DI INDONESIAKU
ORANG-ORANG DEWASA
MENYERANG ANAK-ANAKNYA
Tiap-tiap pribadi yang mengaku
sebagai bangsa Indonesia atau setidaknya yang lahir di Indonesia,makan dan
minum dari bumi Indonesia,mencari rezeki di Indonesia hendaklah punya rasa
tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara ini,bertanggung jawab terhadap
kehidupan sosial yang sehat,merasa bertanggung jawab terhadap
moral,etika,tatakrama generasi muda dan anak-anak bangsa ini dalam rangka
menjamin keberlangsungan bangsa kita yang cerdas,sehat fisik dan
mentalnya,beriman dan bertaqwa,jujur,bermoral dan berbudi pekerti,dan cinta
tanah air.
Mengapa saya mengatakan demikian ?
Karena saya sangat-sangat khawatir dengan masa depan bangsa ini pada era dua
puluh sampai tiga puluh tahun ke depan di mana anak-anak Indonesia saat ini
mulai dari usia nol tahun sampai delapan belas tahun menurut saya berada dan
hidup pada situasi masyarakat kita yang sedang mabuk-mabuknya menikmati
kehidupan pra modernisasi sehingga lupa daratan.Lupa bahwa anak-anak bangsa kita
yang nota bene di dalamnya juga ada anak-anak kandung yang dilahirkan oleh
isteri kita mereka membutuhkan “Pendidikan” ( Jangan artikan pendidikan di sini
dengan sekolah-pen.),mereka membutuhkan “Payung pengaman”, “Filter”,”Tameng
Pelindung” dari hal-hal yang tidak baik yang menyerang jiwa dan idealisme
mereka,moral,dan iman mereka.Tidak hanya itu
fisik dan fsikhis mereka juga sedang diserang oleh sebahagian dari orang-orang dewasa saat ini ,
dan orang-orang terhormat negeri ini melalui bebasnya peredaran miras dan
narkoba demi keuntungan pribadi orang-orang tertentu dan penyalahgunaan
wewenang oleh mereka-mereka yang berwenang.
Dari sudut kesehatan fisiknya
anak-anak usia sekolah dari bangsa kita juga diserang oleh sebahagian
orang-orang dewasa di negeri ini ! Coba, lakukanlah pengamatan dan penelitian
terhadap makanan jajanan anak-anak Indonesia di sekolahnya ! Oleh abang-abang
penjual bakso digunakanlah saus tomat kiloan yang dari warnanya saja kelihatan
bahwa zat pewarna yang digunakan kemungkinan besar adalah zat pewarna berbahaya
untuk kesehatan,begitu juga dengan vetsin yang digunakan. Lain lagi dengan
minuman yang menggunakan gula,yang dari rasanya saja dapat dipastikan
menggunakan bahan pemanis berbahaya. Siapa yang melindungi mereka ? Siapa yang menaruh
perhatian terhadap anak-anak kita ini ?
Saudaraku,anda tentu pernah
mendengar lagu bergenre dangdut yang liriknya sangat mesum dan sangat tidak
pantas untuk didengar oleh anak-anak akan tetapi bebas dijual,ditayangkan di
Radio,televisi,dan di panggung-panggung hiburan di tengah masyarakat. Lirik
lagu mesum itu sebahagian berbunyi sebagai berikut :
Ku hamil
duluan,sudah tiga bulan
Gara-gara
pacaran,tidurnya berduaan
Ada lagi yang terbaru seperti ini
liriknya :
Bang aku sudah
hamil
Sudah tiga bulan
nggak datang bulan ( *Kata yang perempuan )
(*Lalu kata yang laki-laki : )
Sayang itu anak
siapa ? dan seterusnya….
Entah sengaja atau tidak pencipta
dan siapa saja yang menyanyikan lagu itu sampai di dengar oleh anak-anak lagu
tersebut sudah menyerang psikhis anak-anak Indonesia,merusak moral agama,dan
menyepelekan hukum agama,dan saya yakin pasti banyak merusak masa depan
anak-anak bangsa ini. Jangan tanya soal dosa,jangan Tanya apakah pencipta dan
penyanyi lagu tersebut tidak memikirkan mudharat dari lagu itu,atau pernahkah
mereka berfikir akan dosa mereka menciptakan dan menyanyikan lagu tersebut.No
way ! Mikir kenapa ?
Belum lagi kita membahas mengenai
tari-tarian yang zaman sekarang disebut dengan joget,atau goyang,yang dibawakan
oleh laki-laki atau perempuan dengan seronok. Kalau dulu kita sering mendengar
bahwa Tari Perut dari negeri Arab,sarat dengan pornografi dan penampilannya
selalu tertutup tapi sekarang bukan hanya tari perut yang ditampilkan
bebas,tapi tari “Buah Dada” setiap
malam dapat disaksikan bahkan oleh anak-anak,bahkan dengan ibu dan
ayah,datuk,dan neneknya sekalian di televisi.
Kenapa saya katakana tari “Buah
Dada?”,karena yang saya lihat gerakannya adalah gerakan memendal-mendulkan buah
dada menantang ke depan,dan itu dilakukan beramai-ramai,bukan hanya oleh artis
saja tapi juga oleh kelompok-kelompok ibu-ibu,dengan berjilbab pula,waktunya
pada waktu Sholat Maghrib pula ! Masya Allah ! Hadits Nabi saw yang mengatakan
: “ Tidak akan mencium syurga perempuan yang meliuk-liukkan tubuhnya di hadapan
bukan muhrimnya !”,mereka anggap isapan jempol semata. Masya Allah,Bu…
Jadi…benarkan anak-anak Indonesia diserang oleh orang-orang
dewasa di negeri ini ? Mereka dibunuh moral spritualnya,diracuni
fisiknya,diruntuhkan imannya,dan dilumpuhkan jiwa nasionalismenya.
Kita tunggu bersama akibat
perbuatanmu ini,dua puluh sampai tiga puluh tahun ke depan !
Rantauprapat,16 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar