Selasa, 24 Desember 2013
Jumat, 20 Desember 2013
Syair Yang Membuat Imam Ahmad Ibnu Hambal Menangis Terisak-isak
Diposting oleh
Unknown
Jika Allah bertanya kepadaku
Tidakkah ada rasa malu dalam hatimu
Bermaksiat kepadaku ?
Bagaimana engkau dapat menjawab
Dan siapa pula yang dapat menyelamatkan engkau wahai diriku yang semalang-malangnya umat ?
Aku telah menghanyutkan jiwaku dalam impian dan angan-angan yang berkepanjangan
Lupa pada apa yang akan kuhadapi setelah mati menafikan apa yang akan terjadi setelah aku dikafani
Seakan aku telah dijamin untuk hidup selamanya
Seakan mati tak akan pernah menghampiri
Dan kini telah datang kepadaku sakarotulmaut yang menakutkan
Siapa sekarang yang mampu melindungi
Kupandangi wajah-wajah
Apakah ada mereka yang dapat menebusku ?
Akan tiba saatnya aku ditanya
tentang apa yang telah aku lakukan selama di dunia
Akan disoal pula tentang amal apa yang akan menyelamatkan diri ini
Maka bagaimana bisa aku menjawab
setelah urusan agamaku aku abaikan
Celakanya diriku....
Malangnya nasib ini....
Apakah aku tak mendengar ayat-ayat Allah yang menyeru-nyeru ?
Apakah aku tak mendengan tentang apa yang diberitakan dalam surah Qaaf dan Surah Yaasiin
Adakah aku tak mendengar tentang hari dikumpulkannya manusia
Hari penghimpunan dan hari ad-deen
Adakah aku tak mendengar ajal maut yang menyeru dan menjemputku ?
Maka ya Rabb,
Sekarang hamba datang dan bertaubat
kepada siapa yang dapat melindungi aku
Kepada siapa lagi ya Rabb,
melainkan engkau yang memiliki pengampunan yang luas
yang membimbingku pada jalan kebenaran
Kini aku telah datang kepada Mu
maka kasihanilah aku
Beratkanlah timbangan kebaikanku
Ringankan Hisabku
Karena Engkaulah yang terbaik dalam penghisaban , Yaa Arhamarroohimiiin...
Rantauprapat,21 Desember 2013
Senin, 25 November 2013
WANITA TAULADAN
Diposting oleh
Unknown
SITI AISYAH R.A
Selain itu Siti Aisyah ra juga dikenal sebagai perawi hadits.Beliau tercatat meriwayatkan 2210 hadits dari Rasulullah saw,Abu Bakar,Umar bin Khatthab,Fatimah Azzahra,Sa'ad bin Abi Waqqash,Hamzah bin Umarah Al-Aslami,dan Jadzamah binti Wahab.Dari sejumlah itu,sebanyak 27 hadits dikemukakan dalam kitab Shahihain dan hadits yang kualitasnya muttafaq 'alaih sebanyak 174 hadits.
Rasulullah saw sendiri menyatakan dalam salah satu haditsnya ," Ambillah dua pertiga agama kalian dari Al Humaira ( yaitu Siti Aisyah ).Beliau Rasulullah saw juga bersabda,"Keutamaan Siti Aisyah dengan Wanita yang lain adalah seperti keutamaan tsarit (yaitu makanan berupa daging dan roti) dibandingkan dengan makanan yang lain ". ( Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim,dari Anas )
( Rantauprapat,26 Nov.2013 dikutip dari :Syaamil Al-Qur'an Special for Women-PT Sygma )
Siti Aisyah adalah putri kandung sahabat Rasulullah saw yang bernama Abu Bakar r.a. Nasab Aisyah bertemu dengan Rasulullah saw pada orang yang bernama Murrah bin Ka'ab bin Lu'aiyy. Rasulullah menikah dengan Siti Aisyah setelah Khadijah,isteri beliau yang pertama,sudah wafat.Siti Aisyah menjadi isteri Rasulullah saw dalam usia yang sangat muda.Ketika Rasulullah saw wafat,siti Aisya baru berusia 18 tahun. Siti Aisya dikenal sebagai wanita yang suka bersedekah kepada orang-orang fakir dan miskin,suka menzahirkan nikmat Allah,dan menyebut-nyebutnya dalam rangka mensyukurinya. Beliau juga dikenal sebagai orang yang mampu memberikan khutbah dengan baik dan komunikatif,sebagaimana yang diakui oleh sahabat yang bernama Ahnaf bin Qais,Musa bin Thalhah,dan Mu'awiyah.
Beliau Siti Aisyah juga dikenal sebagai ahli ilmu syari'at dan tafsir Alqur'an.Siti Aisyah banyak memberikan penjelasan tentang persoalan ilmu syari'at yang berkenaan dengan wanita,hubungan suami isteri,atau kerumahtanggaan.Beliaupun sering sekali memberikan penjelasan berkenaan tafsir suatu ayat Alqur'an. Sebagai contoh,Ubaid bin Umair pernah bertanya kepada Siti Aisyah ra tentang maksud firman Allah pada Surah Al-Baqarah ayat 225 :
"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud ( untuk bersumpah )".
Siti Aisya ra menjelaskan kepada Ubaid bin Umair bahwa yang dimaksud dalam ayat itu adalah perkataan manusia " Tidak,demi Allah ", atau "Ya,demi Allah" tanpa disengaja dalam hati untuk bersumpah maka tidak dihukum berdosa oleh Allah swt.
Selain itu Siti Aisyah ra juga dikenal sebagai perawi hadits.Beliau tercatat meriwayatkan 2210 hadits dari Rasulullah saw,Abu Bakar,Umar bin Khatthab,Fatimah Azzahra,Sa'ad bin Abi Waqqash,Hamzah bin Umarah Al-Aslami,dan Jadzamah binti Wahab.Dari sejumlah itu,sebanyak 27 hadits dikemukakan dalam kitab Shahihain dan hadits yang kualitasnya muttafaq 'alaih sebanyak 174 hadits.
Rasulullah saw sendiri menyatakan dalam salah satu haditsnya ," Ambillah dua pertiga agama kalian dari Al Humaira ( yaitu Siti Aisyah ).Beliau Rasulullah saw juga bersabda,"Keutamaan Siti Aisyah dengan Wanita yang lain adalah seperti keutamaan tsarit (yaitu makanan berupa daging dan roti) dibandingkan dengan makanan yang lain ". ( Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim,dari Anas )
( Rantauprapat,26 Nov.2013 dikutip dari :Syaamil Al-Qur'an Special for Women-PT Sygma )
Selasa, 12 November 2013
JIKA GALAU DAN DOA TAK DI IJABAH
Diposting oleh
Unknown
Jika Galau dan Doa Tak Diijabah
Duhai jiwa-jiwa yang larut dalam kegalauan yang menyiksa, mengapa menggelisahkan diri mengikutkan perasaan yang berkata-kata lalu hanyut dalam kepedihan yang mendera. Keadaan tak sesuai dengan keinginan , seolah-olah cobaan datang silih berganti memberatkan beban dalam jiwa tahun ke tahun. Hati terus dibawa bertanya-tanya ; " Apa salah dan dosaku sehingga cobaan ini tak pernah berhenti ?" Nasib tak pernah berubah , rezki tak juga berpihak , sabar sudah dijalani , usaha berulangkali dicoba , doa juga tak pernah dilupa , namun mengapa kondisi ini tak juga berubah,bahagia tak kunjung tiba ?
Duhai jiwa-jiwa yang gelisah yang terbuai dengan pertanyaan dari hati sendiri yang tak akan pernah menemukan jawaban pasti.Jika kau mau..... akan kubantu kau menentukan jawaban pertanyaan hatimu tentang apa salah dan dosamu sehingga sampai saat ini Allah belum juga mengabulkan keinginanmu . Seribu jawaban yang bersifat mungkin akan kuberikan kepadamu : Mungkin istighfarmu belum sungguh-sungguh,mungkin kesalahanmu terhadap orangtuamu belum dimaafkannya,mungkin ada orang yang kau zolimi dan kau belum meminta maaf padanya,mungkin ibadahmu masih kau campur dengan perbuatan syirik,mungkin,di hatimu ada sifat iri,mungkin amalmu dikotori oleh riya,mungkin wudhu'mu belum sempurna,mungkin kau kurang mau bersedekah,mungkin kau sering menyakiti hati saudaramu,mungkin matamu belum terpelihara,mungkin,mungkin ada hutangmu yang belum kau bayar,mungkin kau kurang bersyukur,mungkin kau menjaga kebersihan,mungkin makananmu belum sepenuhnya halal,mungkin kau suka berkumpul dalam majelis lalai,mungkin kau sering menunda zakat,mungkin kau enggan membaca Alqur'an,mungkin kau tidak mau menyantuni anak yatim,mungkin kau tidak suka berbagi ilmu , mungkin kau selalu memandang rendah orang lain,mungkin kau suka mengambil hak orang lain,mungkin bacaan sholatmu belum benar,mungkin kau enggan sholat berjamaah,mungkin kau suka menebar fitnah,mungkin kau pernah memutus silaturrahmi,mungkin kau enggan menebarkan salam,mungkin kau masih memelihara sifat sombong,mungkin kau belum sepenuhnya menutup auratmu,mungkin ada nazarmu yang belum kau penuhi,mungkin istinjakmu kurang sempurna,mungkin banyak ucapanmu yang tidak sesuai dengn perbuatanmu,mungkin kau enggan berinfaq,mungkin kau belum memahami adab berdoa,mungkin engkau enggan bersalawat atas Rasulullah SAW,mungkin banyak puasamu yang sia-sia,mungkin sholatmu kurang khusu',mungkin makananmu tidak dicuci bersih secara islami,mungkin kau lebih banyak bergaul dengan orang yang jahil,mungkin kau tidak suka memaafkan,mungkin kau masih memelihara sifat su'uzon,mungkin kau suka membuka aib orang lain,mungkin kau masih bangga dengan dosa-dosamu,mungkin kau suka berbohong,mungkin kau tidak dapat menjaga amanah,mungkin kau pedagang yang menguragi timbangan,mungkin kau suka mencaci orang, dan mungkin kau belum sepenuhnya beriman kepada Allah swt , mungkin dan mungkin,tapi ketahuilah... salah satu saja dari seribu mungkin tersebut dapat menjadikan sebab terhijabnya ( terhalangnya ) doamu dan memenjarakanmu dalam kegelisahan berkepanjangan.
Dari itu duhai jiwa-jiwa yang keluh kesah,hadirkan Allah dalam benakmu,kekalkan Dia dalam hatimu melalui zikir dan doa,istighfar (*Hafalkan dan amalkan secara rutin Sayyidul Istighfar ) dengan sungguh-sungguh,Allah itu sayang kok sama kita,tergantung pada kesungguhan kita aja mempertuhankan-Nya,meyakini keberadaan,kekuasaan,dan kasih sayangnya.
Satu hal yang harus anda fahami dan yakini yaitu :Allah pasti akan mengijabah doa dan harapanmu sesuai janjinya,namun harus sabar jangan inginnya cepat-cepat diijabah seolah-olah memaksa Allah,karena Allah lebih tau waktu yang tepat untuk doamu diijabah-Nya.Dan Allah berhak menggantikan doa dan harapanmu dengan sesuatu yang lain,yang mungkin nilainya lebih baik dan lebih besar daripada doamu, dan Allah juga berhak mengijabah doa dan harapanmu itu,nanti setelah di akhirat,di syurganya Allah swt , dimana segala sesuatunya begitu indah membahagiakan,kekal dan abadi selama-lamanya.Wiiih...Subhanallah.
Rantauprapat,13 November 2013
Duhai jiwa-jiwa yang gelisah yang terbuai dengan pertanyaan dari hati sendiri yang tak akan pernah menemukan jawaban pasti.Jika kau mau..... akan kubantu kau menentukan jawaban pertanyaan hatimu tentang apa salah dan dosamu sehingga sampai saat ini Allah belum juga mengabulkan keinginanmu . Seribu jawaban yang bersifat mungkin akan kuberikan kepadamu : Mungkin istighfarmu belum sungguh-sungguh,mungkin kesalahanmu terhadap orangtuamu belum dimaafkannya,mungkin ada orang yang kau zolimi dan kau belum meminta maaf padanya,mungkin ibadahmu masih kau campur dengan perbuatan syirik,mungkin,di hatimu ada sifat iri,mungkin amalmu dikotori oleh riya,mungkin wudhu'mu belum sempurna,mungkin kau kurang mau bersedekah,mungkin kau sering menyakiti hati saudaramu,mungkin matamu belum terpelihara,mungkin,mungkin ada hutangmu yang belum kau bayar,mungkin kau kurang bersyukur,mungkin kau menjaga kebersihan,mungkin makananmu belum sepenuhnya halal,mungkin kau suka berkumpul dalam majelis lalai,mungkin kau sering menunda zakat,mungkin kau enggan membaca Alqur'an,mungkin kau tidak mau menyantuni anak yatim,mungkin kau tidak suka berbagi ilmu , mungkin kau selalu memandang rendah orang lain,mungkin kau suka mengambil hak orang lain,mungkin bacaan sholatmu belum benar,mungkin kau enggan sholat berjamaah,mungkin kau suka menebar fitnah,mungkin kau pernah memutus silaturrahmi,mungkin kau enggan menebarkan salam,mungkin kau masih memelihara sifat sombong,mungkin kau belum sepenuhnya menutup auratmu,mungkin ada nazarmu yang belum kau penuhi,mungkin istinjakmu kurang sempurna,mungkin banyak ucapanmu yang tidak sesuai dengn perbuatanmu,mungkin kau enggan berinfaq,mungkin kau belum memahami adab berdoa,mungkin engkau enggan bersalawat atas Rasulullah SAW,mungkin banyak puasamu yang sia-sia,mungkin sholatmu kurang khusu',mungkin makananmu tidak dicuci bersih secara islami,mungkin kau lebih banyak bergaul dengan orang yang jahil,mungkin kau tidak suka memaafkan,mungkin kau masih memelihara sifat su'uzon,mungkin kau suka membuka aib orang lain,mungkin kau masih bangga dengan dosa-dosamu,mungkin kau suka berbohong,mungkin kau tidak dapat menjaga amanah,mungkin kau pedagang yang menguragi timbangan,mungkin kau suka mencaci orang, dan mungkin kau belum sepenuhnya beriman kepada Allah swt , mungkin dan mungkin,tapi ketahuilah... salah satu saja dari seribu mungkin tersebut dapat menjadikan sebab terhijabnya ( terhalangnya ) doamu dan memenjarakanmu dalam kegelisahan berkepanjangan.
Dari itu duhai jiwa-jiwa yang keluh kesah,hadirkan Allah dalam benakmu,kekalkan Dia dalam hatimu melalui zikir dan doa,istighfar (*Hafalkan dan amalkan secara rutin Sayyidul Istighfar ) dengan sungguh-sungguh,Allah itu sayang kok sama kita,tergantung pada kesungguhan kita aja mempertuhankan-Nya,meyakini keberadaan,kekuasaan,dan kasih sayangnya.
Satu hal yang harus anda fahami dan yakini yaitu :Allah pasti akan mengijabah doa dan harapanmu sesuai janjinya,namun harus sabar jangan inginnya cepat-cepat diijabah seolah-olah memaksa Allah,karena Allah lebih tau waktu yang tepat untuk doamu diijabah-Nya.Dan Allah berhak menggantikan doa dan harapanmu dengan sesuatu yang lain,yang mungkin nilainya lebih baik dan lebih besar daripada doamu, dan Allah juga berhak mengijabah doa dan harapanmu itu,nanti setelah di akhirat,di syurganya Allah swt , dimana segala sesuatunya begitu indah membahagiakan,kekal dan abadi selama-lamanya.Wiiih...Subhanallah.
Rantauprapat,13 November 2013
Minggu, 27 Oktober 2013
KETIKA ALLAH MEMANGGIL
Diposting oleh
Unknown
Bismillahirrohmanirrohiiim,bismillahillazi laa ilaaha
illa hualhayyulqoyyuum ; Bismillahillazi laa ilaaha illa hua zulzalaali wal
ikrom ; Bismillahillazi laa yadhurru ma’aasmihi sai umfil ardhi,walaa
fissamaa’i wahuassamii’ul aliim…Allahumma sholli ‘alaa sayyidina
Muhammad,wa’ala aali sayyidina Muhammad. Ditutupnya
zikirnya subuh ini ,dimulainya hari dengan nama penguasa langit dan bumi , dan
tak lupa dimohonkannya pula doa salam agar terlimpah kepada kekasih dan
kecintaan Allah ; Muhammad Ibni ‘Abdillah sebagai penyerahan segala urusan
hanya kepada-Nya, dan penghormatan serta kerinduannya kepada Baginda Rasulullah
yang tak seorang muslim pun tak
meneteskan air mata ketika berada di depan makamnya di sebuah sudut di Masjid
Nabawi,di kota Madinah yang bercahaya. Diulang-ulanginya salawat itu dengan suara
lirih agar kerinduan itu lekat erat menghiasi dinding hati yang cahaya dan
keindahannya diharapkannya dapat terpancar hingga pada lisan dan
pendengarannya,pada gerak dan langkah kakinya.
Subuh ini
lelaki setengah baya itu mungkin sedang
larut dalam keindahan rasa , karena sejuknya udara terasa indah di hatinya. Cahaya lampu hias
yang keemasan,dipandang indah. Aroma minyak wangi yang terhirup, juga membawa
nuansa indah. Cahaya subuh yang mulai mengusir gelap di luar sana, mengukirkan
efek yang indah. Dihirupnya nafas dalam-dalam, “ Begitu indah subuh ini…. “
kata hatinya. Diliriknya sahabatnya Yasir di bahagian lain di masjid itu yang
masih tafakur sambil tangannya asyik memetik buah-buah tasbih tanpa suara tanpa
kata-kata,pemandangan itu juga indah di hatinya.
Sebenarnya dia masih ingin berlama-lama
bersimpuh di masjid ini, namun entah kenapa seperti ada sesuatu di luar sana
yang mengajaknya untuk segera membuka sila. Perlahan dia bangkit meninggalkan
sahabatnya Yasir sendiri dalam asyik masyuknya berzikir. Subhanallah ! Dia
terperanjat luar biasa karena begitu dia menghenyakkan kakinya ke lantai
tubuhnya melayang sampai kepalanya menyentuh langit-langit masjid. Subhanallah
! Subhanallah ! , teriaknya dan hentakan kepalanya di langit-langit membuat tubuhnya
kembali melayang ke bawah hingga kakinya menyentuh lantai. Seperti sehelai bulu
angsa tubuhnya begitu ringan . Subhanallah…subhanallah…subhanallah… bisiknya
berkepanjangan menghilangkan rasa terkejutnya atas kejadian ini dan kalimah itu
mebuat hatinya tenang serta mengekalkan keindahan dalam segenap jiwa dan
raganya.
Dia mencoba
melangkahkan kaki kearah pintu dan ternyata energy yang digunakannya untuk
melangkah itu mampu menghantarkan hingga
ke depan pintu yang jauhnya lebih kurang sepuluh meter dari tempat berdirinya
semula,dia tidak terjatuh dan dia mulai menikmati keajaiban ini. Dia berbalik
kearah dalam masjid ingin mencoba keanehan yang terjadi pada dirinya ini. Kali
ini kedua kakinya serentak ia tumpukan seperti akan melompat ala katak dan , Hap
!!! Tiba-tiba saja dia sudah menempel di dinding masjid dekat dengan
langit-langit. “Hmmm…tak seorang manusia pun yang tau rencana dan kehendak
Allah…” Fikirnya. “Siapa sangka kalau subuh ini Allah telah jadikan aku seorang
Badman “. Hap! , dia pun mencoba ke sisi dinding lain, dan ziiip! Berhasil. Hap
! dan ziiip ! Hap ! Dan ziiip ! Gamis putihnya berkibaran ke sana-ke mari
menimbulkan suara klepak-klepak karena dia benar-benar terbang seperti
kelelawar besar berwarna putih. Sungguh aneh,begitu riuhnya the white badman ini beraksi namun
sahabatnya Yasir tetap dalam kekhusu’an zikirnya kepada Allah.
Setelah
berulangkali bermanuver dari sisi dinding satu ke sisi dinding yang lain,bahkan
sampai-sampai dia Rolling on the sky
beberapa kali,akhirnya white badman
ini penat juga,ia bermaksud segera pulang dan menceritakan kebesaran Allah ini
kepada isterinya.Seperti kelelawar yang akan menyergap mangsa dia pun terbang
kearah pintu melintasi halaman dan landing dengan sempurna persis di depan
pintu gerbang masjid ; “ Realy ! Ini bukan mimpi !” Bisiknya menegaskan dan
menguatkan hatinya. “Subhanallah… Subhanallah… Subhanallah “,kembali dia
bertasbih. Dia memandang alam sekitar dan sekali lagi dia diterpa rasa takjub
yang luar biasa akan suatu keindahan yang tak dapat digambarkan dengan
kata-kata karena rerimbunan pohon yang ada di seberang jalan telah berubah
menjadi taman yang tertata rapi pada pandangannya dalam remang kabut temaram.
Dengan liar matanya bergerak kearah kanan dan kiri ingin mengetahui secara cepat
apakah seluruh alam telah berubah tiba-tiba.Dan benar saja seluruh alam sejauh
matanya bisa menangkap telah berubah. Tak ada rumah-rumah , pos kamling , Tiang
listrik , warung sarapan pagi , dan tak ada juga kenderaan lalu lalang meski
sebuah. Seluruh pandangannya telah berubah indah dan ini bukan khayal tapi
sungguhan, bukan pula mimpi tapi kenyataan karena jelas dia sedang berdiri di
depan pintu gerbang masjid Al-Ikhlas Lingkungan Aek Siranda,Kelurahan
Siringo-ringo,Kecamatan Rantau Utara,Kabupaten Labuhanbatu,Provinsi Sumatera
Utara,kode pos 21413. Fikirannya juga
jernih tanpa rasa tertekan,takut,bingung,dan sejenis itu,buktinya dia masih
ingat sampai ke kode-kode pos segala dan dia juga ingat jalan pulang arah ke kanan
Allahu Akbar !
Semakin bertambah-tambah imannya kepada Allah atas perubahan yang terjadi
ini.”Innamaa amruhuu izaa arooda syai an Ayyaquula lahuu kun faya kuun.
Fasubhaanallazi biyadihii mala kuu tu kulli syai iwwa ilaihi
turja’uuun”.(Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu,Dia hanya
berkata kepadanya : Jadilah !,maka jadialah sesuatu itu.Maha suci Allah yang di
tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan).
Ya…semakin kuat keyakinannya semakin indah pandangannya,semakin bahagia
perasaannya,bahkan kebahagiaan ini adalah kebahagiaan yang meluap karena tak
cukup hatinya yang sepotong itu menampungnya sehingga melimpah kemana-mana,ke
tangan dan kaki ,ke hidung dan telinga,ke mata, ke kuku,ke rambut hingga
seluruh bulu-bulu yang ada,ke seluruh nadi , ke usus-ususnya , ke bilik kanan
dan bilik kiri jantungnya, ke pembuluh vena dan arteri , ke tulang dan
sumsumnya,subhanallah…
Ia pun melangkah
membawa segenap kebahagiaan hati dan keindahan pandangannya menuju rumahnya
agar bertemu dengan isteri tempatnya berbagi kebahagiaan. Sepanjang perjalanan
menuju rumahnya,tak henti hentinya dia bertasbih kepada Allah karena
pohon-pohon seakan berebutan memperlihatkan keindahannya masing-masing dengan
bunga yang besar-besar berwarna-warni melambai dan menjulurkan tangkainya
sehingga harum yang terkibas dari kelopak-kelopaknya menebarkan harum yang luar
biasa dan tak pernah tercium olehnya sepanjang usianya. Ternayata dia hanya
butuh tiga langkah saja untuk sampai ke rumahnya,karena satu ayunan langkahnya
kini mampu menerbangkannya hingga lima puluh meter ke depan,dan daya lambungnya
hingga dua puluh meter ke atas,ringan bagaikan sehelai bulu angsa ditiup angin yang lembut.
“Assalamu
‘alaikuuum ya ‘Umairoh…”, ia mengucap salam kepada isterinya menirukan salam
Rasulullah kepada Siti Aisyah. Tak ada jawaban dari isterinya lalu ia masuk
melalui pintu samping yang biasa dibuka isterinya kuncinya sebelum melaksanakan
sholat shubuh. Setelah berada di dalam rumah ia mendengar suara lembut
isterinya sedang membaca Surah Arrahman,ya… suara itu begitu merdu dalam
pendengaranya : “ Fabi ayyi ‘aaalaaa
irobbikuma tukazzibaaaan…”, ayat itu berulang dan berulang terus dilantunkan
oleh bibir isterinya sehingga ia begitu terbuai dan terhenyak duduk di lantai
di depan pintu kamar tidur mereka itu. Seluruh persendiannya seolah lepas dari
tungkainya. Betapa lembut dan merdunya suara itu,betapa berkesannya makna yang
terkandung dari Surah yang melantun dari bibir merah itu ; Fabi ayyi ‘aaalaaa irobbikuma tukazzibaaaan,”Nikmat
Allah yang mana lagi yang engkau dustakan ?”. Dengan enteng ia bangkit dan
berniat untuk kembali lagi ke masjid berziikir dengan sahabatnya Yasir yang
pasti belum pulang karena di luar langit masih temaram. Perlahan-lahan karena
takut mengusik kekhusu’an isterinya ia pun beranjak ke luar dan dengan agak
terburu-buru ia terbang ( bukan dalam tanda kutip ) menuju masjid dan, zzziiip
! Tau-tau dia sudah berada di depan pintu masjid.
Niatnya untuk
kembali berzikir di masjid ini agaknya urung karena di dalam masjid ia melihat
ada Sembilan atau sepuluh orang laki-laki yang terdiri dari sahabatnya Yasir,
Jamaluddin Siagian, Sahren Munthe, Syahrul Tambak, Mugimin dan yang lainnya
sedang berkerumun di depan tiang besar tempat ia biasa duduk berzikir. Dalam
hatinya tak sedikit pun rasa heran tentang apa yang dikerumuni mereka dan apa
yang dikerjakan mereka. Kelihatan sahabat-sahabatnya ini sedang sibuk dan panik
, seseorang keluar dengan terburu-buru,seseorang masuk juga dengan
terburu-buru, orang-orang masuk lagi,masuk lagi,masuk lagi bahkan
ibu-ibu,pemuda,gadis remaja, dan anak-anak hingga ruangan masjid menjadi ramai
sementara dia yang berdiri di depan pintu masjid itu tak seorang pun menegur.
Ia tersenyum ,“ Hmm…Allah telah menutupi aku dari pandangan mereka…”,bisiknya
perlahan seolah hanya ada dia dan Allah yang menyaksikan keramaian itu.
Sebahagian
ibu-ibu yang hadir terlihat menangis, seorang laki-laki ada yang bersuara keras
terdengar berkata dengan suara bergetar : “Tenang dulu kamu semua,tenang… orang
sebaik dia…tak mungkin secepat ini dipanggil Allah… kita masih membutuhkan dia
kok…”. Mendengar ucapan seperti itu apalagi dengan suara yang bergetar bukannya
malah menenangkan suasana tapi malah membuat sebahagian orang menangis dengan
suara yang kedengaran seperti lolongan srigala yang kesepian,seperti bunyi
seruling,biola,saxofhon,dan seperti raungan pilu perempuan-perempuan suku asmat
di rimba pedalaman Papua.
Akhirnya puncak
kepanikan itupun dipicu oleh suara berat seseorang , seberat hati yang tak
rela,dicampur air mata yang tak terbendung : “ Inna lillahi wa inna ilaihi
rooji’uuun “. Maka pecahlah udara di ruangan masjid itu,runtuhlah tiang besar
itu memporak-porandakan kubah dan menara,dinding dan mihrab oleh tangis seluruh
yang hadir. “Ini berita besar…! “, fikirnya “ Isteriku harus tau ! “,lalu
dengan sekuat tenaga ia pun melompat dan sampai persis di sebelah isterinya
yang masih hanyut dalam Surah Arrahman. “ Umi, ada yang meninggal di masjid “,
bisiknya ke telinga isterinya. Tapi karena Surah Arrahman begitu kuat mengekang
hati perempuan sholeha itu berita itu mungkin tak menarik sama sekali.Karena
tak ada reaksi dari isterinya ia pun beranjak naik ke tempat tidur menunggu
isterinya keluar dari keindahan Surah Arrahman,tak sampai dua menit setelah ia
merebahkan diri,dia pun tertidur tanpa mimpi,tanpa dengkur,tenang… setenang air
yang mengalir di sungai kecil di tengah hutan yang tak terjamah oleh siapa
pun,tanpa segalanya.
Akhirnya,isterinya
merampungkan bacaannya pada ayat terakhir Surah Arrahman : “Tabaarokasmurobbika
zil jalaali wal ikrooom “ ,”Maha suci nama Tuhanmu,pemilik keagungan dan
kemuliaan”. Terdengar ketukan dan salam di luar,isterinya keluar dari kamar dan
menyambut salam lalu membuka pintu. Seorang ibu yang belakangan diketahuinya
adalah Ibu Marhamah segera memeluk dan menciuminya.
“Ada apa kak ?”.
“Sabar ya buk” .
“Ya,insya Allah
saya sabar”.
“Bapak sudah dipanggil oleh Allah,di masjid”.
“Inna lillahi wa
inna ilaihi rooji’uun”
Meski langit
terasa runtuh,bumi seakan amblas,dan udara menjadi pengap,perempuan ini
berusaha untuk tegar,karena imamnya , ya…suaminya sebulan terakhir ini sering
mengingatkan tentang qadha dan qadhar adalah hak Allah, dan kewajiban kita
untuk tawakkal menerimanya,setelah itu akan menyusul hak kita,yaitu balasan
syurga dari Allah.
“Kak,sampaikan
kepada sahabat-sahabat almarhum,jenazah bapak dibawa ke mari,saya akan
memandikan dan mengkafaninya,tidak usah menunggu anak-anak yang jauh,akan
segera kita kebumikan sebelum zuhur,itu syari’at agama kita yang dicontohkan
baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam”.
Matahari redup
di ujung langit,wanita ini merebahkan dirinya persis disamping suaminya yang
tidur pulas tanpa mimpi.
“Babah…..”,
bisiknya lirih ketelinga bangkai suaminya itu.
Rantauprapat,
Minggu, 20 Oktober 2013
Sabtu, 05 Oktober 2013
Bagi Allah Tak ada yang Sulit
Diposting oleh
Unknown
Nggak Usah Stress
Saudaraku,di antara kita banyak yang susah fikirannya,sedih hatinya,galau perasaannya dan gelisah hidupnya.Banyak hal membuat suasana hidup ini menjadi begitu tidak nyaman,tidak fresh,sumpek dan membosankan.
Saudaraku,di antara kita banyak yang susah fikirannya,sedih hatinya,galau perasaannya dan gelisah hidupnya.Banyak hal membuat suasana hidup ini menjadi begitu tidak nyaman,tidak fresh,sumpek dan membosankan.
Teman saya seorang guru baru-baru ini nelfon dengan suara yang terbata-bata menceritakan kondisi ekonomi keluarganya yang dari dulu pas-pasan tidak dapat menabung sekedar persiapan kalau-kalau di antara keluarga ada yang sakit dan memerlukan biaya,syukurnya,katanya sampai saat ini belum pernah ada yang sakit sampai memerlukan biaya besar.
Dalam kesempatan berkomunikasi lewat telfon genggam itu saya menangkap suatu kegelisahan yang mendalam yang diakibatkan oleh angan-angan hidup yang sebenarnya menurut saya tidak terlalu muluk dan tinggi melainkan wajar dan manusiawi.Rupanya temanku yang sedang risau ini sejak dulu mengangankan keinginan memiliki mobil keluarga sebagaimana teman--teman seangkatan kami yang sudah pada punya mobil untuk kebutuhan transfortasi ke tempat tugas ,dan untuk kebutuhan lainnya terutama adalah kebutuhan marwah keluarga yang sudah dibina lebih dari 25 tahun dengan posisi Suami isteri pegawai negeri.
" Cuma itu ?" , tanya saya.
" Ya sekedar mobil pribadi ",jawabnya.
" Anak kamu ada berapa ? ".
" Tiga orang , yang pertama sudah tamat kuliah Kedokteran, dan sudah bertugas sebagai dokter PTT di Padang Lawas Utara".
" Yang nomor dua ? ".
" Yang kedua sudah tamat kuliah Kebidanan dan bekerja di salah satu Klinik bersalin di Medan ".
" Yang nomor tiga ? "
" Yang nomor tiga juga sudah tamat S1 Teknik USU,sekarang ikut konsultan teknik di salah satu perkebunan di Kalimantan Barat ".
" Lalu ? "
" Lalu apa ? ",ia balik bertanya.
" Lalu yang kamu susahkan,gelisahkan,risaukan,galaukan,dan keluhkan itu apa ? "
" Begini lho,sejak saya dan isteri menikah kehidupan kami begini-begini terus,hutang di bank jalan terus,gaji nggak pernah utuh diterima,tabungan kosong terus,kebun nggak punya,rumah sih ada tapi yah... sederhanalah.Pokoknya nggak ada peningkatanlah ! ".
Begitulah lebih kurang kegelisahan sebahagian saudara-saudara kita di luar sana dalam mengharungi kehidupan yang sementara ini.Wajar sih memang jika kita ingin begini ingin begitu ,takut ini,takut itu tapi kalau sudah keinginan terhadap sesuatau atau akan sesuatu itu sudah sampai menggelisahkan dalam diri kita,maka ini akan menjadi masalah besar dan berkepanjangan,dan bayangkan saja di mana kebahagiaan hidup jika hati telah dipenuhsesaki oleh kegelisahan yang tak berujung.
Saya katakan kepada sahabat saya tadi :
" Kamu lupa bersyukur,kamu lupa menyadari diri ! "
Eh...dia marah,"Siapa yang tak bersyukur ? Siapa yang tak sadar diri ? ",katanya.
Saudaraku... kalau ingin hidup tenang, senang, gembira,bahagia,tanpa gelisah apalagi stress tak ada jalan lain selain bersyukur kepada Allah SWT, melalui mendekatkan diri kepada-Nya , melalui ibadah dengan iman dan ilmu yang benar,melalui pengakuan yang sungguh-sungguh akan keberadaan,kekuasaan,dan kebesaran-Nya.
Jika hal itu sudah kita laksanakan itu berarti kita telah melaksanakan kewajiban kita sesuai tujuan dan titah penciptaan kita.Jika sudah demikian serahkanlah segala urusan kepada Allah,biarkan Allah yang mengatur dan menyempurnakan qudrat dan iradatnya terhadap jalan kehidupan kita,karena otak dan energi kita tak akan sanggup memikirkan,mengatur dan menyempurnakan hidup kita apalagi harus sesuai dengan kemauan nafsu yang tak berbatas.
Hafalkan dan fahami,serta amalkan doa Ashabulkahfi sebagai berikut : ROBBANA AATINA MILLADUNKA ROHMATAN WAHAYYI'LANA MIN AMRINA ROSHADA.
" Wahai Rob...kami , berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ".
Jadi , kita tak perlu pusing-pusing, tak perlu stress dalam menghadapi segala urusan dalam kehidupan ini , minta kepada Allah agar disempurnakannya bagi kita petunjuk yang lurus dalam urusan kita.Bukankah mustahil Allah tak sanggup menunjukkan jalan keluar yang terbaik bagi urusan kita tersebut ? Nah... Nggak perlu stresslah.
" Begini lho,sejak saya dan isteri menikah kehidupan kami begini-begini terus,hutang di bank jalan terus,gaji nggak pernah utuh diterima,tabungan kosong terus,kebun nggak punya,rumah sih ada tapi yah... sederhanalah.Pokoknya nggak ada peningkatanlah ! ".
Begitulah lebih kurang kegelisahan sebahagian saudara-saudara kita di luar sana dalam mengharungi kehidupan yang sementara ini.Wajar sih memang jika kita ingin begini ingin begitu ,takut ini,takut itu tapi kalau sudah keinginan terhadap sesuatau atau akan sesuatu itu sudah sampai menggelisahkan dalam diri kita,maka ini akan menjadi masalah besar dan berkepanjangan,dan bayangkan saja di mana kebahagiaan hidup jika hati telah dipenuhsesaki oleh kegelisahan yang tak berujung.
Saya katakan kepada sahabat saya tadi :
" Kamu lupa bersyukur,kamu lupa menyadari diri ! "
Eh...dia marah,"Siapa yang tak bersyukur ? Siapa yang tak sadar diri ? ",katanya.
Saudaraku... kalau ingin hidup tenang, senang, gembira,bahagia,tanpa gelisah apalagi stress tak ada jalan lain selain bersyukur kepada Allah SWT, melalui mendekatkan diri kepada-Nya , melalui ibadah dengan iman dan ilmu yang benar,melalui pengakuan yang sungguh-sungguh akan keberadaan,kekuasaan,dan kebesaran-Nya.
Jika hal itu sudah kita laksanakan itu berarti kita telah melaksanakan kewajiban kita sesuai tujuan dan titah penciptaan kita.Jika sudah demikian serahkanlah segala urusan kepada Allah,biarkan Allah yang mengatur dan menyempurnakan qudrat dan iradatnya terhadap jalan kehidupan kita,karena otak dan energi kita tak akan sanggup memikirkan,mengatur dan menyempurnakan hidup kita apalagi harus sesuai dengan kemauan nafsu yang tak berbatas.
Hafalkan dan fahami,serta amalkan doa Ashabulkahfi sebagai berikut : ROBBANA AATINA MILLADUNKA ROHMATAN WAHAYYI'LANA MIN AMRINA ROSHADA.
" Wahai Rob...kami , berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ".
Jadi , kita tak perlu pusing-pusing, tak perlu stress dalam menghadapi segala urusan dalam kehidupan ini , minta kepada Allah agar disempurnakannya bagi kita petunjuk yang lurus dalam urusan kita.Bukankah mustahil Allah tak sanggup menunjukkan jalan keluar yang terbaik bagi urusan kita tersebut ? Nah... Nggak perlu stresslah.
Langganan:
Postingan (Atom)


