Allahumma antassalam , waminkassalam , wa ilaika ya’udhussalam
, fa hayyina robbana bissalam , wa adkhilnaljannata Darussalam , Tabarokta robbana wata’alaita ya zaljalali wal
ikrom.Allahumma sholli ‘ala sayyidana Muhammadin nabiyyil ummiy , wa’ala alihi
wasallam.
Saudaraku,mari kita memuji Allah swt pemilik keselamatan,dan
pemilik negeri keselamatan yakni syurga yang kita semua berharap agar di ujung
perjalanan kita ini nanti Allah mempernaungkan kita di negeri keselamatan tersebut. Mari pula kita
bersholawat kepada junjungan,dan tambatan hati kita baginda Rasulullah saw,nabi
yang ummiy namun dadanya dipenuhi dengan ilmu oleh Allah swt.
Saudaraku rahimakumullah , di hati seorang muslim yang beriman
di sela-sela kesibukan bekerja selalu ada saatnya Allah swt menghadirkan
ingatannya bahwa setelah nanti dunia ini digulung oleh Allah swt seperti
menggulung selembar kertas,melipat dan mebinasakannya,maka Allah swt akan
menghamparkan sebuah tempat yang maha luas di sebuah negeri yang bernama Yaumil Mahsyar,dan hari itu
disebut dengan Yaumil Hisab,bahasa Indonesianya : Hari Perhitungan Amal bagi
umat manusia. Ingatan terhadap yaumil hisab inilah yang menjadi salah satu
penyebab seorang muslim beriman menjadi gentar hatinya , takluk jiwanya untuk menjadi taat
kepada Allah dan rasul-Nya,karena sungguh yaumil hisab itu adalah negeri
huru-hara,negeri penderitaan bagi setiap manusia,bagi semua umat mulai dari
umat Nabi Adam a.s. hingga kepada umat Nabi Muhammad saw.
Firman Allah swt. Pada Surah Al-Ghosyiyah,ayat 25-26 : ”
Sungguh,kepada Kami lah mereka kembali.Kemudian sesungguhnya ( Kewajiban ) Kami
lah membuat perhitungan atas mereka “.
Saudaraku rahimakumullah, Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu anhu meriwayatkan hadits
Rasulullah saw tentang yaumil hisab; Rasulullah saw bersabda : “Allah
mengumpulkan semua manusia dari yang pertama sampai yang terakhir,pada waktu
hari tertentu dalam keadaan berdiri selama empat puluh tahun. Pandangan mereka
menatap ke langit menanti pengadilan Allah ”.
Semua mereka termasuk saya dan pembaca tentunya dalam keadaan
susah dan sedih yang teramat sangat
karena betapa tidak,matahari didekatkan dengan jarak satu mil,tanpa sumber air
tak ada pula makanan yang disediakan.Saat penderitaan mereka saya dan anda sampai pada puncaknya mereka pun mencari orang
yang dapat memberikan syafaat ( pertolongan ),lalu mere mendatangi Nabi Adam
a.s. namun beliau menolak ,mereka mendatangi Nabi Nuh a.s. ,beliau juga
menolak,mereka mendatangi Nabi Ibrahim a.s. namun juga ditolak,mereka meminta safaat
kepada Nabi Musa a.s.juga ditolak,lulu mereka bertemu dengan Nabi Isa a.s. mereka juga kecewa karena ditolak. Semua
nabi-nabi yang mereka jumpai untuk minta safaat menolak dengan alasan mereka
tidak mendapat izin dari Allah swt untuk memberikan safaat. Terakhir sekali
mereka menemui Rasulullah Muhammad saw
untuk mengharapkan safaat dari beliau maka dengan izin dari Allah swt beliau member
safaat kepada mereka,agar mereka diberi keputusan. ( Disarikan oleh penulis dari hadits shohih yang diriwayatkan oleh
al-Bukhari , dan Muslim , dari sahabat Abu Hurairah r.a.)
Saudaraku rahimakumullah,pada yaumil hisab Allah swt
mengadili hamba-Nya yang beriman secara satu-persatu dan tidak ada seorang pun yang melihat dan
mendengarnya.Sungguh Allah swt benar-benar menutupi aib orang-orang yang
beriman sehingga tak ada seorang pun yang mengetahuinya.
Kepada seorang hamba-Nya yang beriman Allah swt akan
menunjukkan kesalahannya satu demi satu,sambil berkata kepada mukmin tersebut :
“Apakah engkau mengetahui dosa ini ?
Apakah engkau mengakui dosa ini ?”, dan mukmin tersebut menjawab dengan rasa
takut yang luar biasa : “ Ya duhai Rabb-ku,aku mengetahui dan mengakuinya.”.
Demikian seorang mukmin;setiap kali ditunjukkan kepadanya akan dosa-dosanya maka
ia terus mengakuinya sehingga dia merasa dengan banyaknya dosa-dosa ini dia pasti akan mendapat siksa yang pedih.
Namun Allahurrahmanurrahim berfirman kepada orang beriman tersebut : “
Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosamu selama di dunia,dan sekarang Aku
mengampuni dosa-dosamu “. Kemudia Allah memperlihatkan amal-amal
kebaikannya. ( Disarikan oleh penulis dari : Hadits Shohih al-Bukhori dan Muslim )
Inilah salah satu karunia besar yang diberikan oleh Allah swt
kepada orang-orang yang beriman , bahwa Allah swt akan menutupi aib orang yang beriman dan tidak membukakannya
di depan orang banyak. Adapun nasibnya orang-orang kafir , orang-orang munafik,dan
orang-orang yang tak beriman pada yaumil
hisab ; mereka bersama-sama akan dipanggil di hadapan seluruh makhluk , dan
para saksi akan berseru-seru dihadapan
mereka dan seluruh makhluk Allah : “ Orang –orang inilah yang telah berdusta
terhadap Rabb mereka ! Ingatlah, laknat
allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zhalim.” ( Surah : Huud,ayat 18 )
Saudaraku rahimakumullah,ucapkan Alhamdulillah berkali-kali
setelah tuntas membaca tulisan ini,bahwa Allah telah membawa hati anda untuk
mau membaca tulisan ini,yang insya Allah akan menentramkan bathin saudaraku
pula.
Amiiin ya Arhamarrohimiin…
Rantauprapat,19 April
2014
Doc.sayyid adlin alyahya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar