meta content='100'http-equiv='refresh'/> ZIKIR & FIKIR: Sayyidul Istighfar

Jumat, 12 Juli 2013

Sayyidul Istighfar



Kepada Saudaraku

Saudaraku , jikapun dosa telah terlanjur bertumpuk menimbun qolbu,karena maksiat telah menjadi kelaziman dalam jejak kehidupanmu,berusahalah mencari celah di antara kegelapan hati yang memungkinkan bisa kau tembus sekedar mencari setitik cahaya dari atas sana,agar mata hatimu bisa memandang bahwa masih ada ruang lain yang terang benderang di luar kegelapan ini,atau berupayalah menelusuri selubang jarum fentilasi untuk hatimu bisa bernafas bahwa masih ada kelapangan,di ujung sana di luar kesempitan yang menyesakkan ini.

Jangan biarkan kegelapan itu terus-menerus mengurungmu saudaraku meskipun mungkin kegelapan itu saat ini membuat dirimu nyaman tanpa cahaya atau bahkan mungkin saat ini cahaya itu begitu menjengkelkanmu.Jangan biarkan ruang di hatimu pengap karena kau wahai saudaraku membutuhkan udara seperti ikan membutuhkan air.Gelap dan pengap sesungguhnya adalah kondisi yang tak nyaman,tetapi oleh musuh nyata kita yang bernama syaithan gelap dan pengap itu dihiasinya dengan illusi dan kenikmatan semu sehingga gelap menjadi penuh warna dan pengap menjadi segar dan penuh pesona.

Mungkin jalan telah jauh tertempuh,dan masa telah menelantarkanmu di ruang gelap dan pengap ini, mungkin segalanya telah berubah karena rambu-rambu yang dulu terpancang di sudut-sudut qolbumu turut menjadi kelam dan hitam,sehingga kau wahai saudaraku tak tau jalan pulang,padahal jalan pulang itu begitu tegas dan nyata berdebar dengan ritme yang teratur menyeru Dia yang lidah tak kuasa menyebutnya karena Dia tanpa huruf dan lafal,Dia yang maha halus akan tetapi melingkupi seluruh alam,Dia jalan pulang itu yang mampu menghadirkan ramai dalam kesepian,dan sebaliknya sepi dalam keramaian. Pada debar itu pulalah sumber cahaya yang telah kau tutup tebal dan kental dengan maksiat demi maksiat.

Jika engkau saudaraku membaca tulisanku ini maka ingatlah apa yang diajarkan oleh guru kita dulu ketika di kampung yang telah sama-sama jauh kita tinggalkan,yaitu Sayyidul Istighfar : Allahumma anta robbi , laa ilaha illa anta kholaqtani wa ana 'abduka , wa ana 'ala ahdika wawa'dika mastatho'tu, a'uuzubika min syarri maa shona'tu abuu'ulaka bini'matika alayya,wa abuu'u bi zanbi,faghfirli, fa innahu laa yaghfiruzzunuuba illaa anta.
" Wahai Allah Engkaulah Tuhan yang memelihara aku,tidak ada Tuhan sesembahan yang lain selain Engkau,yang telah menjadikan aku,dan aku adalah hamba-Mu,dan atas apa yang telah Engkau janjikan sedapat mungkin aku lakukan. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari pada bahaya apa yang kelak aku lakukan. Aku mengakui benar-benar akan nikmat-Mu yang telah Engkau berikan,dan aku mengakui dosa-dosaku,maka ampunilah aku.Sesungguhnya tiada yang berhak mengampuni dosa kecuali Engkau ".

Cobalah gerakkan lisanmu melafazkan kalimat demi kalimat dengan fasih dari frase yang singkat ini sebagaimana guru kita yang mulia mengajarkan dengan fasih sayyidul istighfar ini. Masihkah saudaraku ingat guru kita mengajarkan kalimah ini dengan setengah berbisik kepada kita berdua,seakan-akan kalimah ini berupa rahasia antara kita bertiga : Berkata Guru kita yang mulia, "Cobalah kamu ucapkan istighfar seperti ini yang isinya lebih komplit dan khasiatnya lebih besar yang biasa pula diucapkan oleh Nabi Sallallhu alaihi wasallam,inilah sayyidul istighfar...." Sekali lagi kuingatkan kepadamu saudaraku,guru kita mengajarkannya kepada kita dengan setengah berbisik,ya...setengah berbisik.

***** Saudara muslim pembaca yang budiman ,yang kondisi iman dan amalnya dalam keadaan gelap dan pengap seperti sahabat sekampung saya tersebut di atas, coba baca sayyidul istighfar ini dengan khusuk' tiga sampai lima kali saja. Insya Allah saudaraku segera keluar dari kegelapan tersebut.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar