
Pembaca Muslimin yang dirahmati Allah, seruan azan bukan merupakan pertanda waktu masuknya waktu sholat bagi kaum muslimin, azan tidak sama dengan dentang jam dinding, tidak sama dengan alarm tanda waktu masuk jam kerja di pabrik atau di kantor-kantor, apalagi disamakan dengan bunyi lonceng di gereja, sama sekali tidak !
Seruan azan adalah dakwah yang sempurna, panggilan kesempurnaan kasih sayang dari Allah sang khalik yang diawali dengan kalimah Allahu Akbar, sekali lagi Allahu Akbar,
Allah maha besar segala sesuatu selain Allah adalah kecil, jagad raya ini kecil, bumi ini kecil, langit dengan bintang gemintang itu kecil, istana Negara itu kecil, presiden itu kecil, pokoknya melalui kalimah Allahu Akbar Allah Subhanahu wata’ala pada hakikatnya menyerukan kepada kita,
”Hayo hambaku sekalian ! Apa pun urusanmu saat ini adalah perkara kecil,tinggalkan ia,mari menghadapkan hati kepadaku yang maha besar ini !

Lalu melalui kalimah Ashadu Allaa ilaha illallah dalam seruan azan Allah mendakwahkan agar kita hambanya yang kecil ini meningkatkan kesempurnaan keyakinan kita dalam pengakuan kita bahwa kita bersaksi bahkan sampai dibunuhpun aku bersedia :
Tidak ada yang berhak untuk kusembah sebagai tuhan selain daripada Allah. Melalui kalimah ini Allah Subhanahu wata’ala menegur kita :
“ Nah,, kalau kamu sudah benar bersaksi dengan keyakinan yang begitu sempurnanya , lah kok malah nggak bergegas untuk berwudhu’ dan mengerjakan sholat mendengar seruan azanku ini ?”

Begitu pula dengan seruan Ashadu Anna Muhammadarrasulullah, Allah mengajak kita dengan kesempurnaan kasih dan sayangnya :
“Apa betul kamu mengakui dan bersaksi bahwa hambaku yang bernama Muhammad ibnu Abdullah itu adalah manusia yang ku utus ke permukaan bumi ini untuk menyampaikan perintah dan laranganku ? Nah kalau betul,ayo mas berwudhu’ dan sholatlah “.

Saudaraku pembaca muslim yang dikasihi Allah,lanjutan seruan azan setelah itu adalah : Hayya Alassholah. Ya sudah jelaslah itu adalah panggilan kasih sayang dari Allah :
“Wahai hambaku yang senantiasa keberikan rahmat,wahai sebaik-baik ciptaanku,wahai khalifahku di bumi ayo bangkit sayang,bangkitlah umat kekasihku Muhammad,bangkitlah umat yang dirisaukan Rasulku Muhammad sampai pada ujung hayatnya,gih sholat gih ! Karena melalui sholat lima waktu kamu seperti orang yang di depan rumahnya mengalir sebuah sungai yang jernih,lalu kamu mandi di sana sebanyak lima kali dalam dua puluh empat jam,pasti toh tubuhmu akan bersih tidak ada kotoran yang melekat ? Begitu juga dengan Sholat lima waktu , aku pasti akan menghapuskan dosa-dosamu sampai bersih , begitu kan kata kekasih-Ku Muhammad dalam hadistnya ? Gih…sholat gih…!

Muazzin melanjutkan : Hayya Alalfalah ! Mari menggapai kemenangan !, hakikatnya Allah menjanjikan sebuah bahkan tidak hanya sebuah kemenangan kalau panggilan azan disahuti dengan bergegas menuju tempat azan itu dikumandangkan. Maknanya adalah sholatlah berjamaah di masjid atau di musholla jangan cuma di rumah . Kenapa begitu ?
Karena ada banyak kemenangan yang diperoleh orang yang sholat berjamaah di masjid atau di mana azan dikumandangkan , antara lain kemenangan tersebut adalah :

  1. Tiap langkah menuju masjid mendapat satu pahala,dihapus pula satu dosa,dandinaikkan satu derajat hidupnya oleh Allah SWT.
  2. Memperoleh keutamaan 27 derajat dibanding jika sholat sendiri-sendiri.
  3. Orang yang menunggu tibanya waktu sholat di masjid diberi pahala seperti sedang melaksanakan sholat,dan selama itu pula para malaikat mendoakannya “ Wahai Allah,ampunilah dia…wahai Allah rahmatilah dia….
Allahu Akbar, Allahu akbar ! kata muazzin. Kembali Allah menyerukan:
“Ayo besarkan hanya aku,dan pandanglah kecil selain aku, apa pun itu, cepat berwudhu’ sholat berjamaah segera dimulai di masjid ini “.
Laa ilaha illallaah, ditutup azan oleh muazzin,dan disempurnakan Allah dakwahnya dengan hakikat seruan : “ Yakinlah dengan teguh bahwa tidak ada tuhan sesembahan lain selain Aku , nggak percaya ? Nggak bangkit juga berwudhu’ ? Ya sudah ! Tapi ingatlah : Azabku sungguh sangat pedih ! “.

Rantauprapat,Mei 2013