meta content='100'http-equiv='refresh'/> ZIKIR & FIKIR

Sabtu, 05 Oktober 2013

Bagi Allah Tak ada yang Sulit

Nggak Usah Stress

Saudaraku,di antara kita banyak yang susah fikirannya,sedih hatinya,galau perasaannya dan gelisah hidupnya.Banyak hal membuat suasana hidup ini menjadi begitu tidak nyaman,tidak fresh,sumpek dan membosankan.
Teman saya  seorang guru baru-baru ini nelfon dengan suara yang terbata-bata menceritakan kondisi ekonomi keluarganya yang dari dulu pas-pasan tidak dapat menabung sekedar persiapan kalau-kalau di antara keluarga ada yang sakit dan memerlukan biaya,syukurnya,katanya sampai saat ini belum pernah ada yang sakit sampai memerlukan biaya besar.
Dalam kesempatan berkomunikasi lewat telfon genggam itu saya menangkap suatu kegelisahan yang mendalam yang diakibatkan oleh angan-angan hidup yang sebenarnya menurut saya tidak terlalu muluk dan tinggi melainkan wajar dan manusiawi.Rupanya temanku yang sedang risau ini sejak dulu mengangankan keinginan memiliki mobil keluarga sebagaimana teman--teman seangkatan kami yang sudah pada punya mobil untuk kebutuhan transfortasi ke tempat tugas ,dan untuk kebutuhan lainnya terutama adalah kebutuhan marwah keluarga yang sudah dibina lebih dari 25 tahun dengan posisi Suami isteri pegawai negeri.
" Cuma itu ?" , tanya saya.
" Ya sekedar mobil pribadi ",jawabnya.
" Anak kamu ada berapa ? ".
" Tiga orang , yang pertama sudah tamat kuliah Kedokteran, dan sudah bertugas sebagai dokter PTT di Padang Lawas Utara".
" Yang nomor dua ? ".
" Yang kedua sudah tamat kuliah Kebidanan dan bekerja di salah satu Klinik bersalin di Medan ".
" Yang nomor tiga ? "
" Yang nomor tiga juga sudah tamat S1 Teknik USU,sekarang ikut konsultan teknik di salah satu perkebunan di Kalimantan Barat ".
" Lalu ? "
" Lalu apa ? ",ia balik bertanya.
" Lalu yang kamu susahkan,gelisahkan,risaukan,galaukan,dan keluhkan itu apa ? " 
" Begini lho,sejak saya dan isteri menikah kehidupan kami begini-begini terus,hutang di bank jalan terus,gaji nggak pernah utuh diterima,tabungan kosong terus,kebun nggak punya,rumah sih ada tapi yah... sederhanalah.Pokoknya nggak ada peningkatanlah ! ".

Begitulah lebih kurang kegelisahan sebahagian saudara-saudara kita di luar sana dalam mengharungi kehidupan yang sementara ini.Wajar sih memang jika kita ingin begini ingin begitu ,takut ini,takut itu tapi kalau sudah keinginan terhadap sesuatau atau akan sesuatu itu sudah sampai menggelisahkan dalam diri kita,maka ini akan menjadi masalah besar dan berkepanjangan,dan bayangkan saja di mana kebahagiaan hidup jika hati telah dipenuhsesaki oleh kegelisahan yang tak berujung.

Saya katakan kepada sahabat saya tadi :
" Kamu lupa bersyukur,kamu lupa menyadari diri ! "
Eh...dia marah,"Siapa yang tak bersyukur ? Siapa yang tak sadar diri ? ",katanya.

Saudaraku... kalau ingin hidup tenang, senang, gembira,bahagia,tanpa gelisah apalagi stress tak ada jalan lain  selain bersyukur kepada Allah SWT, melalui mendekatkan diri kepada-Nya , melalui ibadah dengan iman dan ilmu yang benar,melalui pengakuan yang sungguh-sungguh akan keberadaan,kekuasaan,dan kebesaran-Nya.

Jika hal itu sudah kita laksanakan itu berarti kita telah melaksanakan kewajiban kita sesuai tujuan dan titah penciptaan kita.Jika sudah demikian serahkanlah segala urusan kepada Allah,biarkan Allah yang mengatur dan menyempurnakan qudrat dan iradatnya terhadap jalan kehidupan kita,karena otak dan energi kita tak akan sanggup memikirkan,mengatur dan menyempurnakan hidup kita apalagi harus sesuai dengan kemauan nafsu yang tak berbatas.

Hafalkan dan fahami,serta amalkan doa Ashabulkahfi sebagai berikut : ROBBANA AATINA MILLADUNKA ROHMATAN WAHAYYI'LANA MIN AMRINA ROSHADA. 
" Wahai Rob...kami , berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ".

Jadi , kita tak perlu  pusing-pusing, tak perlu stress dalam menghadapi segala urusan dalam kehidupan ini , minta  kepada Allah agar disempurnakannya bagi kita petunjuk yang lurus dalam urusan kita.Bukankah mustahil Allah tak sanggup menunjukkan jalan keluar yang terbaik bagi urusan kita tersebut ? Nah... Nggak perlu stresslah.
 

Sabtu, 17 Agustus 2013

LURUS DAN RAPATKAN SHAF !



Lurus dan Rapatkan Shaf !

Ujung malam meninggalkan sunyi di jalan besar dari Lubuk Pakam ke Kualanamu saat aku terbangun dan mendapatkan diriku duduk di belakang sopir sebuah taksi dari Rantauprapat menuju Bandar Udara Kualanamu,sebuah Bandar udara internasional yang baru dioperasionalkan sebagai pengganti Bandar Udara Polonia Medan.Sebagaimana layaknya jalan menuju sebuah Bandar Udara Internasional yang berbeda dengan sebagaimana layaknya jalan menuju Desa “Regional” , jalan menuju Bandara Kualanamu lebar dan mulus.Lampu jalan berwarna emas berbaris menambah rasa yakin di hatiku bahwa hidup di Indonesia memang indah dan membanggakan dalam hal-hal yang berbau internasional.

            Benar saja ! Tak sempat aku puas menikmati barisan lampu jalan keemasan tersebut , aku sudah mesti pula menikmati lampu-lampu yang bertabur si sana-sini di lokasi yang begitu luas dan terbuka,juga dalam warna keemasan, jika tidak karena perasan malu ingin rasanya aku membangunkan isteri dan puteriku Syarifah Muthia agar mereka ikut menikmati suasana internasional yang mungkin untuk disajikan bagi para pendatang dari Negara luar itu,namun tak sampai sepuluh menit kemudian mataku dipaksa untuk menikmati keindahan bangunan utama  Bandar Udara baru itu.”Sebuah konsep bangunan modern…” bisik hatiku kagum,dan sampai di situ kekaguman ini terputus oleh berhentinya taksi yang kami tumpangi di gerbang utama terminal keberangkatan domestik,orang-orang domestik juga sudah ramai pada pukul empat dinihari waktu domestik itu.

            Alkisah waktu sholat subuhpun tiba,tanpa kesulitan aku menemukan musholla di lantai bawah bangunan besar itu,di sinilah judul tulisan ini terniat dalam benakku,di saat jamaah sholat subuh di musholla Bandara Kualanamu itu manut pada perintah imam yang kami angkat berseru lembut, : ”Sawwuu shufuufakum…! Luruskan Shaf dan rapatkan…!” Bagaikan kena pengaruh hipnotis kami jamaah kecil di musholla kecil itu dengan patuh membentuk shaf yang lurus dan rapat dalam dua shaf.

Yap ! Lurus dan rapat ! Ku khusu’kan qolbu dalam sholat subuh yang kurasa dalam kesempurnaan ini yang belum pernah ku rasakan di masjid lingkungan rumah ku,karena  mungkin masih banyak orang yang merasa risih bersentuhan dengan sesama laki-laki dalam shaf,masih ada mungkin yang kaya merasa tak pantas bersentuhan dengan yang miskin, yang muda dengan yang tua,yang sehat dengan yang sakit,dan seterusnya sehingga mereka menghindar  jika  ada yang ingin bersentuhan kaki dan bahu , atau mungkin juga mereka belum mengetahui hukum “Meluruskan dan merapatkan shaf ” sebagaimana hadist Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :

1.Dari Anas bin Malik, dari Rasulullah beliau bersabda “:Lurus rapatkan  shaf kalian, karena lurus rapatnya  shaf adalah bagian dari kesempurnaan tegaknya shalat.”   (HR. Bukhari - Muslim)
          2.Dari Nu’man bin Basyir, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:“Benar-benarlah kalian dalam meluruskan shaf,  atau (jika tidak) niscaya Allah akan membuat perselisihan di antara wajah-wajah kalian.” (HR. Muslim No. 436)
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ini menunjukkan ancaman keras bagi yang tidak mematuhinya, yakni Allah akan menyiksa mereka dengan adanya perselisihan di antara wajah-wajah mereka. Maksudnya menurut pendapat Imam An Nawawi adalah jika umat Islam mengingkari perintah meluruskan dan merapatkan shaf maka Allah akan menghukum dengan rasa permusuhan, kebencian, dan perselisihan hati di antara sesama muslim.

Perintah merapatkan barisan adalah anjuran yang sangat kuat, dan itu bagian dari kesempurnaan shalat. Bahkan Imam Bukhari mengatakan itu wajib.   Beliau dalam kitab Shahih-nya telah membuat Bab : Itsmi Man Lam Yutimma Ash Shufuf  (Berdosa bagi orang yang tidak menyempurnakan shaf). Apa yang ditegaskan Imam Bukhari dalam bab khusus tersebut menunjukkan bahwa  menurutnya merapatkan shaf adalah wajib, sebab hanya perbuatan wajib yang jika ditinggalkan akan mendatangkan dosa.

            Subhanallah…betapa mungkin karena banyaknya sholat berjamaah yang tidak meluruskan dan merapatkan shaf yang membuat saat ini begitu banyak perselisihan diantara sesama muslim di negeri mayoritas muslim ini.Kuangkat wajahku dari sajadah,kurampungkan kemakmumanku dengan tasyahud akhir,kuhembuskan salam ke kanan dan ke kiri , memohon keselamatan bagi saudara-saudaraku sesama muslim dari Masyrif ke Maghrif,sebuah doa dari seorang hamba yang banyak dosa sedikit istighfar,sedikit ilmu tetapi banyak jumawa.

Yogyakarta,16 Agustus 2013

Selasa, 06 Agustus 2013

Muhasyabah



Muhasyabah
Sholat dan amalan zikir ba’da Subuh di masjid baru saja ditutup imam dengan istighfar dan sholawat atas Muhammad ibnu Abdullah.Langit mulai menampakkan warna abu,pertanda matahari mulai mendekati kaki langit di timur sana untuk selanjutnya ia lengkapi titah ilahi atasnya yaitu menebarkan sumber kehidupan dan keindahan bagi bumi dan segala makhluk yang mendiaminya sampai nanti sebelum senja di mana gelap akan menenggelamkannya di lazuardi sebelah barat.
Subuh ini adalah subuh ke dua puluh delapan Ramadhan 1434 Hijriah.Dua atau tiga subuh lagi Ramadhan akan berlalu meninggalkan para perindu syurga pelantun munajat di masjid-masjid di seluruh dunia,ya… di seluruh jagad raya ini.
Akan halnya aku, di subuh ini aku terpuruk dalam kesedihan yang indah setelah dalam i’tikafku malam tadi kujelajahi jejak yang terukir di sepanjang jalan di belakangku dari Ramadhan ke Ramadhan sepanjang ingatanku.Duhai,ke mana indahnya Ramadhan masa kanak-kanakku ketika mengumpul jambu klutuk,rambutan, dan mangga siang harinya untuk di makan nanti setelah berbuka ? Ke mana indahnya Ramadhan di kampung  menjelang remajaku , ketika sholat tarawihku tak pernah khusuk karena menanti saat tadarus Alquran  yang biasanya mataku dan mata puteri Pak Rahim selalu kami pertemukan ? Di mana pula indahnya Buka puasa bersama ketika aku menjadi ketua Remaja Masjid Attaqwa Jalan Gajahmada Rantauprapat , saat aku ke GE – Eran karena menurut perasaanku waktu itu ada dua atau tiga gadis yang menaruh hati padaku ? Keindahan masa-masa tersebutlah yang membuat aku terpuruk dalam kesedihan ini.
Ternyata waktu adalah pedang yang memisahkan aku dengan semua keindahan itu,namun saat ini aku telah menemukan keindahan baru yang jauh lebih asyik-masyu’,keindahan itu kuperoleh setelah aku tau bahwa waktu jugalah yang akan mengusung maut untuk merenggut keindahan dan kelezatan dunia ini dalam jumlah segalanya.

Sabtu, 20 Juli 2013

MENCARI MAKNA MASBULLOH




                                       Mencari Makna Masbulloh

Bulan puasa begini jika kita hayati pengamalannya membuat iman kita meningkat dan perilaku orang di luar sana yang bermacam ragam terkadang bisa membuat tekanan darah kita meningkat juga.
Kemarin sore saya dan isteri mencoba suasana baru dalam menanti tibanya waktu berbuka puasa yaitu jalan-jalan sore sambil mencari penganan yang pass buat selera orang setua saya dan isteri.

Dari rumah saya mulai JJS ini dengan bismillah untuk mencari suasana baru setelah satu minggu mengurung diri dan memenjarakan mata di rumah,tanpa infoteintmen plus tanpa sajian aurat para artis,bahkan tanpa acara-acara televisi berlabel Hikmah Ramadhan berbalut maksiat itu.
Saya duduk di belakan stir dan si Hajjah di samping saya sebagai navigator dalam hunting ride dalam rangka memanjakan lidah ketika berbuka nanti. Musik di radio seakan menenggelamkan kami dalam lautan dosa ,betapa tidak lagu yang diputar oleh operator di ujung sana adalah lagu yang liriknya syarat maksiat : Ku hamil duluan , sudah tiga bulan gara-gara pacaran .......... berduaan , tapi anehnya meskipun sedang berpuasa lagu cabul itu terus mendampingi perjalanan kami karena mungkin fokus perhatian kami cuma satu memilih-milih makanan yang berjejer sepanjang jalan yang tepat untuk berbuka puasa dan lagu itu terabaikan. 
Kaca depan mobil seperti rolling etalase menyajikan berbagai pajangan yang jika dipandang tidak dengan filter iman maka ketika pulang dari niat baik membeli bukaan ini bagasi mobil akan penuh dengan bungkusan-bungkusan dosa mata,dan puasa hari ini menjadi ringan timbangannya karena pahalanya telah banyak berkurang.
Di ujung episode JJS bersama si Hajjah ini selera saya tertarik pada kue tradisional bernama Ongol-ongol , kue seperti ini dulu di kampung adalah kue trade mark almarhum Ummi saya karena di sawah ada pohon sagu yang jika sudah tua suka ditebang Almarhum Babah saya untuk diambil sagunya.( Ah... sebuah nostalgia biru...) Mobil berhenti,kami berdua turun ke ongol-ongol itu.
Ketika si Hajjah menunggu antrian penjual membungkus kue nostalgia itu,hidung saya menghirup aroma parfum yang cukup menggoda,dan tanpa istighfar sebelumnya mataku memaksa leherku berputar ke arah belakang mencari sumber aroma.Ternayata dua orang perempuan muda tanpa jilbab,dan memang harus tanpa jilbab karena mereka berdua memakai T.Shirt ketat tanpa tangan dan celana pendek sebangsa Jin ( Maksudnya Jeans ),jadi syukurlah mereka tidak memakai jilbab padahal dari paras wajahnya saya yakin mereka berdua adalah muslim.
Jantung saya berdetak lebih kencang dari biasa,bukan karena apa-apa melainkan hati saya berkata saya harus menegur kedua orang yang mengobral aurat di tengah kerumunan orang laki-laki dan perempuan yang tengah berpuasa. Saya berbalik karena mereka persis di belakang saya.
" Dik ! Hargai sedikit bulan Ramadhan dan orang-orang yang sedang berpuasa ini kenapa ?" Sebuah teguran telak dan langsung ke mulut gawang.
" Kenapa rupanya pak Haji ? ",kata yang berkulit lebih gelap menangkap bola dan melemparkannya ke mulut gawang saya.
" Ini kan bulan ramadhan sebaiknya adik berdua berpakaian sopan,dan tertutup lah ! "
Belum sempat seperdelapan detik,kata-kata saya itu sudah disambar oleh masih si kulit gelap tadi ; " Bapak Masbulloh , ya ? "
Pertanyaan yang menyambar itu saya tercekat dan agak agak ragu akan originalitas telinga saya,apakah dia menanyakan nama saya , atau kata Masbulloh ini adalah istilah bahasa Arab yang lagi trend sebagai istilah untuk orang yang memberi nasehat sambil marah.
" Apa kamu bilang ? ", tanya saya.
" Bapak Masbulloh,ya ?",katanya menegaskan.
" Bukan,saya haji Sayyid ",jawab saya yakin.
" Bukan nama bapak yang saya tanya". Kata si kulit gelap sementara si kulit putih dari tadi saya lihat senyam - senyum kepada temannya itu.
Kalau bukan menanyakan nama saya,lalu apa itu Masbulloh yang dimaksudkan oleh perempuan yang tak beretika busana ini ? Saya bengong,mereka meninggalkan saya untuk maju ke antrian depan saya.
Saya melangkah meninggalkan mereka dan cepat-cepat menuju mobil dan tak berani melihat ke belakang sama sekali.
Di sepanjang jalan pulang fikiranku tertuju terus kepada apa makna kata Masbulloh tadi. Kucoba mengingat maknanya dari kamus bahasa Arab tidak ketemu,call a friend juga nggak tau.Sungguh aku telah tenggelam dalam penasaran yang luar biasa.
Sesampai di rumah saya cepat-cepat memanggil puteri saya dan menceritakan peristiwa yang membuatku penasaran tersebut secara lengkap.
" Jadi mbak-mbak itu bertanya babah Masbulloh ya ? Begitu ? ". Tanya puteri saya juga sambil senyam-senyum.
"Iya,kenapa ? Apa maksudnya Masbulloh ?
"Mbak itu kesal ditegur seperti itu,bah ",kata puteri saya.
" Jadi....?"
" Jadi Mbak itu bilang Masbulloh !"
" Apa itu Masbulloh ?"
" Masalah buat Loh ?"
 Mati aku....!

Sabtu, 13 Juli 2013

Gizi Bagi Iman


 Gizi Bagi Iman

Sebagaimana jasad raga kita Iman juga butuh gizi dan perlindungan agar ia tumbuh bersemi,sehat,kuat dan tahan uji.Iman yang bersemayam di dalam qolbu manusia akan terinfeksi berbagai virus penyakit yang menghinggapi qolbu sehingga secara bersamaan antara iman dan qolbu saling mempengaruhi yang dampaknya akan terlihat secara zahir berupa amal perbuatan jasmani.
Rasulullah saw dalam salah satu hadistnya menyebutkan bahwa di dalam diri seorang hamba terdapat segumpal daging yang apabila daging tersebut baik (sehat)maka baiklah amalnya,namun apabila segumpal daging tersebut buruk (tidak sehat) maka buruk pula amalnya. Itulah qolbu ! Jadi,antara Iman,Qolbu,dan amal saling berkaitan pula.

Saudaraku muslim yang dimuliakan Allah,siapakah yang dapat melindungi, memupuk dan merawat qolbu dan iman kalau bukan kita yang punya jasad tempat bersemayamnya kedua unsur vital tersebut, yang menjadi penentu bagi kebahagiaan di dunia dan kemaslahatan hidup di akhirat.Permasalahnnya adalah bagaimana melindungi,memupuk dan merawat qolbu dan iman agar terjaga,tumbuh subur,serta sehat,apalagi qolbu dan iman keberadaannya bersifat ghaib.

Mungkin beberapa hal di bawah ini dapat menjadi pertimbangan bagi saudaraku muslim yang awam seperti saya dalam upaya melindungi,memupuk,dan merawat qolbu dan iman.
Pertama : Lindungi qolbu dengan menjauhi maksiat.
Kedua    : Kikis penyakit qolbu dengan banyak-banyak istighfar.
Ketiga    : Tenangkan qolbu dengan mendawamkan zikir.
Keempat :Jinakkan qolbu dengan rutinitas membaca Alquran.
Kelima   : Bangkitkan gairah qolbu dengan kecintaan duduk dalam majelis ilmu.

Saudaraku muslim, kemajuan iptek saat ini di satu sisi memang tidak dapat kita pungkiri sangat banyak memberikan kemudahan bagi kehidupan umat manusia,tetapi di sisi lain iptek teramat banyak menebarkan maksiat,bagaikan hujan anak panah yang bertubi-tubi menyerang qolbu orang yang beriman maupun yang tidak beriman. Namun demikian meskipun terlalu berat untuk menjauhi maksiat,adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menjauhinya jika ingin menyelamatkan qolbu atau hati kita ini dari kerusakan.
Ketahuilah saudaraku,sebahagian orang menganggap maksiat itu adalah perbuatan dosa besar saja seperti berzina,membunuh,mencuri,berjudi,merampok,memperkosa dan lain sebagainya yang jumlahnya terbatas,padahal bicara bohong adalah maksiat,berlebihan dalam memandang adalah maksiat,memakan makanan yang tak jelas halalnya adalah maksiat,bergaul dengan orang-orang jahil juga maksiat,dan tentunya banyak lagi bahkan sulit dihitung dengan angka maksiat-maksiat yang terus menerus menyerang qolbu kita sehingga jika tidak kita lindungi maka qolbu kita akan sakit dan semakin kronis yang akan menghantarkan kita menjadi manusia durjana yang tak mampu menemukan Shiraat Mustaqiim , jalan kembali kepada Allah yang dekat tidak berantara dan jauh tidak berjarak.

Saudaraku muslim rahimakumullah,Imam Al-ghozali mengumpamakan qolbu manusia seperti cermin yang apabila tidak pernah dihapus atau dibersihkan,sebuah cermin akan menjadi kusam berdebu sehingga tidak dapat menangkap cahaya,dan tidak pula dapat memantulkannya.Begitu pula qolbu kita jika tidak selalu dibersihkan dengan istighfar,maka ia akan menjadi gelap kusam tak dapat menerima nur hidayah dari Allah dan tidak pula mampu membagikannya kepada sesama muslim.
Banyaklah kita beristighfar mohon ampun kepada ilahi robbi yang maha pengampun sebanyak apapun dosa yang telah kita perbuat.

Saudaraku muslim yang dirahmati Allah,qolbu atau hati manusia cenderung dipenuhi dengan kecemasan dan ketakutan dalam konteks keduniaan.Kita selalu cemas menghadapi kehidupan ini, yang miskin takut tidak dapat menafkahi keluarga,takut tidak mampu menanggulangi biaya pendidikan anak-anak,takut dihina dan dicaci jiran tetangga karena hidup miskin. Mereka yang kaya cemas mengalami kebangkrutan,takut jatuh dari jabatannya,takut menjadi miskin,takut dilecehkan oleh orang lain.Kondisi qolbu yang cemas seperti ini akan menjadikan hidup kita tidak syakinah,melainkan selalu gelisah dan keluh kesah sehingga tidak ada kebahagiaan,dan akan membawa kita kepada kehidupan yang mengejar uang,mengejar harta tanpa kenal waktu,tanpa kenal agama.Agar kita tidak terjerumus pada kondisi qolbu yang liar dan kehidupan memburu harta seperti itu maka rutinkan berzikir mengingat Allah,luangkan waktu di sela kesibukan untuk Sholat mengingat Allah.

Saudaraku,kenikmatan dunia ini tidak berarti sama sekali jika dibandingkan dengan kenikmatan yang akan kita terima di syurga nya Allah swt , waktu bagi kita juga dalam menikmati keindahan dunia ini sangat singkat,hanya berkisar 60 tahun sampai 70 tahun saja,sedangkan kenikmatan di syurga itu kekal abadi selama-lamanya,sehingga menurut hemat saya tak perlulah kita sampai bringasan dalam mereguk kenikmatan dunia ini sampai-sampai kita menghalalkan yang haram,lupa daratan,lupa diri dan lupa bahwa ada masanya kita ini akan mati dan dimintai pertanggungjawaban akan umur,akan anak,akan isteri,akan harta dan kewajiban-kewajiban kita lainnya yang telah ditetapkan oleh Allah swt.
Jangan biarkan kehidupan bringas dan liar menguasai qolbu dan diri kita,jinakkan dengan mengamalkan secara istiqomah membaca Alquran.

Saudaraku muslim tercinta,sebahagian kita kaum muslimin qolbunya tidak bergairah dalam beragama,ia berprinsip agama itu hanya sebuah tuntunan untuk hidup dalam berbuat baik,jika kita sudah bisa berbuat baik sesama manusia,berbuat baik kepada keluarga dan jiran tetangga sudah cukup.Tak perlu repot-repot sholat berjamaah ke masjid, tak perlu menghadiri hajatan tetangga, tak perlu aktif dalam mengurusi jenazah,mengurusi anak yatim,fakir miskin, tak perlu mengikuti pengajian,silaturahmi,dan tetekbengek agama yang lainnya. Qolbu yang seperti ini adalah qolbu yang tanpa gairah agama. Jika semua kaum muslimin berprinsip seperti ini maka sudah lama sekali Islam itu tinggal kenangan saja.Gairahkan kehidupan beragama dalam diri kita dengan mencintai majelis ilmu,karena  majelis ilmu akan membuka cakrawala berfikir islami,melatih diri untuk menghargai pendapat orang lain , membahas aktifitas keagamaan lainnya dalam rangka mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat juga.

Akhirnya saudaraku muslim yang dirahmati Allah,ingatlah : Awal bencana bagi seorang hamba Allah adalah kerasnya hati,awal kerasnya hati adalah membiasakan diri dalam lupa kepada Allah,membiasakan diri tidak mengerjakan sholat,membiasakan diri tidak puasa Ramadhan,tidak berzakat,tidak bersedekah,membiasakan diri asyik dengan tipu daya dunia,membiasakan diri dengan maksiat baik besar mau pun kecil.

**Rantauprapat,18 Juni 2013.