meta content='100'http-equiv='refresh'/> ZIKIR & FIKIR

Sabtu, 19 April 2014

Kekuatan Diksi Pada Tulisan-tulisan Sri Wulandari Robbani



Kekuatan Diksi 
Pada Tulisan-tulisan Sri Wulandari
Robbani
Tak banyak yang dapat kujelaskan tentang insan yang bernama Sri Wulandari yang kutau dulu beliau menggunakan nama Zainab Alkautsar dalam tulisan-tulisannya tapi kemudian nama itu tak pernah digunakannya lagi . Entah yang mana nama beliau yang sebenarnya sesuai KTP saya tidak tau juga,dan dalam tulisan saya ini itu tidak perlu untuk dipanjang-lebarkan sebab saya sampai  jam segini                                 (jam 23.49) masih mengetik tulisan ini bukan karena nama dan sosok wanita yang sebaya dengan anak saya  paling kecil Syarifah Muthia Puteri ini,melainkan karena saya suka dengan ungkapan fikiran beliau tentang apa saja melalui bahasa atau melalui tulisan.

Menurut saya tak banyak orang,atau tak banyak wanita sebaya beliau yang mampu menulis seindah dan semerdu tulisan beliau sehingga hampir semua tulisan beliau baik yang tersimpan di Blogspot  maupun di facebook beliau,saya sempat-sempatkan membacanya,meskipun terkadang tulisan- tulisan beliau tidak jelas lagi apakah puisi atau prosa, apalagi di facebook mungkin hanya tulisan seorang  gadis kepada seorang pemuda yang tak menarik lagi isinya untuk saya baca,akan tetapi diksinya itulah yang membuat saya berkeinginan kuat untuk menuliskan tulisan ini bahkan di blogspot saya yang selalu saya upayakan untuk bertahan di jalur blog religi ini.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Apa itu Diksi ? Diksi  merupakan  salah satu cabang ilmu sastra yang wajib dimiliki oleh seorang penulis sastra karena diksi merupakan  satu bahagian dari unsur-unsur  intrinsik pada sebuah karya sastra. Diksi adalah pemilihan kata.  Coba saya petik sebuah tulisan beliau di sriwulandarirobbani.blogspot.com  berikut ini : “Dan sering sekali, hujan mewarnai langkah tertatih kita. Berdesakan didalam becak, bertiga memandangi hujan dengan tatapan cinta, lalu melangitkan doa dan harapan pada-Nya. Bahkan tak jarang kita berlarian kecil menghindari tetes rahmat itu, berteduh dalam derap suara hati. Suatu kali kita pernah sengaja memilih membersamai hujan dengan duduk manis dibawah dedaun yang berterbangan serta langit yang telah berubah pekat. Sungguh, kita punya kenangan yang indah dengan hujan itu. Begitu juga dengan segala doa dan cita yang kita gelar dibawah rinainya, dengan segala keyakinan pada kekuasaan Allah, kita meyakinkan diri pada setiap harap itu”.                                                                                                                                                                                                       
Coba anda baca petikan tulisan di atas dua tiga kali dan rasakan keindahan dan merdunya tulisan tersebut karena kekuatan diksi dari penulisnya , dan bandingkan dengan ungkapan yang sama tetapi dengan diksi yang sangat lemah di bawah ini :
 “Dan sering sekali, hujan turun ketika kita berjalan bersama.Sehingga kita terpaksa naik becak berdesakan  tiga orang melihat hujan dengan senang hati, lalu menyampaikan doa dan harapan kepada Tuhan. Bahkan sering pula kita berlari-lari kecil menghindari hujan, berteduh dan riang bersama. Suatu kali kita pernah sengaja mandi hujan dengan duduk tenang dibawah daun-daun  yang berterbangan karena angin kencang  serta langit yang mendung. Sungguh, kita punya kenangan yang indah dengan hujan itu. Begitu juga  kenangan kita dengan semua doa dan cita-cita yang kita ucapkan sambil kita mandi hujan, dengan keyakinan yang kuat  pada kekuasaan Allah, kita yakin,doa kita akan diterima”.   
Kedua tulisan itu isi atau maksudnya sama,tetapi  tulisan yang di atas pasti anda rasakan lebih meninggalkan kesan indah di hati anda,dan itulah kekuatan atau daya tarik sebuah tulisan yang ditulis dengan kemampuan memilih kata yang baik. Perhatikan kata maupun frasa pada petikan langsung dari tulisan Sri Wulandari yang di bolt dan dicetak miring ! Itulah kata-kata  yang ditulis oleh Sri melalui proses pemilihan kata yang baik dan piawai yang tak setiap orang mampu memilih kata seperti demikian.
Masih di sriwulandarirobbani.blogspot.com ; coba anda simak bagaimana beliau mempermainkan kata sehingga untuk sebuah deskripsi moment saja pun beliau menggunakan diksi yang puitis sehingga menarik untuk dibaca.( Entah karena dalam tulisan beliau di bawah ini beliau menyeret habis juga segenap “hati”nya,nggak tau juga ya… )

Yang kulakukan hanya menatap sendu setiap mata sahabatku. Sama halnya dengan cerita ringan yang mengalir di sisi goyangan lidah. Hari ini menunaikan janji hati untuk mempertemukan jalinan kisah yang selalu mewujud rindu,  berempat mengelilingi meja dengan luapan rasa tanpa raga.
Bukannya sekedar  mencari tempat untuk hanya  memanjakan mata dengan hidangan sesuai selera, pilihan tempat  adalah alasan membuat kebersamaan kian terbarui bersama kunjungan asing kali ini. Pilihan tema yang unik ternyata, baru kusadari bahwa  rindang alam ini yang memaksa hati untuk jujur mengungkap desahnya  dihadapan semua mata cinta sahabatku.

Aliran energi yang keluar dari nasehat terhadap pilihan dan keyakinan-yang menjadi tema kali ini-ternyata mujarab. Dari seorang sahabatku  yang punya segudang ilmu dan pengalaman ini lah, pencerahan itu datang menyongsong sore yang kian temaram.  Begitu bijaksananya....

Dalam saung sederhana bernama teduh...
Setiap lantunan desir angin yang menggoyangkan dahan sawit yang membentang dihadapan, mengusik sisi diksi yang menyusup ruang tanpa nama. Adalah sebuah kebisuan yang menghantam saat riuh rendah suara tenggelam dalam temaramnya senja yang mengejar.

Dalam saung sederhana bernama teduh...
Sebenarnya waktu kian berlari cepat memaksa berpisah, namun bukankah ia adalah niscaya? Hingga tak satupun desir angin itu mengabarkan setuju pada jejak menjauh.

Dalam saung sederhana bernama teduh...
Kutemukan rindang di tatap matamu, maka jangan salahkan jika aku memendam rindu padamu, selalu....
* Terimakasih, ketika cinta terselip dalam sebuah saku rindumu.

Dalam tulisannya yang lain di facebook  Sri bertutur :
Pada suatu sore
19 April 2014 pukul 17:25
Beberapa kali memang saya kerap dibanjiri protes dan pertanyaan-pertanyaan tentang mengapa hanya untuk menulis saja, saya harus repot-repot hunting tempat kesana-kemari, hanya untuk menulis,  bahkan yang paling sederhana. Termasuk hanya untuk menuh-menuhin beranda facebook teman-teman dengan status gak penting saya atau paling banter nulis sesuatu di note Fb dan di Blog.
Bagi saya yang kerap menjadikan tulisan sebagai wadah curhat, tentulah akan sama kondisinya dengan suasana hati ketika menuliskannya. Penyakit saya pribadi adalah seringkali mengalami kebuntuan akut untuk mewujudkannya dalam bentuk kalimat per kalimat atau lebih tepatnya bisa membahasakannya secara sederhana agar saya pribadi(terutama) dapat paham apa yang saya tuliskan.     
Karena kebutuhan saya yang sangat akan curhat dengan menulis inilah, yang membuat kepala saya berasa mau pecah jika sehari saja tak mengakrabi bait-bait puisi atau sekedar orat-oret di kertas lusuh.  Penyakit buntu dan kekeringan yang sangat ini mengharuskan saya bisa mengatasi kesulitan untuk bisa menulis, walau apa adanya. Yang penting hati lega dan dapat tersenyum ikhlas pada dunia(Gaya gue, ampuuun daaah).
Nah ini dia yang membuat kaki saya amat panjang untuk melangkah kemana-mana, seorang diri.( Lha nanti kalau ngajak-ngajak orang lain, bisa berabe ntar, karena ujung-ujungnya dia bakal saya cuekin. Hehehe.) Hobi saya hunting tempat yang enak buat nulis bisa membuat saya keliling-keliling kota di siang bolong, saat matahari benar-benar menggigit kulit. Atau dengan konyol keliling kota dengan sepeda motor paling setia di saat hujan deras melanda. Jika kebanyakan orang sibuk berteduh, meringkuk di balik-balik dekapan tangannya, saya dengan ikhlas akan membersamai hujan sampai hujannya bosen ngeliat saya. Hahaha
Inspirasi yang datang di tempat dan suasana yang berbeda, tentulah akan membuat kita yang menuliskannya merasakan sesuatu yang berbeda pula. Istilahnya, lebih  cetar membahana. :D Disaat kita ingin menuliskan tentang kenangan kenangan indah yang pernah kita lewati bersama orang yang tersayang, tentu dengan mengunjungi tempat-tempat yang dulu pernah menjadi saksi kebersamaan akan menghasilkan sebuah kekuatan lebih. Dibandingkan jika saat  menuliskannya,  kita hanya berada di dalam kamar, hanya sebatas mengingat dan mengenang dari balik dinding batu rumah yang memisahkan kenyataan dengan kenangan.
Itulah mengapa banyak penulis-penulis besar yang dengan khusus melakukan perjalanan ke sebuah tempat atau mengasingkan dirinya ke daerah yang membuatnya nyaman untuk menulis. Tempat-tempat yang indah, tenang, inspiratif, penuh kenangan mungkin, adalah destinasi mereka untuk menghasilkan karya.
Terserah pada yang ingin melontarkan apa    kepada siapa. Buat saya, mungkin beginilah caranya saya berkomunikasi dengan waktu dan keadaan, beginilah saya menulis, beginilah saya menghargai apapun yang ingin saya bagi. Dan beginilah keunikan yang saya miliki, lebih sering konyol daripada warasnya.
Nah, saya menyelesaikan note ini juga di sebuah tempat selain di rumah. Dengan menikmati suasana sore di sebuah tempat dimana banyak orang-orang berolahraga, ada yang pacaran juga di sudut-sudut sana, ada yang sedang pamer sepeda antic, ada yang juga sedang sendirian pasti saya sudah menulis minimal sekali dalam sehari , itu target saya supaya tidak stress. Hehehehe.                                                                                                                                                         
Demikian seorang  Sri Wulandari Robbani yang menurut saya sudah dapat dikatagorikan sebagai seorang penulis sastra dari Kabupaten Labuhanbatu untuk Sumatera Utara,karena karya-karya beliau yang tersebar baik di Antologi Puisi,di blog , facebook yang saya baca  cukup kuat.

*Sebagai orang tua,tulisan ini saya rekomendasikan kepada : Forum Lingkar Pena Sumatera Utara,Himpunan Penulis Muda Indonesia Sumatera Utara,dan Asosiasi Pengarang Penulis Indonesia,Jakarta.      
*Ilustrasi foto : Syarifah Muthia Puteri,puteri bungsu saya.
Rantauprapat,20 April 2014




                                                                                                                                                                                               

Jumat, 18 April 2014

YAUMIL HISAB,NEGERI KESUSAHAN




Allahumma antassalam , waminkassalam , wa ilaika ya’udhussalam , fa hayyina robbana bissalam , wa adkhilnaljannata Darussalam , Tabarokta  robbana wata’alaita ya zaljalali wal ikrom.Allahumma sholli ‘ala sayyidana Muhammadin nabiyyil ummiy , wa’ala alihi wasallam.


Saudaraku,mari kita memuji Allah swt pemilik keselamatan,dan pemilik negeri keselamatan yakni syurga yang kita semua berharap agar di ujung perjalanan kita ini nanti Allah mempernaungkan kita di negeri  keselamatan tersebut. Mari pula kita bersholawat kepada junjungan,dan tambatan hati kita baginda Rasulullah saw,nabi yang ummiy namun dadanya dipenuhi dengan ilmu oleh Allah swt.


Saudaraku rahimakumullah , di hati seorang muslim yang beriman di sela-sela kesibukan bekerja selalu ada saatnya Allah swt menghadirkan ingatannya bahwa setelah nanti dunia ini digulung oleh Allah swt seperti menggulung selembar kertas,melipat dan mebinasakannya,maka Allah swt akan menghamparkan sebuah tempat yang maha luas di sebuah negeri yang bernama Yaumil Mahsyar,dan hari itu disebut dengan Yaumil Hisab,bahasa Indonesianya : Hari Perhitungan Amal bagi umat manusia. Ingatan terhadap yaumil hisab inilah yang menjadi salah satu penyebab seorang muslim beriman menjadi  gentar hatinya , takluk jiwanya untuk menjadi taat kepada Allah dan rasul-Nya,karena sungguh yaumil hisab itu adalah negeri huru-hara,negeri penderitaan bagi setiap manusia,bagi semua umat mulai dari umat Nabi Adam a.s. hingga kepada umat Nabi Muhammad saw.


Firman Allah swt. Pada Surah Al-Ghosyiyah,ayat 25-26 : ” Sungguh,kepada Kami lah mereka kembali.Kemudian sesungguhnya ( Kewajiban ) Kami lah membuat perhitungan atas mereka “.

Saudaraku rahimakumullah, Abdullah bin Mas’ud  rodhiyallahu anhu meriwayatkan hadits Rasulullah saw tentang yaumil hisab; Rasulullah saw bersabda : “Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama sampai yang terakhir,pada waktu hari tertentu dalam keadaan berdiri selama empat puluh tahun. Pandangan mereka menatap ke langit menanti pengadilan Allah ”.


Semua mereka termasuk saya dan pembaca tentunya dalam keadaan susah  dan sedih yang teramat sangat karena betapa tidak,matahari didekatkan dengan jarak satu mil,tanpa sumber air tak ada pula makanan yang disediakan.Saat penderitaan mereka saya dan anda  sampai pada puncaknya mereka pun mencari orang yang dapat memberikan syafaat ( pertolongan ),lalu mere mendatangi Nabi Adam a.s. namun beliau menolak ,mereka mendatangi Nabi Nuh a.s. ,beliau juga menolak,mereka mendatangi Nabi Ibrahim a.s.  namun juga ditolak,mereka meminta safaat kepada Nabi Musa a.s.juga ditolak,lulu mereka bertemu dengan Nabi Isa  a.s. mereka juga kecewa karena ditolak. Semua nabi-nabi yang mereka jumpai untuk minta safaat menolak dengan alasan mereka tidak mendapat izin dari Allah swt untuk memberikan safaat. Terakhir sekali mereka menemui Rasulullah  Muhammad saw untuk mengharapkan safaat dari beliau maka dengan izin dari Allah swt beliau member safaat kepada mereka,agar mereka diberi keputusan. ( Disarikan oleh penulis dari hadits shohih yang diriwayatkan oleh al-Bukhari , dan Muslim , dari sahabat Abu Hurairah r.a.)


Saudaraku rahimakumullah,pada yaumil hisab Allah swt mengadili hamba-Nya yang beriman secara satu-persatu dan tidak ada  seorang pun yang melihat dan mendengarnya.Sungguh Allah swt benar-benar menutupi aib orang-orang yang beriman sehingga tak ada seorang pun yang mengetahuinya.


Kepada seorang hamba-Nya yang beriman Allah swt akan menunjukkan kesalahannya satu demi satu,sambil berkata kepada mukmin tersebut : “Apakah engkau mengetahui  dosa ini ? Apakah engkau mengakui dosa ini ?”, dan mukmin tersebut menjawab dengan rasa takut yang luar biasa : “ Ya duhai Rabb-ku,aku mengetahui dan mengakuinya.”. Demikian seorang mukmin;setiap kali ditunjukkan kepadanya akan dosa-dosanya maka ia terus mengakuinya sehingga dia merasa dengan banyaknya dosa-dosa ini  dia pasti akan mendapat siksa yang pedih. Namun Allahurrahmanurrahim berfirman kepada orang beriman tersebut : “ Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosamu selama di dunia,dan sekarang Aku mengampuni dosa-dosamu “. Kemudia Allah memperlihatkan amal-amal kebaikannya. ( Disarikan oleh penulis dari : Hadits Shohih al-Bukhori dan Muslim )

Inilah salah satu karunia besar yang diberikan oleh Allah swt kepada orang-orang yang beriman , bahwa Allah swt akan menutupi  aib orang yang beriman dan tidak membukakannya di depan orang banyak. Adapun nasibnya orang-orang kafir , orang-orang munafik,dan orang-orang yang tak beriman  pada yaumil hisab ; mereka bersama-sama akan dipanggil di hadapan seluruh makhluk , dan para saksi akan berseru-seru  dihadapan mereka dan seluruh makhluk Allah : “ Orang –orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka !  Ingatlah, laknat allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zhalim.”  ( Surah : Huud,ayat 18 )


Saudaraku rahimakumullah,ucapkan Alhamdulillah berkali-kali setelah tuntas membaca tulisan ini,bahwa Allah telah membawa hati anda untuk mau membaca tulisan ini,yang insya Allah akan menentramkan bathin saudaraku pula.

Amiiin ya Arhamarrohimiin…


Rantauprapat,19 April 2014







Doc.sayyid adlin alyahya

Rabu, 16 April 2014

DI INDONESIAKU ORANG-ORANG DEWASA MENYERANG ANAK-ANAKNYA




DI INDONESIAKU
ORANG-ORANG  DEWASA
MENYERANG ANAK-ANAKNYA

Tiap-tiap pribadi yang mengaku sebagai bangsa Indonesia atau setidaknya yang lahir di Indonesia,makan dan minum dari bumi Indonesia,mencari rezeki di Indonesia hendaklah punya rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara ini,bertanggung jawab terhadap
kehidupan sosial yang sehat,merasa bertanggung jawab terhadap moral,etika,tatakrama generasi muda dan anak-anak bangsa ini dalam rangka menjamin keberlangsungan bangsa kita yang cerdas,sehat fisik dan mentalnya,beriman dan bertaqwa,jujur,bermoral dan berbudi pekerti,dan cinta tanah air.

Mengapa saya mengatakan demikian ? Karena saya sangat-sangat khawatir dengan masa depan bangsa ini pada era dua puluh sampai tiga puluh tahun ke depan di mana anak-anak Indonesia saat ini mulai dari usia nol tahun sampai delapan belas tahun menurut saya berada dan hidup pada situasi masyarakat kita yang sedang mabuk-mabuknya menikmati kehidupan pra modernisasi sehingga lupa daratan.Lupa bahwa anak-anak bangsa kita yang nota bene di dalamnya juga ada anak-anak kandung yang dilahirkan oleh isteri kita mereka membutuhkan “Pendidikan” ( Jangan artikan pendidikan di sini dengan sekolah-pen.),mereka membutuhkan “Payung pengaman”, “Filter”,”Tameng Pelindung” dari hal-hal yang tidak baik yang menyerang jiwa dan idealisme mereka,moral,dan iman mereka.Tidak hanya itu  fisik dan fsikhis mereka juga sedang diserang oleh  sebahagian dari orang-orang dewasa saat ini , dan orang-orang terhormat negeri ini melalui bebasnya peredaran miras dan narkoba demi keuntungan pribadi orang-orang tertentu dan penyalahgunaan wewenang oleh mereka-mereka yang berwenang.

Dari sudut kesehatan fisiknya anak-anak usia sekolah dari bangsa kita juga diserang oleh sebahagian orang-orang dewasa di negeri ini ! Coba, lakukanlah pengamatan dan penelitian terhadap makanan jajanan anak-anak Indonesia di sekolahnya ! Oleh abang-abang penjual bakso digunakanlah saus tomat kiloan yang dari warnanya saja kelihatan bahwa zat pewarna yang digunakan kemungkinan besar adalah zat pewarna berbahaya untuk kesehatan,begitu juga dengan vetsin yang digunakan. Lain lagi dengan minuman yang menggunakan gula,yang dari rasanya saja dapat dipastikan menggunakan bahan pemanis berbahaya. Siapa yang melindungi mereka ? Siapa yang menaruh perhatian terhadap anak-anak kita ini ?

Saudaraku,anda tentu pernah mendengar lagu bergenre dangdut yang liriknya sangat mesum dan sangat tidak pantas untuk didengar oleh anak-anak akan tetapi bebas dijual,ditayangkan di Radio,televisi,dan di panggung-panggung hiburan di tengah masyarakat. Lirik lagu mesum itu sebahagian berbunyi sebagai berikut :

Ku hamil duluan,sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran,tidurnya berduaan

Ada lagi yang terbaru seperti ini liriknya :

Bang aku sudah hamil
Sudah tiga bulan nggak datang bulan ( *Kata yang perempuan )
(*Lalu kata yang laki-laki : )
Sayang itu anak siapa ? dan seterusnya….

Entah sengaja atau tidak pencipta dan siapa saja yang menyanyikan lagu itu sampai di dengar oleh anak-anak lagu tersebut sudah menyerang psikhis anak-anak Indonesia,merusak moral agama,dan menyepelekan hukum agama,dan saya yakin pasti banyak merusak masa depan anak-anak bangsa ini. Jangan tanya soal dosa,jangan Tanya apakah pencipta dan penyanyi lagu tersebut tidak memikirkan mudharat dari lagu itu,atau pernahkah mereka berfikir akan dosa mereka menciptakan dan menyanyikan lagu tersebut.No way ! Mikir kenapa ?

Belum lagi kita membahas mengenai tari-tarian yang zaman sekarang disebut dengan joget,atau goyang,yang dibawakan oleh laki-laki atau perempuan dengan seronok. Kalau dulu kita sering mendengar bahwa Tari Perut dari negeri Arab,sarat dengan pornografi dan penampilannya selalu tertutup tapi sekarang bukan hanya tari perut yang ditampilkan bebas,tapi tari “Buah Dada”   setiap malam dapat disaksikan bahkan oleh anak-anak,bahkan dengan ibu dan ayah,datuk,dan neneknya sekalian di televisi.
Kenapa saya katakana tari “Buah Dada?”,karena yang saya lihat gerakannya adalah gerakan memendal-mendulkan buah dada menantang ke depan,dan itu dilakukan beramai-ramai,bukan hanya oleh artis saja tapi juga oleh kelompok-kelompok ibu-ibu,dengan berjilbab pula,waktunya pada waktu Sholat Maghrib pula ! Masya Allah ! Hadits Nabi saw yang mengatakan : “ Tidak akan mencium syurga perempuan yang meliuk-liukkan tubuhnya di hadapan bukan muhrimnya !”,mereka anggap isapan jempol semata. Masya Allah,Bu…

Jadi…benarkan  anak-anak Indonesia diserang oleh orang-orang dewasa di negeri ini ? Mereka dibunuh moral spritualnya,diracuni fisiknya,diruntuhkan imannya,dan dilumpuhkan jiwa nasionalismenya.
Kita tunggu bersama akibat perbuatanmu ini,dua puluh sampai tiga puluh tahun ke depan !

Rantauprapat,16 April 2014



Minggu, 13 April 2014

Abdullah Bin Mas'ud


     Danau Toba/View : Simalem Resort
 Bacaan Alqur’annya  
 membuat Rasulullah SAW 
 menangis

Abdullah bin Mas'ud  merupakan orang keenam yang masuk Islam dan mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dengan demikian ia termasuk golongan yang mula pertama masuk Islam. Pertemuan pertamanya dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diceritakan oleh Abdullah Bin Mas’ud seperti berikut :
"Ketika itu saya masih remaja, menggembalakan kambing kepunyaan Uqbah bin Mu'aith. Tiba-tiba datang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersama Abu Bahar Radhiyallahu 'anhu, dan bertanya: "Hai nak, apakah kamu punya susu untuk minuman kami ? “  "Aku orang kepercayaan", ujarku  "Dan tak dapat memberi anda berdua minuman ...!"
Maka sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam : "Apakah kamu punya kambing betina yang belum dikawini oleh salah seekor jantan ?”  “ Ada !” , ujarku. Lalu saya bawa kambing itu kepada mereka. Kambing itu diikat kakinya oleh Nabi lalu disapu susunya sambil memohon kepada Allah. Tiba-tiba susu itu berair banyak .  Kemudian Abu Bakar mengambilkan sebuah batu cekung  yang digunakan Nabi untuk menampung perahan susu itu.  Lalu Abu Bakar pun minum lah, dan saya pun tidak ketinggalan . Setelah itu Nabi menitahhan kepada susu kambing itu : "Kempislah!', maka susu itu menjadi kempis.
Setelah peristiwa itu saya datang menjumpai Nabi Sallallahu‘alaihiwasallam, kataku kepada beliau : "Ajarkanlah kepadaku kata-kata tersebut…"
Ujar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Engkau akan menjadi seorang anak yang terpelajar!''
Alangkah heran dan ta'jubnya Ibnu Mas'ud ketika menyaksikan seorang hamba Allah yang shalih dan utusan-Nya yang dipercaya memohon kepada Tuhannya sambil menyapu susu hewan yang belum pernah berair selama ini, tiba-tiba mengeluarkan kurnia dan rizqi dari Allah berupa air susu murni yang enak buat diminum ...!
Pada sa'at itu belum disadarinya bahwa peristiwa yang disaksikannya itu hanyalah merupakan mu'jizat paling kecil dan tidak begitu berarti, dan bahwa tidak berapa lama iagi dari Rasulullah yang mulia ini akan disaksikannya mu'jizat yang akan menggoncangkan dunia dan memenuhinya dengan petunjuk serta cahaya ....
Bahkan pada saat itu juga belum diketahuinya, bahwa dirinya sendiri yang ketika itu masih seorang remaja yang lemah lagi miskin, yang menerima upah sebagai penggembala kambing milik 'Uqbah bin Mu'aith, akan muncul sebagai salah satu dari mu'jizat ini, yang setelah ditempa oleh Islam menjadi seorang beriman, akan mengalahkan kesombongan orang-orang Quraisy dan menaklukkan kesewenangan para pemukanya.
Maka ia, yang selama ini tidak berani lewat di hadapan salah seorang pembesar Quraisy kecuali dengan menjingkatkan kaki dan menundukkan kepala, di kemudian hari setelah masuk Islam, ia tampil di depan majlis para bangsawan di sisi Ka'bah, sementara semua pemimpin dan pemuka Quraisy duduk berkumpul, lalu ia berdiri di hadapan mereka dan mengumandangkan suaranya yang merdu , berisikan wahyu Iiahi yaitu al-Quranul Karim.
 Bismillahirrahmanirrahim ....
Allah Yang Maha Rahman ....
Yang telah mengajarkan al-Quran ....
Menciptakan insan ....
Dan menyampaikan padanya penjelasan ....
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan ....
Sedang bintang dan kayu-kayuan sama sujud kepada Tuhan....
Suara itu begitu merdu berkumandang sampai celah-celah batu pada bukit di sekitar ka’bah.
Pemuka-pemuka Quraisy  terpesona, tidak percaya akan pandangan mata dan pendengaran telinga mereka,dan tak pernah tergambar dalam fikiran mereka bahwa orang yang menantang kekuasaan dan kesombongan mereka ..., tidak lebih dari seorang upahan di antara mereka, dan penggembala kambing dari salah seorang bangsawan Quraisy , yaitu Abdullah bin Mas'ud, seorang miskin yang hina dina .... !
Marilah kita dengar keterangan dari saksi mata melukiskan peristiwa yang amat menarik dan mena'jubkan itu! Orang itu tiada lain dari Zubair radhiyallah 'anhu katanya:
"Yang mula-mula mendengar Al-quran dikumandangkan di Mekah setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ialah Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu'anhu . Pada suatu hari para shahabat Rasulullah berkumpul, kata mereka:
"Demi Allah orang-orang Quraisy belum lagi mendengar sedikit pun Al-quran ini dibaca dengan suara keras di hadapan mereka....”
“Nah, siapa di antara kita yang bersedia memperdengarkannya kepada mereka ...."
Maka kata Ibnu Mas'ud: "Saya ! "
Kata mereka: "Kami Khawatir akan keselamatan dirimu!”
“Yang kami inginkan ialah seorang laki-laki yang mempunyai kerabat yang akan mempertahankannya dari orang-orangg itu jika mereka bermaksud jahat ....”
"Biarkanlah saya!" , kata Ibnu Mas'ud pula, "Allah pasti membela saya”.
 Maka datanglah Ibnu Mas'ud kepada kaum Quraisy di waktu dhuha, yakni ketika mereka sedang berada di balai pertemuan mereka.
Abdullah Bin Mas’ud  berdiri di panggung lalu membaca dengan mengeraskan suaranya : Bismillahirrahmaanirrahim                                                                                                             Arrahmaaan                                                                                                                                        Allamal Qur'an
Lalu sambil menghadap kepada mereka diteruskanlah bacaannya. Mereka memperhatikannya sambil bertanya kepada sesamanya.
"Apa yang dibaca oleh anak si Ummu 'Abdin itu?”
“Sungguh, yang dibacanya itu ialah apa yang dibaca oleh Muhammad !"
Lalu mereka bangkit mendatangi dan memukulinya, namun Ibnu Mas'ud meneruskan bacaannya sampai batas yang dihehendaki oleh Allah .
Setelah itu dengan muka dan tubuh yang babak-belur ia kembali kepada para shahabat.                                                                                                                                   Kata mereka:
"Inilah yang kami khawatirkan terhadap dirimu ....!"
Ujar Ibnu Mas'ud "Sekarang ini tak ada yang lebih mudah bagimu dari menghadapi musuh-musuh Allah itu! Dan seandainya tuan-tuan menghendaki, saya akan mendatangi mereka lagi dan berbuat hal yang sama esok hari "
Ujar mereka: "Cukuplah demikian! Kamu telah membacakan kepada mereka barang yang menjadi tabu bagi mereka!"
Benar, pada saat Ibnu Mas'ud tercengang melihat susu kambing tiba-tiba berair sebelum waktunya, belum menyadari bahwa ia bersama kawan-kawan senasib dari golongan miskin tidak berpunya, akan menjadi salah satu mu'jizat besar dari Rasulullah, yakni ketika mereka bangkit memanggul panji-panji Allah dan menguasai dengannya cahaya siang dan sinar matahari. Tidak diketahuinya bahwa saat itu telah dekat waktunya. Kiranya secepat itu hari datang dan lonceng waktu telah berdentang, anak remaja buruh miskin dan terlunta-lunta serta-merta menjadi suatu mu'jizat di antara berbagai mu'jizat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam !
Dalam kesibukan dan berpacuan hidup, tiadalah ia akan menjadi tumpuan mata ....
Bahkan di daerah yang jauh dari kesibukan pun juga tidak ... .! Tak ada tempat baginya di kalangan hartawan, begitu pun di dalam lingkungan ksatria yang gagah perkasa, atau dalam deretan orang-orang yang berpengaruh.
Dalam soal harta, ia tak punya apa-apa, tentang perawakan ia kecil dan kurus, apalagi dalam soal pengaruh, maka derajatnya jauh di bawah , tapi sebagai ganti dari kemiskinannya itu, Islam telah memberinya bagian yang melimpah dan perolehan yang cukup dari pebendaharaan dan simpanan Kaisar. Dan sebagai imbalan dari tubuh yang kurus dan jasmani yang lemah, dianugerahi-Nya kemauan baja yang dapat menundukkan para adikara dan ikut mengambil bagian dalam merubah jalan sejarah. Dan untuk mengimbangi nasibnya yang tersia dan terlunta-lunta, Islam telah melimpahinya ilmu pengetahuan, kemuliaan serta ketetapan, yang menampilkannya sebagai salah seorang tokoh terkemuka dalam sejarah Islam.
Sungguh, tidak meleset kiranya pandangan jauh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau mengatakan kepadanya: "Kamu akan menjadi seorang pemuda terpelajar". Ia telah diberi pelajaran oleh Tuhannya hingga menjadi faqih atau ahli hukum ummat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam , dan tulang punggung para huffadh Alquranulkarim .
Mengenai dirinya Abdullah Bin Mas’ud pernah mengatakan :
"Saya telah menampung 70 surat alquran yang kudengar langsung dari RasululIah Shallallahu 'alaihi wa sallam."
Dan rupanya Allah swt. memberinya anugerah atas keberaniannya mempertaruhkan nyawa dalam mengumandangkan Alquran secara terang-terangan dan- menyebarluaskannya di segenap pelosok kota Mekah di saat siksaan dan penindasan merajalela, maka dianugerahi-Nya bakat istimewa dalam membawakan bacaan alquran dan kemampuan luau biasa dalam memahami arti dan maksudnya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memberi wasiat kepada para shahabat agar mengambil Ibnu Mas'ud sebagai teladan, sabdanya:
"Berpegang-teguhlah kepada ilmu yang diberikan oleh Ibnu Ummi 'Abdin ....!"
Diwasiatkannya pula agar mencontoh bacaannya, dan mempelajari cara membaca alquran daripadanya. Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :
"Barangsiapa yang ingin mendengar alquran tepat seperti diturunkan, hendaklah ia mendengarkannya dari Ibnu Ummi ‘Abdin ...!
Barangsiapa yang ingin membaca alquran tepat seperti diturunkan, hendaklah ia membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi ‘Abdin ...!"
Pada suatu hari Rasulullah Sallallahu ‘alihi wasallam memanggil Abdullah Bin Mas’ud, sabda beliau :
"Bacakanlah kepadaku, hai Abdullah!"
"Haruskah aku membacakannya pada anda, wahai Rasulullah..?"
Jawab Rasulullah: "Saya tidak ingin mendengarnya dari mulut orang lain"
Maka Ibnu Mas'ud pun membacanya dimulai dari surat Annisa hingga sampai pada firman Allah Ta'ala:
Maka betapa jadinya bila Kami jadikan dari setiap ummat itu seorang saksi, sedangkan kamu Kami jadikan sebagai saksi bagi mereka ... .!
Ketika orang-orang kafir yang mendurhakai Rasul semua berharap kiranya mereka diratakan dengan bumi ... .! dan mereka tidak dapat merahasiakan pembicaraan dengan Allah ....!" (QS 4 an-Nisa: 41 -- 42)
Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tak dapat manahan tangisnya, air matanya meleleh dan dengan tangannya diisyaratkan kepada Ibnu Mas'ud yang maksudnya: "Cukup ...,cukuplah sudah, hai lbnu Mas'ud ...!"
*****Berkata Hudzaifah tentang Abdullah Bin Mas’ud :
"Tidah seorang pun saya lihat yang lebih mirip kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam baik dalam cara hidup, perilaku dan ketenangan jiwanya, selain daripada Ibnu Mas'ud....
Dan orang-orang yang dikenal dari shahabat-shahabat Rasulullah sama mengetahui bahwa putera dari Ummi 'Abdin adalah yang paling dekat kepada Allah ....!"
Subhanallah,semoga arwah beliau senantiasa dalam rahmat Allah,amiin.                Disarikan dari Kisah-kisah Sahabat Nabi SAW.
Rantauprapat,14 April 2014