meta content='100'http-equiv='refresh'/> ZIKIR & FIKIR: MASIH ADA BUDIONO

Minggu, 02 Juni 2013

MASIH ADA BUDIONO


 


MASIH ADA BUDIONO
Namanya Budiono , umur 40 tahun , agama Islam , pekerjaan Penjaga Sekolah di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Panai Hilir di sebuah desa nun terpencil diperintahkan Kepala Sekolahnya membongkar sekat ruang kelas empat yang terbuat dari tripleks karena ruang kelas tersebut akan gunakan untuk ruang kelas bagi siswa kelas tiga yang akan naik kelas jumlahnya lebih dari empat puluh orang. Dengan ikhlas dan senang hati pak Budiono mengerjakan apa yang diperintahkan oleh kepala sekolahnya.Setelah selesai membongkar sekat ruang kelas tersebut pak Budiono teringat pada kandang bebeknya yang sampai saat ini belum dipasang dinding karena belum ada uang untuk membeli sekedar tripleks.Budiono bergegas menjumpai Kepala sekolah untuk meminta tripleks bekas bongkaran tersebut barang satu atau dua lembar untuk dinding kandang bebeknya.Oleh Kepala sekolah permintaan pak Budiono dikabulkan sebanyak tiga lembar.
Sesudah jam belajar selesai pak Budiono membawa tripleks tersebut ke rumah dinasnya yang masih di lingkungan sekolah.Melihat pak Budiono membawa tripleks bekas tiga lembar,istrinya bertanya tripleks itu dari mana dan pak Budiono menjelaskan asal usul tripleks itu . Saat itu istrinya diam saja dan berlalu,tapi pada malam harinya pak Budiono memperhatikan istrinya gelisah tak  seperti hari-hari biasa. Semula pak Budiono tidak begitu menaruh perhatian,namun setelah malam semakin larut dan istrinya tak kunjung tertidur sementara pak Budiono sudah berulang kali terbangun akhirnya pak Budiono bertanya kepada istrinya,apa yang membuat istrinya itu gelisah dan tak bisa tidur.Agak lama istrinya baru bisa menjawab pertanyaan pak Budiono : “ Mas…tripleks yang mas minta dari kepala sekolah itu bukan milik kepala sekolah , tripleks itu milik orang tua siswa karena untuk menyekat kelas itu dulunya diminta partisipasi orang tua siswa,besok mas pulangin tiga lembar barang haram itu ke gudang…di akhirat nanti kita dimintai pertanggungjawabannya mas…” Pak Budiono tak bisa berbicara apa-apa,bukan karena takut dimarahi oleh istrinya pagi-pagi benar pak Budiono mengangkut kembali tripleks bekas itu ke sekolah dan memberitahukan kepada kepala sekolah bahwa dia tidak jadi menggunakan tiga lembar tripleks bekas itu.
Orang kecil sekecil istri pak Budiono yang hanya seorang ibu rumah tangga dan istri seorang penjaga sekolah di pelosok Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara itu meskipun mungkin Cuma fiktif,namun terasa menonjok hati ketika semua orang saat ini  terperangah dengan maraknya kasus korupsi milyaran rupiah oleh orang-orang besar negeri.
Sebuah Hadist : Dari Umar Bin Khattab r.a , berkata : ” Ketika selesai perang khaibar,beberapa sahabat Nabi SAW  pulang kembali dan mereka menyebut-nyebut bahwa “si Fulan mati sahid ,si Fulan mati sahid”, sehingga mereka bertemu dengan seseorang di tengah jalan mereka menyampaikan, “si Fulan mati sahid”. Kemudian Nabi SAW bersabda : “Tidak ! Sesunggunhnya aku melihat si Fulan berada dalam neraka karena dia menyembunyikan kain mantel rampasan  perang yang belum dibagi ”. (HR.Muslim )
Rantauprapat,28 Mei 2013


1 komentar:

  1. Hmmm, seseorang yang terlihat baik saja belum tentu meninggal secara khusnul khotimah, sebaliknya orang yang terlihat tidak baik atau biasa bisa meninggal dengan cara yang khusnul khotimah.
    Manusia tidak bisa mengukurnya, hanya Allah yang Maha Sempurna.
    :D

    BalasHapus