meta content='100'http-equiv='refresh'/> ZIKIR & FIKIR: YAUMIL HISAB,NEGERI KESUSAHAN

Jumat, 18 April 2014

YAUMIL HISAB,NEGERI KESUSAHAN




Allahumma antassalam , waminkassalam , wa ilaika ya’udhussalam , fa hayyina robbana bissalam , wa adkhilnaljannata Darussalam , Tabarokta  robbana wata’alaita ya zaljalali wal ikrom.Allahumma sholli ‘ala sayyidana Muhammadin nabiyyil ummiy , wa’ala alihi wasallam.


Saudaraku,mari kita memuji Allah swt pemilik keselamatan,dan pemilik negeri keselamatan yakni syurga yang kita semua berharap agar di ujung perjalanan kita ini nanti Allah mempernaungkan kita di negeri  keselamatan tersebut. Mari pula kita bersholawat kepada junjungan,dan tambatan hati kita baginda Rasulullah saw,nabi yang ummiy namun dadanya dipenuhi dengan ilmu oleh Allah swt.


Saudaraku rahimakumullah , di hati seorang muslim yang beriman di sela-sela kesibukan bekerja selalu ada saatnya Allah swt menghadirkan ingatannya bahwa setelah nanti dunia ini digulung oleh Allah swt seperti menggulung selembar kertas,melipat dan mebinasakannya,maka Allah swt akan menghamparkan sebuah tempat yang maha luas di sebuah negeri yang bernama Yaumil Mahsyar,dan hari itu disebut dengan Yaumil Hisab,bahasa Indonesianya : Hari Perhitungan Amal bagi umat manusia. Ingatan terhadap yaumil hisab inilah yang menjadi salah satu penyebab seorang muslim beriman menjadi  gentar hatinya , takluk jiwanya untuk menjadi taat kepada Allah dan rasul-Nya,karena sungguh yaumil hisab itu adalah negeri huru-hara,negeri penderitaan bagi setiap manusia,bagi semua umat mulai dari umat Nabi Adam a.s. hingga kepada umat Nabi Muhammad saw.


Firman Allah swt. Pada Surah Al-Ghosyiyah,ayat 25-26 : ” Sungguh,kepada Kami lah mereka kembali.Kemudian sesungguhnya ( Kewajiban ) Kami lah membuat perhitungan atas mereka “.

Saudaraku rahimakumullah, Abdullah bin Mas’ud  rodhiyallahu anhu meriwayatkan hadits Rasulullah saw tentang yaumil hisab; Rasulullah saw bersabda : “Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama sampai yang terakhir,pada waktu hari tertentu dalam keadaan berdiri selama empat puluh tahun. Pandangan mereka menatap ke langit menanti pengadilan Allah ”.


Semua mereka termasuk saya dan pembaca tentunya dalam keadaan susah  dan sedih yang teramat sangat karena betapa tidak,matahari didekatkan dengan jarak satu mil,tanpa sumber air tak ada pula makanan yang disediakan.Saat penderitaan mereka saya dan anda  sampai pada puncaknya mereka pun mencari orang yang dapat memberikan syafaat ( pertolongan ),lalu mere mendatangi Nabi Adam a.s. namun beliau menolak ,mereka mendatangi Nabi Nuh a.s. ,beliau juga menolak,mereka mendatangi Nabi Ibrahim a.s.  namun juga ditolak,mereka meminta safaat kepada Nabi Musa a.s.juga ditolak,lulu mereka bertemu dengan Nabi Isa  a.s. mereka juga kecewa karena ditolak. Semua nabi-nabi yang mereka jumpai untuk minta safaat menolak dengan alasan mereka tidak mendapat izin dari Allah swt untuk memberikan safaat. Terakhir sekali mereka menemui Rasulullah  Muhammad saw untuk mengharapkan safaat dari beliau maka dengan izin dari Allah swt beliau member safaat kepada mereka,agar mereka diberi keputusan. ( Disarikan oleh penulis dari hadits shohih yang diriwayatkan oleh al-Bukhari , dan Muslim , dari sahabat Abu Hurairah r.a.)


Saudaraku rahimakumullah,pada yaumil hisab Allah swt mengadili hamba-Nya yang beriman secara satu-persatu dan tidak ada  seorang pun yang melihat dan mendengarnya.Sungguh Allah swt benar-benar menutupi aib orang-orang yang beriman sehingga tak ada seorang pun yang mengetahuinya.


Kepada seorang hamba-Nya yang beriman Allah swt akan menunjukkan kesalahannya satu demi satu,sambil berkata kepada mukmin tersebut : “Apakah engkau mengetahui  dosa ini ? Apakah engkau mengakui dosa ini ?”, dan mukmin tersebut menjawab dengan rasa takut yang luar biasa : “ Ya duhai Rabb-ku,aku mengetahui dan mengakuinya.”. Demikian seorang mukmin;setiap kali ditunjukkan kepadanya akan dosa-dosanya maka ia terus mengakuinya sehingga dia merasa dengan banyaknya dosa-dosa ini  dia pasti akan mendapat siksa yang pedih. Namun Allahurrahmanurrahim berfirman kepada orang beriman tersebut : “ Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosamu selama di dunia,dan sekarang Aku mengampuni dosa-dosamu “. Kemudia Allah memperlihatkan amal-amal kebaikannya. ( Disarikan oleh penulis dari : Hadits Shohih al-Bukhori dan Muslim )

Inilah salah satu karunia besar yang diberikan oleh Allah swt kepada orang-orang yang beriman , bahwa Allah swt akan menutupi  aib orang yang beriman dan tidak membukakannya di depan orang banyak. Adapun nasibnya orang-orang kafir , orang-orang munafik,dan orang-orang yang tak beriman  pada yaumil hisab ; mereka bersama-sama akan dipanggil di hadapan seluruh makhluk , dan para saksi akan berseru-seru  dihadapan mereka dan seluruh makhluk Allah : “ Orang –orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka !  Ingatlah, laknat allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zhalim.”  ( Surah : Huud,ayat 18 )


Saudaraku rahimakumullah,ucapkan Alhamdulillah berkali-kali setelah tuntas membaca tulisan ini,bahwa Allah telah membawa hati anda untuk mau membaca tulisan ini,yang insya Allah akan menentramkan bathin saudaraku pula.

Amiiin ya Arhamarrohimiin…


Rantauprapat,19 April 2014







Doc.sayyid adlin alyahya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar