meta content='100'http-equiv='refresh'/> ZIKIR & FIKIR

Kamis, 19 Juni 2014

JANGAN LARUT SENDIRI DALAM KENIKMATAN IBADAH



JANGAN LARUT SENDIRI DALAM KENIKMATAN IBADAH
Bahwa hendaknya janganlah kita larut sendiri dalam kenikmatan ibadah kepada Allah,tenggelam dalam keasyikan bersosial dengan masyarakat,lalu lupa bahwa di belakang kita ada anak-anak kita yang wajib kita didik sikap dan karakternya,kita penuhi dadanya dengan iman dan agama,kita bimbing akal dan fikirannya untuk menjadi generasi kita yang cerdas berfikir,taat beragama,tekun bekerja,santun bersikap,dan setia bernegara.  
Laki-laki berumur  50 tahun itu sejak usia muda sudah terlihat taat beragama. Meskipun dia bukan termasuk orang yang beruntung untuk bisa menuntut ilmu agama di sekolah sejenis pesantren atau institute ilmu agama Islam namun serba sedikit melalui ketekunannya membaca dan mengikuti pengajian di sana-sini dia tak jarang diberi kesempatan oleh masyarakat untuk memberikan ceramah subuh atau maghrib di masjid di RT tempat dia berdomisili. Artinya beliau adalah orang yang dikenal berilmu , mengamalkan sholat secara berjamaah di masjid, dan bersosiallisasi dengan baik di lingkungan tempat tinggalnya. Dia memiliki tiga orang anak perempuan yang cantik dan manis-manis disamping ada dua lagi putera beliau yang masih berusia  delapan dan sepuluh tahun.
Sebagai seorang  pegawai sebuah perusahaan yang sukses kehidupan keluarga beliau cukup mapan , tenang dan bahagia kelihatannya. Isterinya meskipun tidak se-‘alim beliau namun sholatnya ditegakkannya dengan istiqomah , tetap berhijab meskipun di dalam rumah apalagi jika ke luar rumah.

Namun sangat disayangkan ketiga orang anak perempuan beliau yang sudah beranjak remaja tak seorangpun yang menutup auratnya.Ketiganya memiliki kebiasaan yang sama dalam kehidupan sehari-hari ; suka mengenakan celana atau rok pendek untuk memamerkan bentuk kaki mereka yang bagus dan putih mulus ; suka mengenakan T-shirt  model ketat dan tanpa krah untuk memamerkan bentuk tubuhnya yang ramping. Dan…rambut yang diurai tanpa hijab,tanpa hijab mungkin untuk selamanya.

Ke mana ayah dan ibu ketiga gadis remaja yang cantik molek ini sehingga mereka tidak sedikitpun mewarisi sikap berpakaian seorang muslimah seperti ibunya,dan tidak menghargai keberadaan ayah mereka sebagai seorang ‘alim di lingkungan mereka. Bukankah ayah dan ibu mereka sangat mengetahui firman Allah :
 
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْلأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْجَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُغَفُورًا رَحِيمًا (٥٩)

"Hai Nabi, Katakanlah kepadaisteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka.yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. 
dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَبِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلالِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْأَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيإِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْأَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِالَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَبِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَىاللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١)

"Katakanlah kepada wanitayang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, danjanganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlahMenampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka,atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."  

Subhanallah,keluarga yang saya ilustrasikan di atas hendaknya dapat menjadi bahan pemikiran bagi kita semua ; bahwa hendaknya janganlah kita larut sendiri dalam kenikmatan ibadah kepada Allah,tenggelam dalam keasyikan bersosial dengan masyarakat,lalu lupa bahwa di belakang kita ada anak-anak kita yang wajib kita didik sikap dan karakternya,kita penuhi dadanya dengan iman dan agama,kita bimbing akal dan fikirannya untuk menjadi generasi kita yang cerdas berfikir,taat beragama,tekun bekerja,santun bersikap,dan setia bernegara.  

Medan,20 Juni 2014

Minggu, 08 Juni 2014

DETIK-DETIK WAFATNYA RASULULLAH SAW ( II )

EPISODE II ( Selesai )
Waktu seakan terhenti.Detik-detik perlahan mendekati saat di mana Izrail akan menyempurnakan tugasnya terhadap kekasih Allah ini.
Perlahan ruh yang suci Rasulullah saw ditarik.Duhai sedemikian sakitkah yang dirasakan oleh baginda Rasulullah ketika ruh beliau ditarik meski perlahan dan penuh penghargaan oleh malaikat Izrail di saksikan  pula oleh malaikat Jibril  sehingga tubuh beliau bersimbah keringat dan urat-urat leher beliau terlihat meregang.Perlahan beliau berbisik kepada Jibril : " Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini..."
Fatimah memejamkan matanya tak sanggup melihat laki-laki yang dicintai umatnya itu dalam kesakitan yang tak siapa pun dapat menolongnya.Suaminya Ali r.a.menunduk semakin dalam , dan Jibril a.s. memalingkan wajahnya jauh-jauh.
" Jijikkah kau melihatku sehingga kau palingkan wajahmu wahai Jibril ?" tanya Rasulullah kepada malaikat pembawa wahyu itu. " Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal ?",kata Jibril.
sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh karena sakit yang tak tertanggungkan. "Ya Allah,dahsyat nian maut ini,timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku,jangan kepada umatku...".
Di atas atap burung-burung merpati berhenti bersuara,seakan - akan mereka tau seorang penghulu para nabi sedang berjuang menahan rasa sakit karena ruhnya sedang dicabut dari jasadnya untuk dibawa ke hadapan Robbul izzati , pemilik ruh yang suci.
Perasaan sedih yang begitu dalam telah menghantarkan para sahabat yang setia, yang tak mau jauh dari kekasihnya itu kepada perasaan di awang-awang tanpa tercecah ke lantai , hidup seperti tak punya ruh lagi , lentera itu semakin redup , akan meninggalkan kegelapan.

Badan Baginda Rasulullah mulai dingin,kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.Hanya bibirnya yang bergetar seakan ingin mengucapkan sesuatu. Ali r.a.mendekatkan telinganya ke bibir mertua dan sahabatnya itu.
" Uushiikum bis-sholaati , wama.. malakats aimaanukum..." ("Peliharalah sholat,dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu ".) Bisik Rasulullah kepada Ali r.a.

Di luar kamar tangis mulai terdengar bersahutan,para sahabat berpelukan di rundung malang. Fatimah Azzahra menutupkan tangan di wajahnya, suaminya Ali r.a. kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah saw yang mulai kebiruan.
" Ummati....Ummati....Ummati...." ( Ummatku... Ummatku... Ummatku...) Suara itu begitu lemah , semakin tidak terdengar lagi , dan itulah suara serta titah beliau yang terakhir yang siapun yang merindukan suara laki-laki mulia itu takkan pernah bisa mendengarnya lagi.

Kabar segera disampaikan dari mulut- ke mulut hingga seluruh kota Madinah Almunawwaroh mengetahui Rasulullah Muhammad  saw putra Abdullah, nabi akhir zaman , pemegang hak atas syafa'at di yaumil mahsyar itu telah meninggal dunia.
Dari kejauhan Umar Ibnu Khattab datang dengan kuda yang dipacu kencang serta dengan pedang yang dia acung-acungkan berteriak : " Siapa yang mengatakan Rasulullah Muhammad Ibnu Abdullah telah wafat, akan kutebas lehernya !" Berulang-ulang kalimat itu ia ucapkan sampai akhirnya ia turun dari kudanya dan ia terkulai layu ketika mendapatkan sahabatnya Abu Bakar Assiddiq sedang memeluk jasad Rasulullah yang dengan nyawanya sekalipun ia sanggup untuk menebusnya.
Umar tersungkur ke tanah,menumpahkan segenap kedukaannya dengan air mata : 
" Muhammad habiballah,dia benar-benar telah pergi untuk selamanya..."
Gemuruh di dada Umar setara dengan gemuruh angin gurun yang mengibas-ngibaskan daun-daun kurma dan palma di sepanjang jalan yang dilalui penduduk Madinah yang tumpah ruah memenuhi ruangan masjid Nabawi di mana jasad Rasulullah dibaringkan sebelum di makamkan di bilik Siti Aisyah.

Rantauprapat,8 Juni 2014
*Alur dikutip dari Buku : Muhammad Sang Teladan
*Setting diiimajinasikan oleh : Sayyid Adlin Al-yahya

Minggu, 18 Mei 2014

DETIK-DETIK WAFATNYA RASULULLAH SAW



(EpisodePertama)                                                      
Yang mulia itu telah pergi ribuan tahun yang silam  dijemput oleh malaikalmaut atas perintah dari Sang Khaliq karena telah disempurnakannya tugas kerasulannya terhadap umat manusia,dua pusaka yang tak ternilai harganya beliau tinggalkan untuk menjadi pedoman dalam menuju ridho Ilahi. Rasulullah Muhammad saw pada hari-hari terakhir kehidupannya masih menyempatkan dirinya untuk berkhutbah di hadapan para sahabat beliau,meninggalkan pesan,amanat terakhir bagi umatnya, sabda beliau : “Wahai umatku,kita semua ada dalam genggaman Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertaqwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kamu ; Alqur’an dan Sunnah. Barang siapa yang mencintai sunnahku,berarti mencintai aku dan kelak akan bersama-sama aku masuk syurga”.

Khutbah singkat itu diakhiri beliau dengan tatapan mata beliau yang teduh terhadap sahabat-sahabat yang duduk terpukau dalam hening.Ada getaran lembut memancar dari  tatapan mata itu yang membuat udara seakan hampa dan segenap persendian para sahabat yang mencintai beliau begitu berat untuk digerakkan,mereka terpaku. Apa gerangan yang menggerakkan lidah  kekasih mereka itu mengucapkan kata-kata “Kuwariskan” yang sama maksudnya dengan “Kutinggalkan”, dan… dan tatapan di akhir khutbah itu,begitu dalam dan teduh,mengiriskan sesuatu yang sejuk di hati mereka. Abu Bakar Assiddiq menangkap sesuatu dari tatapan itu,yang tanpa disadarinya air matanya berlinang. Umar Ibnu Khattab dadanya naik turun menahan sesak dan tangisnya.Ustman Ibnu Affan berulangkali menarik nafas panjang,dan Ali Ibnu Abi Tholib tertunduk lemah tak kuasa mengangkat kepala lagi. Isyarat itu telah datang,saatnya segera tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kami …”, desah suara hati semua sahabat saat itu.

Laki-laki  pembawa risalah Islam itu hampir usai menunaikan tugas-tugasnya di dunia ini,tanda-tanda semakin kuat tatkala Ali Ibnu Abi Thalib dan Fadhal dengan sigap bangkit mengejar dan menangkap kedua tangan Rasulullah saw,yang limbung saat turun dari mimbarnya. Sepi ! Itu yang menyergap hati segenap orang yang hadir,dan di atas Masjid Nabawi Matahari kian tinggi. Rasulullah dibawa masuk ke kamar beliau.
******
Angin gurun berputar-putar di antara pohon kurma di sekitar Masjid Nabawi sebelum akhirnya masuk melalui  jendela , tapi pintu kamar Rasulullah masih tertutup. Di dalamnya,Rasulullah terbaring lemah dengan kening yang berkeringat,mengalir perlahan membasahi  pelepah kurma yang menjadi alas tidur kekasih Allah itu.Di luar kamar,para sahabat beliau duduk tertunduk dengan fikirannya masing-masing tentang laki-laki kecintaan mereka yang  sedang terbaring lemah di balik pintu itu.

Seseorang datang dan melintasi para sahabat tanpa ekspresi , mengetuk pintu dengan perlahan seraya berucap : “Bolehkah saya masuk ?”,suara itu menggema menghantarkan suasana magis  di ruangan masjid Nabawi yang sepi itu. Fatimah Azzahra,putri  Rasulullah saw , isteri Ali Bin Abi Thalib,menjawab perlahan dari balik pintu yang dia buka sedikit : “Maafkanlah… ayahku sedang demam…” Rasulullah saw bertanya kepada puterinya :”Siapakah itu wahai anakku ?”. “Tak tahulah ayah,sepertinya  baru kali ini aku melihat orang itu”,jawab Fatimah dengan lembut. Rasulullah menatap wajah puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan hati Fatimah,seolah-olah bahagian demi bahagian dari wajah puterinya itu hendak dikenangnya dalam kepergian  yang panjang.

“Ketahuilah puteriku,orang itulah yang menghapuskan kenikmatan sementara , dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikalmaut…”,ujar Rasulullah saw.
Air mata Fatimah spontan memenuhi kelopak matanya dan tak terbendung mengalir deras membasahi dada ayahnya.Cepat-cepat ia menghapus air mata itu berdiri dan pergi ke sudut ruangan.Di sana dibiarkannya airmata itu mengalir , sembari hatinya tak berhenti bermunajat kepada Allah swt memohon kemurahan dan kasih sayang Allah terhadap ayahnya tercinta.

Siti Aisyah bangkit dari sisi Rasulullah menuju pintu dan mempersilahkan pemisah pertemuan di dunia itu masuk. Siti Aisyah meyakini Allah telah menetapkan perpisahannya dengan suaminya tak dapat ditunda –tunda.

Ali bin Abi Thalib tersandar pada satu sisi kamar menatap wajah sahabat dan mertuanya yang mulai pucat itu dari kejauhan tanpa dapat berbuat dan berkata apa pun.
Makalmaut menghampiri Rasulullah,tapi Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak ikut bersama menyertainya.Malaikalmaut menjelaskan kepada Rasulullah bahwa Jibril diperintahkan Allah bersiap-siap menyambut Ruh kekasih Allah di langit dunia.

Atas ijin Allah maka dipanggillah Jibril mendekat kepada Rasulullah saw penghulu dunia ini,dan Dengan suara yang lemah Rasulullah berkata kepada jibril : “Wahai Jibril,dapatkah kau jelaskan kepadaku,apakah hakku nanti di hadapan Allah ?” Jibril menjawab : “ Duhai kekasih Allah,pintu-pintu langit telah dibuka,para malaikat telah menanti  ruh mu,semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu.” Namun jawaban Jibril ternyata tidak membuat Rasulullah lega,matanya masih menggambarkan kecemasan. “Duhai Nabi,engkau tidak merasa senang dengan kabar yang aku sampaikan ?”ujar jibril bertanya. “Kabarkan kepadaku,bagaimana nasib umatku kelak ?”,Tanya Rasulullah. “ Jangan khawatir wahai  penghulu para nabi… aku pernah mendengar  Allah berfirman kepadaku : Kuharamkan syurga bagi siapa saja,kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya “,kata Jibril.
( Bersambung ke episode kedua)
Rantauprapat,15 Mei 2014


Selasa, 13 Mei 2014

DUNIA OH DUNIA





Dunia,oh dunia…inilah tempat berlangsungnya satu episode kehidupan anak manusia yang berupa penjara bagi orang yang beriman,dan berupa syurga bagi orang kafir dan orang-orang yang tak beriman.
Bagi orang yang beriman dunia ini begitu sempit dan hatinyalah yang luas tiada batas dan tepi sebagai sebuah ruang. Ruang gerak orang yang beriman hanya sebatas dari rumah ke masjid,dan dari masjid ke rumah karena tempat-tempat selain itu dipenuhi dengan larangan berupa maksiat yang dilarang untuk dilihat apalagi untuk dikerjakan. Namun,bagi orang kafir dan orang-orang yang tak beriman dunia ini laksana syurga yang kenikmatannya dapat diraup sebanyak-banyaknya tanpa batasan dan larangan,jarak dan waktu (Menurut akal mereka).

Menderita dan sengsarakah kehidupan orang-orang yang beriman di dalam penjara yang bernama dunia ini , berbahagiakah hati orang-orang kafir dan orang-orang yang tak beriman itu ? Jawabannya , tidak ! Bagi orang-orang yang beriman menahan diri dari larangan Maulananya yaitu  Allah swt  dan melaksanakan perintah-Nya secara istiqomah adalah kebahagiaan yang sebenar-benarnya,dan nikmat ibadah secara istiqomah ini adalah nikmat bahagia yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang taat dan ikhlas semata karena Allahulkarim,dan sebagai balasannya di dunia Allah menghantarkan sebahagian kecil nikmat syurga ke hati hamba-hamba terpilih tersebut yang pada akhirnya kelak Allah akan menyempurnakan nikmat-Nya di ‘Daarussalaam’ , syurga Jannatunnna’im.

Akan halnya orang-orang kafir dan orang-orang yang tak beriman kehidupan di dunia ini mereka rasakan sebagai syurga,tempat kebebasan,tempat untuk memenuhi segala keinginan namun pada hakikatnya mereka merasa hidup sengsara dan menderita. Jiwa mereka terasa hampa karena hidup dalam bayang-bayang dosa , dosa mengingkari Allah, dosa mengingkari kebenaran hakiki dari ajaran Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhoi Allah,yang mereka tau akan hal itu.

Firman Allah SWT dalam Surah Al A'raf ayat 179 :
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi)tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda - tanda kekuasaan Allah), dan merekamempunyai telinga (tetapi) tidakdipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak,bahkan mereka lebih sesat lagi”.

Saudaraku,jangan jadikan dunia ini sebagai tujuan tapi jadikan dia sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Mencari harta sebanyak-banyaknya sehingga lupa akan perintah,larangan,dan syari’at agama lalu  menumpuk-numpuknya , beranggapan bahwa hartalah yang akan mendatangkan serta mengekalkan kebahagiaan hidup di dunia ini adalah anggapan dan pemahaman yang keliru,yang benar adalah ; carilah harta sebanyak-banyaknya dengan ridho Allah,laksanakan perintah dan tinggalkan larangan-Nya , gunakan harta yang kita miliki untuk sarana ibadah ; berinfaq,sedekah,zakat,menolong sesama , haji dan umroh, dan lain-lain ibadah dalam rangka mencapai tujuan : Hidup dalam Ridho Allah, dan mati dalam Rahmat-Nya pula.

Demikian visi hidup orang-orang yang beriman dalam menjalani kehidupan karena hati yang dipenuhi dengan cahaya ilahi.
Suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu sang Imam bertanya: “Apa yang PALING DEKAT dengan diri kita di dunia ini ?”.
Murid-muridnya menjawab: “Orang tua, guru,kawan dan sahabat”.
Imam Ghazali menjelaskan, “Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling dekat dengan kita adalah “ KEMATIAN ” sebab kematian  merupakan janji Allah swt  dalam Surah Ali Imran ayat 185 :
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung.
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”.
Nah,loo !

Rantauprapat,14 Mei 2014



Jumat, 25 April 2014

NASEHAT UNTUK PARA PENGANTIN DAN CALON PENGANTIN



Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahiim,anda menetapkan sebuah keputusan besar dalam sejarah kehidupan anda,sebuah keputusan yang akan merobah banyak hal  dalam diri dan fikiran anda,kebiasaan dan pola hidup anda ,yaitu menikah ! Adalah naluri manusia untuk hidup berpasangan sebagai sebuah kodrat dari Allah swt yang maha sempurna ciptaannya sehingga keputusan  anda telah benar menuruti  perintah  Allah dan Rasul-Nya.
Serasa bermimpi  anda mungkin sedikit ragu,”Benar nggak sih aku sudah menikah  dengan pria/wanita ini ?”,namun setelah melampaui masa-masa melelahkan yaitu acara adat,budaya,tradisi,dan resepsi,akhirnya anda benar-benar yakin bahwa anda telah menjadi seorang isteri atau menjadi seorang suami.   Rasa haru dan senang berbaur menjadi tumpukan bahagia telah dimiliki atau telah memiliki seseorang dan semua itu wajar dan bahkan sangat wajar karena memang sejak saat berpacaran anda berdua sudah mengimpi-impikan pernikahan ini. Namun wahai Maimuun… pengantin yang berbahagia, sejalan dengan berputarnya waktu anda akan menemui kenyataan demi kenyataan yang nyaris bertolak belakang dengan apa yang selama ini anda khayal dan bayangkan tentang pasangan anda yang jika tidak disikapi dengan iman dan sikap menerima pasangan anda apa adanya maka pernikahan ini atau rumah tangga anda akan menjadi siksa berkepanjangan bagi anda.

Berikut ini saya harap dapat anda camkan benar-benar sebagai seorang pengantin , atau calon pengantin agar anda dapat mempersiapkan iman dan sikap anda demi untuk menjadikan “Baiti Jannati” seperti pernyataan fakta Rasulullah saw yang menyatakan  bahwa “Rumah tangga beliau adalah laksana syurga baginya”.
Setelah pernikahan ada empat hal yang harus anda sikapi dengan iman yang kuat,yaitu :
1.Setelah pernikahan satu- persatu keburukan pasangan anda akan anda ketahui                                               
Sebelum menikah , dalam pandangan anda si dia adalah laki-laki  atau wanita idaman yang semua yang ke luar dari sikapnya begitu baik dan manis sekali.Dia adalah orang yang pengertian,dia penuh perhatian kepada anda,tutur katanya lemah lembut, dia penurut,orangnya romantis  sekali,penyayang,hormat kepada orang tua,ramah,dan yang paling anda sukai darinya adalah sikap taqwanya begitu mengagumkan anda.
Namun setelah pernikahan anda berjalan lebih dari enam – tujuh bulan mulailah muncul satu-demi satu sikap asli pasangan anda , maka anda hendaknya dapat  menyikapinya dengan iman dan kebijaksanaan yang sudah anda persiapkan setelah membaca tulisan ini. Pada kenyataannya sih , tidak semua sikap dan tidak setiap orang setelah menikah akan berubah dari baik menjadi tidak baik,yang saya maksudkan adalah : Kebanyakan orang , baik laki-laki maupun wanita ketika masa pacaran akan berusaha bersikap baik dan manis meskipun aslinya dia bukanlah orang yang memiliki sikap yang demikian. Jika anda kebetulan mendapatkan pasangan ( menikah ) yang pada masa pacaran begitu baik dan manis sikapnya namun setelah menikah ada yang berubah dari salah satu atau beberapa sikap tersebut maka jangan buru-buru marah,jangan panik sehingga anda bersikap kasar dan tak menentu akan tetapi hadapilah  dengan iman dan kebijaksanaan untuk merubahnya.
2. Ternyata pasangan anda bukan orang yang paling cantik atau yang paling tampan yang anda sukai dan yang tertarik kepada anda.                                                                                                                                          Pada masa pacaran beliau pasangan anda adalah laki-laki paling tampan atau wanita paling cantik yang anda sukai, dan atau yang suka terhadap anda,sehingga anda begitu cinta kepada dia,siang dan malam terbayang-bayang terus,bahkan bagi sebahagian wanita ada yang rela menyerahkan kehormatannya untuk si dia.( Astaghfirullah,siapa pun jangan lakukan hal tersebut, tunggu postingan berikut “ Hamil di Luar Nikah “) Ternyata setelah setahun-dua tahun menikah ada orang ketiga yang lebih cantik atau lebih tampan yang anda sukai atau yang menyukai anda, Itu adalah fakta yang harus anda waspadai,bukankah di atas langit masih ada langit lagi,di atas yang cantik masih ada yang lebih cantik lagi,maka agar biduk rumah tangga anda selamat dan bahagia dunia akhirat tak ada jalan lain untuk menghadapi yang demikian selain dengan iman.
3.Waktu-waktu tak seindah masa pacaran                                                                                                                   Jika semasa berpacaran hari-hari yang anda lalui begitu menakjubkan di mana setiap debar jantung   anda,tarikan nafas,dan hentakan kaki anda  adalah kebahagiaan,ke mana arah mata anda memandang , dan setiap lagu yang anda dengar  semua menghadirkan kebahagiaan. Rindu adalah bahagian dari kebahagiaan juga,baru saja berpisah sudah ingin kembali bertemu,baru saja nelpon sudah ingin nelpon lagi.Semua itu wajar karena itu adalah naluri yang dilekatkan oleh Allah swt pada dinding-dinding hati umat manusia untuk memberlangsungkan kehidupan makhluk terindah yang diciptakan-Nya ini.
Namun,setelah pernikahan keindahan suasana hati seperti yang saya gambarkan di atas berangsur-angsur akan pudar,pertemuan anda dengan dia tak bermuatan energi listrik lagi,senyumnya biasa-biasa saja,kata-katanya tak semerdu  dulu lagi,anda juga pasti akan mengatakan dalam hati : “Ah… waktu-waktu tak seindah masa pacaran…” Nah, jika sudah demikian maka kembali saya ingatkan anda : Hadapi kondisi ini dengan iman,sekali lagi ; dengan iman !

Saudaraku pengantin dan calon pengantin berbahagia,semua orang yang telah menikah pasti sudah menghadapi tiga hal seperti di atas namun lihat,bukankah tidak semua pasangan yang sudah menikah lalu rumah tangganya berantakan,tidak bahagia,cek-cok melulu ? Tapi jang juga dianggap sepele karena tidak sedikit rumah tangga yang mengecewakan kedua belah pihak hanya dikarenakan tiga hal tersebut. 
Waspadalah ! Waspadalah !

Rantauprapat,26 April 2014