meta content='100'http-equiv='refresh'/> ZIKIR & FIKIR

Rabu, 16 April 2014

DI INDONESIAKU ORANG-ORANG DEWASA MENYERANG ANAK-ANAKNYA




DI INDONESIAKU
ORANG-ORANG  DEWASA
MENYERANG ANAK-ANAKNYA

Tiap-tiap pribadi yang mengaku sebagai bangsa Indonesia atau setidaknya yang lahir di Indonesia,makan dan minum dari bumi Indonesia,mencari rezeki di Indonesia hendaklah punya rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara ini,bertanggung jawab terhadap
kehidupan sosial yang sehat,merasa bertanggung jawab terhadap moral,etika,tatakrama generasi muda dan anak-anak bangsa ini dalam rangka menjamin keberlangsungan bangsa kita yang cerdas,sehat fisik dan mentalnya,beriman dan bertaqwa,jujur,bermoral dan berbudi pekerti,dan cinta tanah air.

Mengapa saya mengatakan demikian ? Karena saya sangat-sangat khawatir dengan masa depan bangsa ini pada era dua puluh sampai tiga puluh tahun ke depan di mana anak-anak Indonesia saat ini mulai dari usia nol tahun sampai delapan belas tahun menurut saya berada dan hidup pada situasi masyarakat kita yang sedang mabuk-mabuknya menikmati kehidupan pra modernisasi sehingga lupa daratan.Lupa bahwa anak-anak bangsa kita yang nota bene di dalamnya juga ada anak-anak kandung yang dilahirkan oleh isteri kita mereka membutuhkan “Pendidikan” ( Jangan artikan pendidikan di sini dengan sekolah-pen.),mereka membutuhkan “Payung pengaman”, “Filter”,”Tameng Pelindung” dari hal-hal yang tidak baik yang menyerang jiwa dan idealisme mereka,moral,dan iman mereka.Tidak hanya itu  fisik dan fsikhis mereka juga sedang diserang oleh  sebahagian dari orang-orang dewasa saat ini , dan orang-orang terhormat negeri ini melalui bebasnya peredaran miras dan narkoba demi keuntungan pribadi orang-orang tertentu dan penyalahgunaan wewenang oleh mereka-mereka yang berwenang.

Dari sudut kesehatan fisiknya anak-anak usia sekolah dari bangsa kita juga diserang oleh sebahagian orang-orang dewasa di negeri ini ! Coba, lakukanlah pengamatan dan penelitian terhadap makanan jajanan anak-anak Indonesia di sekolahnya ! Oleh abang-abang penjual bakso digunakanlah saus tomat kiloan yang dari warnanya saja kelihatan bahwa zat pewarna yang digunakan kemungkinan besar adalah zat pewarna berbahaya untuk kesehatan,begitu juga dengan vetsin yang digunakan. Lain lagi dengan minuman yang menggunakan gula,yang dari rasanya saja dapat dipastikan menggunakan bahan pemanis berbahaya. Siapa yang melindungi mereka ? Siapa yang menaruh perhatian terhadap anak-anak kita ini ?

Saudaraku,anda tentu pernah mendengar lagu bergenre dangdut yang liriknya sangat mesum dan sangat tidak pantas untuk didengar oleh anak-anak akan tetapi bebas dijual,ditayangkan di Radio,televisi,dan di panggung-panggung hiburan di tengah masyarakat. Lirik lagu mesum itu sebahagian berbunyi sebagai berikut :

Ku hamil duluan,sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran,tidurnya berduaan

Ada lagi yang terbaru seperti ini liriknya :

Bang aku sudah hamil
Sudah tiga bulan nggak datang bulan ( *Kata yang perempuan )
(*Lalu kata yang laki-laki : )
Sayang itu anak siapa ? dan seterusnya….

Entah sengaja atau tidak pencipta dan siapa saja yang menyanyikan lagu itu sampai di dengar oleh anak-anak lagu tersebut sudah menyerang psikhis anak-anak Indonesia,merusak moral agama,dan menyepelekan hukum agama,dan saya yakin pasti banyak merusak masa depan anak-anak bangsa ini. Jangan tanya soal dosa,jangan Tanya apakah pencipta dan penyanyi lagu tersebut tidak memikirkan mudharat dari lagu itu,atau pernahkah mereka berfikir akan dosa mereka menciptakan dan menyanyikan lagu tersebut.No way ! Mikir kenapa ?

Belum lagi kita membahas mengenai tari-tarian yang zaman sekarang disebut dengan joget,atau goyang,yang dibawakan oleh laki-laki atau perempuan dengan seronok. Kalau dulu kita sering mendengar bahwa Tari Perut dari negeri Arab,sarat dengan pornografi dan penampilannya selalu tertutup tapi sekarang bukan hanya tari perut yang ditampilkan bebas,tapi tari “Buah Dada”   setiap malam dapat disaksikan bahkan oleh anak-anak,bahkan dengan ibu dan ayah,datuk,dan neneknya sekalian di televisi.
Kenapa saya katakana tari “Buah Dada?”,karena yang saya lihat gerakannya adalah gerakan memendal-mendulkan buah dada menantang ke depan,dan itu dilakukan beramai-ramai,bukan hanya oleh artis saja tapi juga oleh kelompok-kelompok ibu-ibu,dengan berjilbab pula,waktunya pada waktu Sholat Maghrib pula ! Masya Allah ! Hadits Nabi saw yang mengatakan : “ Tidak akan mencium syurga perempuan yang meliuk-liukkan tubuhnya di hadapan bukan muhrimnya !”,mereka anggap isapan jempol semata. Masya Allah,Bu…

Jadi…benarkan  anak-anak Indonesia diserang oleh orang-orang dewasa di negeri ini ? Mereka dibunuh moral spritualnya,diracuni fisiknya,diruntuhkan imannya,dan dilumpuhkan jiwa nasionalismenya.
Kita tunggu bersama akibat perbuatanmu ini,dua puluh sampai tiga puluh tahun ke depan !

Rantauprapat,16 April 2014



Minggu, 13 April 2014

Abdullah Bin Mas'ud


     Danau Toba/View : Simalem Resort
 Bacaan Alqur’annya  
 membuat Rasulullah SAW 
 menangis

Abdullah bin Mas'ud  merupakan orang keenam yang masuk Islam dan mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dengan demikian ia termasuk golongan yang mula pertama masuk Islam. Pertemuan pertamanya dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diceritakan oleh Abdullah Bin Mas’ud seperti berikut :
"Ketika itu saya masih remaja, menggembalakan kambing kepunyaan Uqbah bin Mu'aith. Tiba-tiba datang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersama Abu Bahar Radhiyallahu 'anhu, dan bertanya: "Hai nak, apakah kamu punya susu untuk minuman kami ? “  "Aku orang kepercayaan", ujarku  "Dan tak dapat memberi anda berdua minuman ...!"
Maka sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam : "Apakah kamu punya kambing betina yang belum dikawini oleh salah seekor jantan ?”  “ Ada !” , ujarku. Lalu saya bawa kambing itu kepada mereka. Kambing itu diikat kakinya oleh Nabi lalu disapu susunya sambil memohon kepada Allah. Tiba-tiba susu itu berair banyak .  Kemudian Abu Bakar mengambilkan sebuah batu cekung  yang digunakan Nabi untuk menampung perahan susu itu.  Lalu Abu Bakar pun minum lah, dan saya pun tidak ketinggalan . Setelah itu Nabi menitahhan kepada susu kambing itu : "Kempislah!', maka susu itu menjadi kempis.
Setelah peristiwa itu saya datang menjumpai Nabi Sallallahu‘alaihiwasallam, kataku kepada beliau : "Ajarkanlah kepadaku kata-kata tersebut…"
Ujar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Engkau akan menjadi seorang anak yang terpelajar!''
Alangkah heran dan ta'jubnya Ibnu Mas'ud ketika menyaksikan seorang hamba Allah yang shalih dan utusan-Nya yang dipercaya memohon kepada Tuhannya sambil menyapu susu hewan yang belum pernah berair selama ini, tiba-tiba mengeluarkan kurnia dan rizqi dari Allah berupa air susu murni yang enak buat diminum ...!
Pada sa'at itu belum disadarinya bahwa peristiwa yang disaksikannya itu hanyalah merupakan mu'jizat paling kecil dan tidak begitu berarti, dan bahwa tidak berapa lama iagi dari Rasulullah yang mulia ini akan disaksikannya mu'jizat yang akan menggoncangkan dunia dan memenuhinya dengan petunjuk serta cahaya ....
Bahkan pada saat itu juga belum diketahuinya, bahwa dirinya sendiri yang ketika itu masih seorang remaja yang lemah lagi miskin, yang menerima upah sebagai penggembala kambing milik 'Uqbah bin Mu'aith, akan muncul sebagai salah satu dari mu'jizat ini, yang setelah ditempa oleh Islam menjadi seorang beriman, akan mengalahkan kesombongan orang-orang Quraisy dan menaklukkan kesewenangan para pemukanya.
Maka ia, yang selama ini tidak berani lewat di hadapan salah seorang pembesar Quraisy kecuali dengan menjingkatkan kaki dan menundukkan kepala, di kemudian hari setelah masuk Islam, ia tampil di depan majlis para bangsawan di sisi Ka'bah, sementara semua pemimpin dan pemuka Quraisy duduk berkumpul, lalu ia berdiri di hadapan mereka dan mengumandangkan suaranya yang merdu , berisikan wahyu Iiahi yaitu al-Quranul Karim.
 Bismillahirrahmanirrahim ....
Allah Yang Maha Rahman ....
Yang telah mengajarkan al-Quran ....
Menciptakan insan ....
Dan menyampaikan padanya penjelasan ....
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan ....
Sedang bintang dan kayu-kayuan sama sujud kepada Tuhan....
Suara itu begitu merdu berkumandang sampai celah-celah batu pada bukit di sekitar ka’bah.
Pemuka-pemuka Quraisy  terpesona, tidak percaya akan pandangan mata dan pendengaran telinga mereka,dan tak pernah tergambar dalam fikiran mereka bahwa orang yang menantang kekuasaan dan kesombongan mereka ..., tidak lebih dari seorang upahan di antara mereka, dan penggembala kambing dari salah seorang bangsawan Quraisy , yaitu Abdullah bin Mas'ud, seorang miskin yang hina dina .... !
Marilah kita dengar keterangan dari saksi mata melukiskan peristiwa yang amat menarik dan mena'jubkan itu! Orang itu tiada lain dari Zubair radhiyallah 'anhu katanya:
"Yang mula-mula mendengar Al-quran dikumandangkan di Mekah setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ialah Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu'anhu . Pada suatu hari para shahabat Rasulullah berkumpul, kata mereka:
"Demi Allah orang-orang Quraisy belum lagi mendengar sedikit pun Al-quran ini dibaca dengan suara keras di hadapan mereka....”
“Nah, siapa di antara kita yang bersedia memperdengarkannya kepada mereka ...."
Maka kata Ibnu Mas'ud: "Saya ! "
Kata mereka: "Kami Khawatir akan keselamatan dirimu!”
“Yang kami inginkan ialah seorang laki-laki yang mempunyai kerabat yang akan mempertahankannya dari orang-orangg itu jika mereka bermaksud jahat ....”
"Biarkanlah saya!" , kata Ibnu Mas'ud pula, "Allah pasti membela saya”.
 Maka datanglah Ibnu Mas'ud kepada kaum Quraisy di waktu dhuha, yakni ketika mereka sedang berada di balai pertemuan mereka.
Abdullah Bin Mas’ud  berdiri di panggung lalu membaca dengan mengeraskan suaranya : Bismillahirrahmaanirrahim                                                                                                             Arrahmaaan                                                                                                                                        Allamal Qur'an
Lalu sambil menghadap kepada mereka diteruskanlah bacaannya. Mereka memperhatikannya sambil bertanya kepada sesamanya.
"Apa yang dibaca oleh anak si Ummu 'Abdin itu?”
“Sungguh, yang dibacanya itu ialah apa yang dibaca oleh Muhammad !"
Lalu mereka bangkit mendatangi dan memukulinya, namun Ibnu Mas'ud meneruskan bacaannya sampai batas yang dihehendaki oleh Allah .
Setelah itu dengan muka dan tubuh yang babak-belur ia kembali kepada para shahabat.                                                                                                                                   Kata mereka:
"Inilah yang kami khawatirkan terhadap dirimu ....!"
Ujar Ibnu Mas'ud "Sekarang ini tak ada yang lebih mudah bagimu dari menghadapi musuh-musuh Allah itu! Dan seandainya tuan-tuan menghendaki, saya akan mendatangi mereka lagi dan berbuat hal yang sama esok hari "
Ujar mereka: "Cukuplah demikian! Kamu telah membacakan kepada mereka barang yang menjadi tabu bagi mereka!"
Benar, pada saat Ibnu Mas'ud tercengang melihat susu kambing tiba-tiba berair sebelum waktunya, belum menyadari bahwa ia bersama kawan-kawan senasib dari golongan miskin tidak berpunya, akan menjadi salah satu mu'jizat besar dari Rasulullah, yakni ketika mereka bangkit memanggul panji-panji Allah dan menguasai dengannya cahaya siang dan sinar matahari. Tidak diketahuinya bahwa saat itu telah dekat waktunya. Kiranya secepat itu hari datang dan lonceng waktu telah berdentang, anak remaja buruh miskin dan terlunta-lunta serta-merta menjadi suatu mu'jizat di antara berbagai mu'jizat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam !
Dalam kesibukan dan berpacuan hidup, tiadalah ia akan menjadi tumpuan mata ....
Bahkan di daerah yang jauh dari kesibukan pun juga tidak ... .! Tak ada tempat baginya di kalangan hartawan, begitu pun di dalam lingkungan ksatria yang gagah perkasa, atau dalam deretan orang-orang yang berpengaruh.
Dalam soal harta, ia tak punya apa-apa, tentang perawakan ia kecil dan kurus, apalagi dalam soal pengaruh, maka derajatnya jauh di bawah , tapi sebagai ganti dari kemiskinannya itu, Islam telah memberinya bagian yang melimpah dan perolehan yang cukup dari pebendaharaan dan simpanan Kaisar. Dan sebagai imbalan dari tubuh yang kurus dan jasmani yang lemah, dianugerahi-Nya kemauan baja yang dapat menundukkan para adikara dan ikut mengambil bagian dalam merubah jalan sejarah. Dan untuk mengimbangi nasibnya yang tersia dan terlunta-lunta, Islam telah melimpahinya ilmu pengetahuan, kemuliaan serta ketetapan, yang menampilkannya sebagai salah seorang tokoh terkemuka dalam sejarah Islam.
Sungguh, tidak meleset kiranya pandangan jauh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau mengatakan kepadanya: "Kamu akan menjadi seorang pemuda terpelajar". Ia telah diberi pelajaran oleh Tuhannya hingga menjadi faqih atau ahli hukum ummat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam , dan tulang punggung para huffadh Alquranulkarim .
Mengenai dirinya Abdullah Bin Mas’ud pernah mengatakan :
"Saya telah menampung 70 surat alquran yang kudengar langsung dari RasululIah Shallallahu 'alaihi wa sallam."
Dan rupanya Allah swt. memberinya anugerah atas keberaniannya mempertaruhkan nyawa dalam mengumandangkan Alquran secara terang-terangan dan- menyebarluaskannya di segenap pelosok kota Mekah di saat siksaan dan penindasan merajalela, maka dianugerahi-Nya bakat istimewa dalam membawakan bacaan alquran dan kemampuan luau biasa dalam memahami arti dan maksudnya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memberi wasiat kepada para shahabat agar mengambil Ibnu Mas'ud sebagai teladan, sabdanya:
"Berpegang-teguhlah kepada ilmu yang diberikan oleh Ibnu Ummi 'Abdin ....!"
Diwasiatkannya pula agar mencontoh bacaannya, dan mempelajari cara membaca alquran daripadanya. Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :
"Barangsiapa yang ingin mendengar alquran tepat seperti diturunkan, hendaklah ia mendengarkannya dari Ibnu Ummi ‘Abdin ...!
Barangsiapa yang ingin membaca alquran tepat seperti diturunkan, hendaklah ia membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi ‘Abdin ...!"
Pada suatu hari Rasulullah Sallallahu ‘alihi wasallam memanggil Abdullah Bin Mas’ud, sabda beliau :
"Bacakanlah kepadaku, hai Abdullah!"
"Haruskah aku membacakannya pada anda, wahai Rasulullah..?"
Jawab Rasulullah: "Saya tidak ingin mendengarnya dari mulut orang lain"
Maka Ibnu Mas'ud pun membacanya dimulai dari surat Annisa hingga sampai pada firman Allah Ta'ala:
Maka betapa jadinya bila Kami jadikan dari setiap ummat itu seorang saksi, sedangkan kamu Kami jadikan sebagai saksi bagi mereka ... .!
Ketika orang-orang kafir yang mendurhakai Rasul semua berharap kiranya mereka diratakan dengan bumi ... .! dan mereka tidak dapat merahasiakan pembicaraan dengan Allah ....!" (QS 4 an-Nisa: 41 -- 42)
Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tak dapat manahan tangisnya, air matanya meleleh dan dengan tangannya diisyaratkan kepada Ibnu Mas'ud yang maksudnya: "Cukup ...,cukuplah sudah, hai lbnu Mas'ud ...!"
*****Berkata Hudzaifah tentang Abdullah Bin Mas’ud :
"Tidah seorang pun saya lihat yang lebih mirip kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam baik dalam cara hidup, perilaku dan ketenangan jiwanya, selain daripada Ibnu Mas'ud....
Dan orang-orang yang dikenal dari shahabat-shahabat Rasulullah sama mengetahui bahwa putera dari Ummi 'Abdin adalah yang paling dekat kepada Allah ....!"
Subhanallah,semoga arwah beliau senantiasa dalam rahmat Allah,amiin.                Disarikan dari Kisah-kisah Sahabat Nabi SAW.
Rantauprapat,14 April 2014

Sabtu, 12 April 2014

Membiasakan Diri Menjadi Manusia Yang Baik




MEMBIASAKAN DIRI MENJADI MANUSIA YANG BAIK

Pesan Cik Mardhiyah
Cik Mardhiyah baru saja menyelesaikan pekerjaan rutinnya di malam hari ini,yaitu mengikat kangkung yang dipetiknya sore tadi di rawa yang berbatasan dengan perkebunan sawit tak begitu jauh dari rumahnya untuk dijualnya esok pagi ke pasar. Cik Mardhiyah adalah seorang janda miskin , dia hanya memiliki seorang anak laki-laki yang saat ini sedang mengikuti perkuliahan di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Medan yang berjarak lebih kurang 300 kilometer di dari kota kecil tempat dia tinggal.
Biaya kuliah putera kesayangannya dan kebutuhan hidupnya sehari-hari digantungkannya pada kangkung liar yang tumbuh subur di rawa milik seorang tetangganya itu yang oleh Cik Mardhiyah rawa itu dipandangnya sebagai rawa pemberian Allah Swt,yang dipelihara,dipupuk dan dirawat oleh Allah Swt pula hanya untuk dia dan puteranya.Atas karunia Allah ini Cik Mardhiyah bersyukur dengan cara menunaikan kewajibannya melaksanakan sholat tanpa alasan untuk ditinggalkan,bersosialisasi dengan masyarakat secara baik,berinfaq dan bersedekah meskipun sangat sedikit jumlahnya,berpuasa wajib dan sesekali puasa sunnah,menjaga dan memelihara auratnya,suka menolong, dan tak pernah mau terlibat dalam forum pergunjingan untuk kata-kata yang sia-sia.
Cik Mardhiyah dikenal sebagai orang yang baik,meski sebagai seorang pemetik dan penjual kangkung liar beliau mampu melanjutkan hidupnya serta pendidikan anaknya sampai perguruan tinggi tanpa harus meminta-minta dan menghutang kepada tetangga kanan dan kiri.
Bersyukur adalah kebalikan dari mengeluh,dan Cik Mardhiyah tak pernah mengeluh,menurut Cik Mardhiyah dengan mengeluh beban bathin akan semakin berat, bathin semakin tidak  tenang,hidup tidak bahagia , karena fikiran akan selalu tertuju pada  masalah demi masalah,sehingga masalah akan terus berdatangan sebab masalah telah begitu melekat erat dalam fikiran.
Pesan Cik Mardhiyah : Jadilah kamu menjadi orang yang bersyukur, jangan suka mengeluh !

Pesan Rekan saya
Suatu hari rekan saya yang tak ingin saya sebutkan namanya mendapat sebuah musibah kecil yaitu telefon selularnya seharga Rp.1 jutaan hilang di masjid.
“Hilang hp saya…”,katanya hampir tanpa ekspresi.
 “Di mana ?”,Tanya saya.
 “Sudah…”
“Memang dasar orang kampung ini tak punya iman,sholat pun masih sempat mengambil yang  bukan miliknya”,gerutu saya kesal karena kasihan sama rekan saya itu.
“Jangan menyalahkan orang sekampung ini.Sudahlah, Allah sudah menetapkan demikian. 
  Mungkin yang mengambilnya sangat butuh uang,jadi kita niatkan saja sebagai sedekah bagi  yang mengambilnya.
  Saya pun terdiam sampai kami berjabatan tangan untuk berpisah.
  Tiba di rumah saya mendapat telefon dari suami adik isteri saya,katanya mereka kepingin beli  mobil bekas tapi yang masih oke punya,minta dicari kan.
“Datang saja besok,kita sama ke rumah rekan saya”,maksud saya rekan saya yang kehilangan telefon selular tadi,kebetulan memang dia berprofesi jual beli mobil bekas.Singkat kata singkat  cerita besoknya kami ke rumah rekan saya itu sekedar tanya-tanya dulu. Sebuah mobil kelihatan  mengkilap parkir di garasi,rupanya begitu melihat mobil di garasi itu suami adik isteri saya ini  sudah deg-degan “Jatuh cinta pada pandangan pertama “ , sehingga ketika kami ngobrol,tanya  itu ini rekan saya itu bilang : “ Itu saja,yang di garasi. Masih mulus,mesin bagus,harganya  murah”.
“Berapa ?”
“ #^*#@** saja”.
“Ah…**#*#$,saja ya..”
“Kapan di bayar ?”
“Hari ini juga bisa!”
“Okelah”.
“Deal ?”
“Deal!”,mereka bersalaman.
Keesokan harinya teman saya penjual mobil itu menelefon saya,katanya keuntungan penjualan mobil itu sebesar delapan juta rupiah,dan dia akan member saya hadiah satu buah hanphone seharga saya bilang terima kasih,tapi minta yang mentahnya saja ( diuangkan saja maksud saya ).
Diakhir pembicaraan rekan saya berpesan : “Bagaimana ? Masih kurang yakin tentang pentingnya berfikir positif ? Menanam benih positif pada fikiran akan menghasilkan ucapan dan tindakan positif  yang akan bermuara pada  kebiasaan-kebiasaan positif, dan kebiasaan-kebiasaan  positif akan menghasilkan sesuatu yang positif. 

Pesan Ustadz Khair
Ada kebiasaan yang kami lakoni dengan Ustadz  yaitu berbincang berdua setelah selesai sholat Maghrib di teras samping masjid sederhana di lingkungan kami.Suatu hari perbincangan kami terfokus pada sikap berempati,yaitu memposisikan diri pada posisi orang lain yang biasanya pada saat orang lain tersebut mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan,misalnya ketika seseorang mengalami kesusahan,sakit keras,tertimpa musibah,difitnah dan lain-lain.
“Kalau memposisikan diri pada posisi orang lain yang sedang dalam keadaan
senang,kaya,sukses,punya jabatan tinggi dan lain sebagainya bukan disebut berempati tapi  berkhayal namanya”,kata Ustadz Khair.
Dari perbincangan kami tersebut saya menarik kesimpulan bahwa memelihara sikap berempati kepada sesama merupakan tindakan yang mulia karena selain untuk dapat merasakan ketidakenakan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain,sikap ini juga dapat mendongkrak rasa syukur kepada Allah pada tingkat syukur yang tinggi.
Pesan Ustadz Khair : “Tumbuhkan dan peliharalah sikap empati niscaya Allah akan membalasmu dengan kemuliaan demi kemuliaan !”

Pesan Saya
Terkadang saya terenyuh melihat pola hidup beberapa keluarga yang saya kenal dengan baik,ada keluarga muslim yang rutinitasnyaseperti berikut : Mereka sangat sering  bangun jam tujuh pagi lalu kedengaran sibuk pontang panting,bentak sana bentak sini terdengar di dalam rumah itu ,anak-anak buru buru dipanggilkan beca untuk ke sekolah,tidak sempat sarapan pagi lalu lebih kurang jam sembilan suami baru berangkat ke kantor kebetulan beliau adalah PNS.Karena bangun siang ( jam tujuh pagi ) isterinya tidak sempat memasak sarapan pagi lalu suami sarapan di kantin sebagai sebuah kebiasaan.Anak-anaknya juga demikian biasa sarapan di kantin sekolah.Isterinya juga tidak mau ketinggalan untuk sarapan pagi di warung dekat rumah.
Siang hari lebih kurang jam tiga belas anak-anak mulai pulang sekolah,suami suami biasanya pulang jam tujuh belasan,waktu maghrib bukan waktu yang tenang di rumah mereka,melainkan waktu yang super riuh karena memanggil anak-anak untuk pulang,untuk mandi,dan untuk makan sementara anak- anak lain mengaji di masjid anak-anak di rumah itu nonton TV.Akan halnya suami pulang dari kantor lalu kedengaran mandi dan setelah itu nonton TV bersama isteri dan anak-anak mulai saat azan maghrib sampai menjelang pukul dua puluh empat. Kapan sholatnya ?!
Begitu rutinnya setiap hari mereka terjebak dalam hal-hal yang tak penting sementara hal-hal yang penting mereka lupakan dan mereka tinggalkan.
Pesan saya : Jangan ditiru keluarga seperti demikian ! Dahulukan hal-hal yang penting !

Pesan Pak Guru                                       
Nama beliau adalah Drs.Zainal,di lingkungan kami biasa dipanggil Pak Guru karena beliau adalah guru di salah satu SMP  Negeri.Ceritanya banyak sekali yang mengandung hikmah padahal cerinya kadangkala bukan semacam hikayat atau kisah dari buku-buku agama melainkan hanya cerita keseharian yang ngalor ngidul belaka,tapi ada pesan dibalik cerita itu.
Dulu,katanya beliau punya seorang atasan atau kepala sekolah yang punya banyak ide untuk membina anak-anak di sekolah itu.Hampir setiap hari ada saja gagasan beliau yang disampaikan kepada guru-guru,mulai dari akan mendatangkan secara khusus seorang seniman untuk melatih tari sampai kepada  menjalin kerjasama dengan PTPN III untuk menjadikan sekolah yang dipimpinnya itu menjadi sekolah yang berstandar internasional. “Tapi sayang… “, kata Pak Guru ide dan gagasan itu tak lebih dari omong doang alias  : “ No action,talk only “. Rencana setinggi langit tapi tak pernah ditindaklanjuti. Untuk apa ?
Pesan Pak Guru : “Banyak orang bermimpi, tapi tidak pernah bertindak. Orang-orang sukses bertindak bahkan berkali-kali sebelum mereka sukses. Tak akan ada hasil tanpa tindakan. Degan bertindak, nasib baik lebih berpeluang akan terjadi”.

Pesan Ibu Saya
Mungkin dua puluh lima tahun yang lalu ibu saya memandang saya sebagai anaknya yang mau menerima nasehatnya dibandingkan dengan anak-anaknya yang lain.Buktinya seingat saya hanya saya yang hampir setiap hari dinasehatinya dengan bermacam nasehat.Sekarang setelah beliau tiada dan saya pun sudah menjelang usia senja barulah saya akui dan rasakan benar manfaat nasehat ibu saya itu dalam kehidupan saya baik sebagai PNS rendahan,sebagai ayah,sebagai suami,sampai kepada sebagai anggota masyarakat nasehat-nasehat itu begitu bermanfaat. Semoga Allah merahmati arwah ibu saya.
Salah satu Nasehat ibu saya tersebut adalah sebagai berikut : “Lin…”, kata beliau : “Perbuatan baik akan dibalas oleh Allah dengan kebaikan,maka selama hidup,dan selama punya kemampuan taburkanlah kebaikan kepada sesama secara ikhlas”.

Pesan Kakak Saya Syarifah Zuraidah
Kakak saya yang bernama Syarifah Zuraidah ini sudah seperti ibu saya dalam perasaan saya.Pasalnya karena sejak tamat SD saya ikut beliau untuk melanjutkan sekolah ke SMP samapai saya tamat SPG,dia juga merawat saya sama dengan perlakuannya merawat anak-anaknya yang tidak begitu jauh perbedaan usianya dengan saya.Suatu hari beliau menyuruh saya untuk membeli sesuatu ke kedai tempat belanja keperluan sehari-hari yang tidak begitu jauh dari rumah.Ternyata uang yang diberikan untuk membeli sesuatu itu masih berlebih atau ada kembaliannya.Oleh saya saat itu uang kembalian itu tidak saya kembalikan kepada kakak saya melainkan saya sembunyikan dengan harapan kalau ditanya akan saya kembalikan,tapi kalau tidak ditanya maka uang itu akan jadi milik saya. Ternyata oleh kakak saya dua hari kemudian uang itu ditanya.Hal itu membuat saya tak sempat berfikir panjang dan saya jawab : “Tidak ada kembaliannya”,kakak saya itu marah karena dia tau uang yang diberikannya pasti berlebih.Saya diminta jujur menjawab,dan setelah sekian lama saya bertahan dengan kebohongan saya akhirnya saya menjawab jujur bahwa uang kembaliannya sudah saya belikan jajanan di sekolah.
Pesan kakak saya : “Dengan membiasakan diri  bersikap jujur maka hidup akan lebih nyaman dan dipenuhi kebaikan”. 

Rantauprapat,13 April 2014